Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » REI Ungkap Kendala Pembangunan Rumah Berbasis Komunitas

REI Ungkap Kendala Pembangunan Rumah Berbasis Komunitas

  • account_circle Sandiyu nuryono
  • calendar_month Rab, 13 Jan 2021

Jakarta – Pemerintah diharapkan lebih berperan aktif dalam penyediaan perumahan berbasis komunitas dalam mendukung penyediaan perumahan di Indonesia. Selain itu, berbagai kendala penyediaan perumahan harus segera diselesaikan.

“Program seperti ini harusnya berawal dari Pemerintah Pusat atau Daerah, untuk menyelesaikan bottlenecking penyediaan rumah. Bottlenecking penyediaan rumah ada di Pemda. Jadi Pemda banyak disinggung dalam forum untuk lebih aktif menyediakan rumah bagi rakyat,” jelas Wakil Ketua Umum Koordinator Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Bidang Perumahan Subsidi dan Perumahan Aparatur Pemerintahan, Moerod dalam Webinar bertajuk “Urgensi Perumahan Berbasis Komunitas dalam Mendukung Penyediaan Perumahan di Indonesia”yang diselenggarakan PT Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI), Selasa, 12 Januari 2021.

Lebih jauh Moerod menuturkan, salah satu kendala yang dihadapi dalam penyediaan perumahan berbasis komunitas adalah suku bunga kredit yang cukup tinggi. “Kendala dari sisi supply ialah suku bunga kredit konstruksi yang masih sangat tinggi khususnya rumah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,75%, namun kredit konstruksi 12-13%,” kata Moerod.

Sementara itu, Laboratory for Housing and Human Settlement, Department of Architecture, ITS Surabaya ‪Susetyo Firmaningtyas mengatakan, beberapa kebijakan pemerintah sulit diaplikasikan di lapangan.”Terutama karena keterbatasan waktu dan sumberdaya. Misalnya, program rumah khusus yang wajib dibangun di lahan Pemda, sayangnya banyak pemda tidak memiliki lahan. Lahan yang ada umumnya lahan kas desa,” terang Susetyo.

Dalam pembangunan, lanjut Susetyo, standarisasi jangan dijadikan batasan yang kaku. “Arsitektur tradisional perlu mendapat tempat dalam penyelenggaraan permukiman di Indonesia,” ucap Susetyo.

Terkait peran Pemerintah Daerah dalam pembangunan perumahan berbasis komunitas, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid dalam paparannya menjelaskan, Pemerintah Daerah berperan memberi bantuan infrastruktur dasar untuk menunjang berfungsinya perumahan komunitas berupa jalan poros, jaringan listrik, dan jaringan primer air bersih,

“Pemerintah Daerah juga berperan dalam pemberdayaan dan perjanjian kesepahaman dengan komunitas, serta menetapkan komunitas dan penyusunan dan pengesahan siteplan,” kata Khalawi.

Perluas Kesempatan

Kementerian PUPR terus mendorong penyediaan rumah berbasis komunitas. Skema ini memberikan kesempatan bagi pekerja di sektor nonformal yang memiliki kesulitan akses Kredit pemilikan Rumah (KPR) dapat memperoleh subsidi rumah. Kementerian PUPR menargetkan pembangunan rumah berbasis komunitas sebanyak 9.000 unit di 32 Kabupaten/Kota di tahun 2020.

“Perumahan komunitas dimaksudkan untuk memperluas peluang Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk tinggal di rumah layak dan terjangkau dalam perumahan yang sehat, aman, harmonis dan berkelanjutan,” ungkap Khalawi.

Tujuan pembangunan perumahan komunitas, jelas Khalawi adalah Kemudahan dalam memperoleh rumah bagi yang belum memiliki rumah namun mereka mampu membeli tanah secara mencicil. “Selain itu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membangun lingkungan perumahan yang harmonis berbasis kekeluargaan,” jelas Dirjen Perumahan.

