Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Perusahaan Asing Relokasi, Prospek Kawasan Industri Merekah

Perusahaan Asing Relokasi, Prospek Kawasan Industri Merekah

  • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Prospek kawasan industri kembali merekah seiring rencana relokasi sejumlah perusahan asing ke Indonesia pada tahun ini. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat ada 136 investor asing yang akan merelokasi investasinya ke Indonesia tahun 2021 dengan potensi investasi USD 19,68 miliar serta target penyerapan tenaga kerja mencapai 59.750 orang.

“Berapapun besarnya investasi yang akan masuk ke Indonesia, yang terpenting adalah ketersediaan lahan. Selain Kawasan Industri Terpadu Batang yang menjadi salah satu tujuan investasi, terdapat berbagai kawasan industri lain yang akan segera tersedia,” kata Director Industrial & Logistics Services Colliers International Indonesia Rivan Munansa dalam keterangan resmi yang diterima industriproperti.com, Kamis, 11 Februari 2021.

Lebih jauh Rivan menyebutkan, pengembang perlu memastikan semua izin sudah siap karena dengan masuknya investor harus ada perbaikan yang nyata di area ini. Pengembang perlu memastikan bahwa persiapan juga mencakup terbitnya izin Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan izin pengembangan kawasan industri.

Selaim itu, pengembang juga mempersiapkan pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung, penentuan infrastruktur kelistrikan, kebutuhan fasilitas WTP (Water Treatment Plant) dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah/Waste Water Treatment Plant) sudah jelas, dan berapa banyak lahan yang nantinya akan diolah.

“Masalah ini penting agar investor merasa percaya diri dalam mengambil keputusan. Perkembangan infrastruktur pemerintah yang cukup besar saat ini juga membuka peluang bagi investor untuk melakukan ekspansi ke berbagai daerah di Indonesia,” terang Rivan.

Dari sisi lokasi, daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) atau Pulau Jawa memiliki peluang yang cukup baik. Namun, hal ini mungkin tidak akan terjadi dalam waktu dekat, karena faktor ketidakpastian secara global saat ini, dan juga kesiapan infrastruktur yang ada.

“Untuk saat ini, tampaknya kawasan industri yang ada masih menjadi fokus perluasan, ditambah dengan kawasan di sekitar Patimban, Batang atau bahkan Kendal, Semarang,” tandas Rivan.

Namun, rencana strategi investasi oleh pemerintah juga secara jelas mengacu pada perluasan kawasan industri kedepannya. Kondisi sektor industri dan logistik tahun ini bakal lebih baik dibandingkan tahun lalu, meski peningkatannya tidak terlalu signifikan.

Masuknya industri-industri baru, imbuh Rivan, seperti kendaraan listrik dan baterai menunjukkan peluang besar bagi kawasan industri di Indonesia untuk menyambut berbagai jenis industri lainnya. “Selain kesiapan khusus untuk industri baru, ada persiapan lain, seperti keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kendal. Kemudian sekitar Patimban dan beberapa daerah lainnya. Ada juga potensi bagi industri tertentu yang memasuki KEK untuk mendapatkan tax holiday,” jelas Rivan.

Masuknya kendaraan listrik dan baterai ke pasar tampaknya akan menjadi bintang baru bagi sektor industri dan logistik di Indonesia. Namun, barang konsumsi dan e-commerce akan terus meluas, dan juga data center serta fasilitas cold storage masih tetap berkembang, seperti halnya berbagai industri lainnya.

Sepanjang 2020, BKPM mencatat ada 16 perusahaan asing merealisasikan investasi dengan nilai mencapai USD 7,15 miliar. Tenaga kerja yang terserap dari investasi tersebut sebanyak 68.600 orang.

Secara kumulatif, pencapaian realisasi investasi tahun 2020 (Januari-Desember) berhasil mencapai Rp 826,3 triliun atau 101,1 persen dari target Rp 817,2 triliun. Sepanjang tahun 2020, realisasi investasi PMDN mencapai Rp 413,5 triliun (50,1 persen), sedangkan PMA sebesar Rp 412,8 triliun (49,9 persen). Perolehan pada tahun 2020 tersebut mampu menyerap hingga 1.156.361 TKI dengan total 153.349 proyek investasi.

