Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Bamsoet: MPR akan Kawal Aturan Pelaksana UU Cipta Kerja

Bamsoet: MPR akan Kawal Aturan Pelaksana UU Cipta Kerja

  • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) menyampaikan harapan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI agar aturan pelaksana UU Cipta Kerja konsisten dan sejalan dengan visi Presiden RI untuk memudahkan innvestasi dan mempercepat penciptaan lapangan kerja. REI berharap lembaga tertinggi negara itu ikut mengawal pembahasan aturan turunan UU Cipta Kerja.

Hal ini menjadi pembahasan penting dalam pertemuan antara Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida, Sekjen DPP REI Amran Nukman HD, Wakil Ketua Umum Koordinator DPP REI Hari Ganie dan Wakil Ketua Umum DPP REI Ikang Fawzi dengan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Selasa (12/1/2020).

“Kami telah mengkaji beberapa Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) maupun Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) yang terkait dengan industri properti, kami berharap MPR RI dapat mengawal agar aturan pelaksana UU Cipta Kerja ini sejalan dengan tujuan awalnya”, ujar Totok dalam pertemuan tersebut.

Beberapa pokok substansi yang menjadi perhatian REI dalam aturan pelaksana UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja itu antara lain soal Perjanjian Pendahuluan Jual Beli (PPJB), Hunian Berimbang, dan lain sebagainya. Menurut hasil kajian dari DPP REI terdapat beberapa persoalan dalam isu yang dibahas. Misalnya di dalam aturan PPJB yang dipublikasikan dalam website resmi Cipta Kerja, syarat melakukan PPJB antara lain sertifikat, persetujuan bangunan gedung (PBG), pertelaan, dan telah terbangun 20% dari luas area pengembangan.

Menurut Totok, hal pemenuhan syarat-syarat tersebut sangat bergantung dari pihak ketiga dan tidak memungkinkan secara prosedur. “Pengembang menengah dan mikro akan terdampak bila aturan ini diterapkan” ujar dia.

Bambang Soesatyo mengaku memahami usulan-usulan DPP REI dan akan mempelajari hingga menindaklanjuti hasil kajian aturan pelaksana dari DPP REI tersebut. “Ada 174 industri ikutan dari sektor realestat dan banyak UMKM yang terdampak dari peranan sektor ini, sehingga tentu butuh perhatian semua dari semua pihak terlebih pemerintah,” kata Bamsoet, panggilan akrabnya.

Selaku Ketua MPR RI dia menegaskan akan mengawal agar aturan pelaksana UU Cipta Kerja sesuai dengan tujuan awalnya. (MRI)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian PUPR Jajaki Kerja Sama Teknologi Jerman di Proyek IKN

    Kementerian PUPR Jajaki Kerja Sama Teknologi Jerman di Proyek IKN

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama pemanfaatan inovasi teknologi dari Jerman untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Potensi kerja sama kedua negara seiring inovasi teknologi dari Jerman yang mengedepankan konsep keberlanjutan lingkungan untuk diimplementasikan dalam pengembangan IKN. “Karena kondisi geo-nya sangat spesifik, kondisi tanah. Mungkin anda memiliki teknologi untuk […]

  • Lagi, Pengembang Pertanyakan Harga Baru Rumah MBR

    Lagi, Pengembang Pertanyakan Harga Baru Rumah MBR

    • calendar_month Jumat, 15 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengembang kembali mempertanyakan harga jual baru untuk hunian khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Masih belum adanya penyesuaian harga jual rumah subsidi membuat banyak pengembang terpaksa memilih menunda pembangunan dan penjualan. “Tapi bagi pengembang yang terkendala cashflow tentu akan sulit. Sehingga mereka terpaksa tetap melakukan penjualan rumah subsidi,” tutur Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan […]

  • Daerah Khusus Jakarta

    Implikasi Jakarta Jadi DKJ, Ruang Kantor Bakal Oversupply

    • calendar_month Kamis, 7 Mar 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Perubahan status Daerah Ibu Kota (DKI) Jakarta menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) memberikan dampak terhadap sektor perkantoran. Salah satu dampaknya adalah bertambahnya suplai ruang kantor di Jakarta karena banyak kantor pemerintahan yang akan kosong. “Untuk perpindahan ibu kota IKN, DKI rencananya akan menjadi DKJ Daerah Khusus Jakarta. Impact-nya ke pasar properti memang banyak […]

  • Laba Bersih Naik 33%, Metland Optimistis Capai Target 2022

    Laba Bersih Naik 33%, Metland Optimistis Capai Target 2022

    • calendar_month Senin, 14 Nov 2022
    • 0Komentar

    BEKASI- PT Metropolitan Land Tbk atau Metland pada kuartal III-2022 membukukan pendapatan usaha sebesar Rp995 miliar atau tumbuh sebesar 67% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp596 miliar. Sedangkan laba bersih emiten berkode MTLA tersebut pada kuartal III- 2022 sebesar Rp269 miliar atau naik sebesar 33% dibandingkan periode yang sama sebesar Rp202 miliar. […]

  • REI Apresiasi Pembentukan Forum Penataan Ruang

    REI Apresiasi Pembentukan Forum Penataan Ruang

    • calendar_month Jumat, 11 Des 2020
    • 0Komentar

    Jakarta – Salah satu terobosan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja terkait aspek penataan ruang yaitu akan dibentuknya Forum Penataan Ruang. Forum ini bertujuan mendorong inklusivitas publik karena menampung aspirasi dari sejumlah elemen masyarakat yang selama ini cenderung termarginalisasi. “Pembentukan Forum Tata Ruang ini nantinya akan melibatkan kalangan akademisi, profesional, Pemerintah Daerah […]

  • PBG Terkatung-katung, Perizinan Properti Terancam Lockdown

    PBG Terkatung-katung, Perizinan Properti Terancam Lockdown

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pelayanan publik terkait Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) masih terkatung-katung sejak Agustus 2021 silam sehingga perizinan properti terancam lockdown. Pemerintah bersama pemangku kepentingan berupaya mengurai permasalahan pelayanan publik di sektor industri properti. “Kami berharap ada solusi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna mendorong percepatan penerbitan Peraturan Daerah (Perda) Retribusi PBG. Produk hukum di level daerah […]

Translate »
expand_less