Di Jawa Tengah, Pemerintah Daerah setempat memfasilitasi pembangunan perumahan bagi tujuh komunitas. Ketujuh Kabupaten/Kota yang difasilitasi pemerintah Provinsi Jawa Tengah, antara lain Boyolali (35 unit), Cilacap (29 unit), Jepara (52 unit), Kendal (13 unit), Kota Magelang (20 unit), Purbalingga (15 unit) dan Brebes (22 unit).

“Tujuh komunitas akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperoleh bantuan rumah bagi anggotanya. Tujuh komunitas di tujuh kabupaten/kota rencana sejumlah 186 unit,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Arief Djatmiko. (ADH)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buka Inacraft 2022, Jokowi Ajak Masyarakat Cintai Kerajinan Lokal

    Buka Inacraft 2022, Jokowi Ajak Masyarakat Cintai Kerajinan Lokal

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka perhelatan The 22nd Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu, 23 Maret 2022. Dalam sambutannya, Kepala Negara mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai produk kerajinan dalam negeri. “Saya mengajak masyarakat untuk mencintai produk-produk produksi dalam negeri utamanya produk-produk kerajinan. Ini akan […]

  • Beli Rumah Enggak Ribet di Metland Blanjaproperti

    Beli Rumah Enggak Ribet di Metland Blanjaproperti

    • calendar_month Jum, 14 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    BEKASI – PT Metropolitan Land Tbk. atau Metland meluncurkan program Metland Blanjaproperti untuk menarik masyarakat yang ingin mewujudkan memiliki rumah impian tanpa ribet dengan menawarkan banyak produk, promo berlimpah dan, dukungan bunga bank yang menarik. Metland Blanjaproperti diselenggarakan dari periode 11 Juli – 11 Oktober 2023 dilaksanakan secara hybrid baik online melalui situs website www.blanjaproperti.com […]

  • produk furnitur

    Hadapi Sejumlah Tantangan, Ekspor Furnitur Masih Tumbuh 33%

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Industri furnitur memiliki peranan penting terhadap peningkatan kinerja sektor manufaktur dan ekonomi nasional. Hal itu tercemin dari capaian nilai ekspor produk furnitur nasional yang menembus USD2,5 miliar pada tahun 2021 atau naik 33% dibanding tahun sebelumnya sebesar USD1,9 miliar. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Pembukaan Pameran Indonesia International Furniture […]

  • desa wisata

    Bali Harus Jadi Center of Excellent Pengelolaan Desa Wisata

    • calendar_month Sab, 24 Sep 2022
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah mengupayakan Bali sebagai salah satu destinasi unggulan tanah air menjadi pusat pengembangan pendidikan (center of excellence) pariwisata bagi daerah lain. Selain itu, menjadikan Bali sebagai pusat pengembangan desa wisata berkualitas dan berkelanjutan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. “Bali harus dapat berkembang lebih jauh. Tidak hanya sebagai destinasi, namun juga sebagai center of […]

  • Daya Tahan Perekonomian RI Tahun 2022 Stabil

    Daya Tahan Perekonomian RI Tahun 2022 Stabil

    • calendar_month Rab, 4 Jan 2023
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut daya tahan perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2022 masih terjaga dan relatif baik. Utamanya karena adanya permintaan dan produksi yang cukup kokoh dari setiap sektor. “Ini tentu memberikan suatu optimisme kepada kita semuanya. Ada confidence, namun kita hati-hati, karena memang imbas dan gelombang gejolak dunia sangat dahsyat,” […]

  • Hindari Aksi Mafia Tanah, Masyarakat Juga Diminta Waspada

    Hindari Aksi Mafia Tanah, Masyarakat Juga Diminta Waspada

    • calendar_month Sen, 22 Nov 2021
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kasus balik nama sertipikat tanah yang menimpa artis Nirina Zubir masih menjadi sorotan publik. Pasalnya, balik nama dilakukan oleh orang terdekatnya yang melakukan tindak kejahatan pertanahan yang kemudian bisa disebut dengan mafia tanah. Dalam hal ini, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tidak bisa mengantisipasi sendiri atas tindak kejahatan yang terjadi, […]

Translate »
expand_less