Untuk sektor properti mencakup perumahan, kawasan industri dan perkantoran, total realisasi investasi PMDN dan PMA mencapai Rp 76,4 triliun di 2020. Nilai tersebut 9,2 persen dari keseluruhan realisasi investasi. (BRN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • metland cibitung

    Metland Cibitung Tambah Fasilitas Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • 0Komentar

    BEKASI – PT Metropolitan Land Tbk atau Metland terus berkomitmen menghadirkan fasilitas unggulan bagi penghuni dan masyarakat sekitar. Kali ini, Metland Cibitung mengumumkan penambahan fasilitas pendidikan dengan pembangunan Sekolah Al-Azhar BSD yang dibangun di area seluas dua hektar. Kegiatan ini ditandai dengan acara penandatanganan perjanjian pembelian lahan Sekolah Al-Azhar BSD@Cibitung yang digelar di Hotel Horison […]

  • Subang Diprediksi Jadi Klaster Baru Pengembangan Perumahan

    Subang Diprediksi Jadi Klaster Baru Pengembangan Perumahan

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Beroperasinya Pelabuhan Internasional Patimban di Subang, Jawa Barat, bakal mendorong kawasan ini menjadi klaster baru pengembangan proyek properti. Selain kawasan industri, pengembangan perumahan di segmen menengah dan subsidi juga diprediksi akan marak. “Beberapa lokasi strategis di sekitar Patimban dan Subang kabarnya sudah mulai diincar sejumlah pengembang. Harga tanah juga pasti segera tergerek naik,” […]

  • Puncak Kerap Macet, Pembangunan Tol Caringin-Gunung Mas Dipertimbangkan

    Puncak Kerap Macet, Pembangunan Tol Caringin-Gunung Mas Dipertimbangkan

    • calendar_month Senin, 6 Jun 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA- Komisi V DPR RI mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol di sepanjang kawasan Puncak-Bogor oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Salah satunya pembangunan jalan tol Caringin, Cisarua, hingga Gunung Mas yang dinilai akan efektif mengurai kemacetan di kawasan Puncak. “Setelah berdiskusi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga dan Waskita, pembangunan jalan tol sepanjang […]

  • Perekonomian Indonesia 2023 Tumbuh 5%, Ini Indikatornya

    Perekonomian Indonesia 2023 Tumbuh 5%, Ini Indikatornya

    • calendar_month Rabu, 10 Jan 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah meyakini perekonomian Indonesia tahun 2023 tumbuh di kisaran 5 persen karena realisasi berbagai indikator yang lebih baik dari prediksi. Apalagi, proyeksi pertumbuhan ekonomi itu juga sejalan dengan prediksi IMF, Bank Dunia dan konsensus Bloomberg. “Itu kondisi lingkungan ekonomi yang kita lihat, kita hadapi, dan sekaligus kita kelola dan hasilnya relatif jauh lebih baik […]

  • Omnibus Law dan Momentum Kebangkitan Properti

    Omnibus Law dan Momentum Kebangkitan Properti

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2020
    • 0Komentar

    Oleh: Drs. Ikang Fawzi, MBA Kontribusi sektor realestat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih sangat rendah yakni 2,79% pada 2019 (data resmi Badan Pusat Statistik). Persentase tersebut masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di ASEAN. Di Malaysia misalnya, kontribusi sektor realestatnya terhadap PDB mencapai 20,6%, Singapura mencapai 23,5%, serta Thailand hampir 10%. Banyak faktor […]

  • Lagi, Pengembang Pertanyakan Harga Baru Rumah MBR

    Lagi, Pengembang Pertanyakan Harga Baru Rumah MBR

    • calendar_month Jumat, 15 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengembang kembali mempertanyakan harga jual baru untuk hunian khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Masih belum adanya penyesuaian harga jual rumah subsidi membuat banyak pengembang terpaksa memilih menunda pembangunan dan penjualan. “Tapi bagi pengembang yang terkendala cashflow tentu akan sulit. Sehingga mereka terpaksa tetap melakukan penjualan rumah subsidi,” tutur Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan […]

Translate »
expand_less