Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Harga Rumah Subsidi Tak Naik, REI Usulkan Relaksasi Ini

Harga Rumah Subsidi Tak Naik, REI Usulkan Relaksasi Ini

  • account_circle Oki Baren
  • calendar_month Sen, 11 Jan 2021

Jakarta – Asosiasi Realestat Indonesia (REI) menilai pertimbangan untuk tidak menaikkan harga jual rumah bersubsidi di tahun 2021 masih belum menyeluruh karena belum mempertimbangkan beban biaya yang harus ditanggung oleh pengembang selain biaya konstruksi. Untuk itu, REI mengusulkan sejumlah relaksasi serta terobosan dalam upaya menjaga terjaminnya rantai pasokan dan daya beli masyarakat.

“Kami mengharapkan agar pengembang diberikan relaksasi dan kemudahan agar dapat bertahan mampu menyelesaikan kewajiban-kewajiban kepada pihak ketiga,” ucap Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Bidang Perbankan, Umar Husin, saat berbincang dengan industriproperti.com, Senin, 11 Januari 2021.

Adapun relaksasi yang diusulkan oleh REI, diantaranya agar bank pelaksana kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi dapat menyederhanakan serta memperbaiki prosedur akad KPR dan pencairannya. “Bank pelaksana KPR bersubsidi sebaiknya juga tidak hanya fokus pelayanan kepada aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri, serta pegawai swasta yang berpenghasilan tetap saja. Namun juga dapat menyasar kepada calon nasabah yang berpenghasilan tidak tetap atau pekerja sektor informal dengan persyaratan tertentu,” ujarnya.

Kepada otoritas perbankan, imbuh Umar, pihaknya juga mengusulkan agar dapat mendorong penurunan tingkat bunga kredit. “Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat mendorong penurunan tingkat suku bunga bank seiring telah diturunkannya BI Rate 7-Day Repo Rate (BI-7DRR) saat ini yakni 3,75 persen. Ini adalah penurunan suku bunga BI-7DRR terendah sepanjang sejarah,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memastikan tidak menaikkan harga jual rumah bersubsidi untuk tahun ini. Keputusan itu disampaikan dalam Surat Edaran Nomor: KU 0601 – DP/02 tentang Harga Jual Rumah yang Dapat Dibeli Menggunakan KPR Bersubsidi dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) Tahun 2021 tertanggal 7 Januari 2021 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko Djuli Heripoerwanto.

Ada empat poin yang mendasari keputusan tersebut. Pertama, tidak adanya kenaikan biaya konstruksi yang signifikan sepanjang tahun 2020. Kedua, inflasi perdagangan besar sektor konstruksi sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Desember 2020 (year on year) sebesar 0,97.

Ketiga, sesuai data aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKasep), pasokan rumah yang siap akad per 7 Januari sebesar 227.183 unit, melebihi target penyaluran KPR Bersubsidi dan BP2BT tahun ini yakni 212.066 unit. Keempat, tidak adanya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada tahun 2020.

Batasan Penghasilan

DPP REI juga mengusulkan agar perhitungan batasan penghasilan kelompok sasaran yang dapat memanfaatkan KPR Bersubsidi berdasarkan gaji atau upah pokok pemohon per bulan. Saat ini, batasan penghasilan itu menggunakan perhitungan total penghasilan bersih yang diterima calon nasabah yang angkanya maksimal sebesar Rp 8 juta per bulan.

Hal ini sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri PUPR Nomor: 242/KPTS/M/2020 tentang Batasan Penghasilan Kelompok Sasaran Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Bersubsidi, Besaran Suku Bunga/Marjin Pembiayaan Bersubsidi, Lama Masa Subsidi dan Jangka Waktu Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah, Batasan Harga Jual Rumah Umum Tapak dan Satuan Rumah Susun Umum, Batasan Luas Tanah dan Luas Lantai Rumah Umum Tapak, Luas Lantai Satuan Rumah Susun Umum Serta Besaran Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan.

“Kami mengusulkan kepada Pemerintah bahwa untuk batasan penghasilan kelompok sasaran yang dapat memanfaatkan KPR Bersubsidi dihitung berdasarkan gaji/upah pokok pemohon per bulan,” kata Umar.

Pemerintah juga diharapkan dapat mempercepat operasionalisasi Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). “Dengan beroperasinya BP Tapera, diharapkan dapat menambah sumber-sumber pembiayaan perumahan,” tutupnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Jurus Jokowi Hindari Ancaman Krisis Global

    Tiga Jurus Jokowi Hindari Ancaman Krisis Global

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak bangsa Indonesia optimistis, namun tetap berhati-hati menghadapi ancaman krisis global di tahun 2023. Untuk itu, Kepala Negara menyampaikan tiga hal yang harus menjadi perhatian dalam menyikapi kondisi global tersebut. Pertama, nilai ekspor produk Indonesia yang tahun lalu dan sekarang melompat sangat tinggi dapat mengalami penurunan di tahun depan. Hal […]

  • ATR BPN

    Menteri ATR/Kepala BPN Fasilitasi Proyek Prioritas Jabodetabek-Punjur

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan kegiatan fasilitasi sinkronisasi program dan anggaran kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah untuk diusulkan menjadi prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2023. Hal ini seiring berlangsungnya proses penyusunan RKP Tahun 2023. Kegiatan tersebut dalam rangka percepatan penyelesaian isu strategis penataan ruang di Kawasan Perkotaan […]

  • Per 11 Mei 2021, PPDPP Kucurkan FLPP Rp 6,5 Triliun

    Per 11 Mei 2021, PPDPP Kucurkan FLPP Rp 6,5 Triliun

    • calendar_month Rab, 12 Mei 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) per tanggal 11 Mei 2021 sebesar Rp 6,47 triliun. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR memastikan penyaluran KPR FLPP untuk 59.503 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) telah mencapai 37,78 persen dari target tahun 2021 yakni sebesar 155 ribu unit. […]

  • OJK Terus Mendorong Penguatan Posisi Industri Perbankan Syariah

    OJK Terus Mendorong Penguatan Posisi Industri Perbankan Syariah

    • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
    • account_circle Muhammad Rinaldi
    • 0Komentar

    JAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) dengan tema “Menjaga Ketahanan Keuangan Syariah dalam Momentum Pemulihan Ekonomi”. Dalam laporan tersebut antara lain dijelaskan strategi industri keuangan syariah sehingga mampu bertahan dan beradaptasi di masa pandemi. Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menyebutkan strategi yang dilakukan industri keuangan syariah mampu menciptakan […]

  • PUPR Segera Rampungkan Proyek Tol Cimanggis – Cibitung

    PUPR Segera Rampungkan Proyek Tol Cimanggis – Cibitung

    • calendar_month Rab, 2 Jun 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan pembangunan Jalan Tol Cimanggis – Cibitung sebagai bagian dari ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2. Pembangunan jalan tol JORR 2 merupakan salah satu upaya memperlancar arus lalu lintas di area Jabodetabek, yang melewati Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. “Ketersediaan […]

  • Kementerian PUPR Rampungkan 16 Rusun Pekerja Konstruksi IKN

    Kementerian PUPR Rampungkan 16 Rusun Pekerja Konstruksi IKN

    • calendar_month Sel, 20 Des 2022
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan pembangunan rumah susun (rusun) untuk hunian pekerja konstruksi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Sebanyak 16 rusun sudah terbangun dari total target 22 rusun bagi pekerja konstruksi IKN. “Pembangunan rusun untuk hunian pekerja konstruksi di IKN terus berjalan sesuai rencana. […]

Translate »
expand_less