Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Guru Besar UGM: Perlu Perubahan Paradigma Pembangunan Perumahan

Guru Besar UGM: Perlu Perubahan Paradigma Pembangunan Perumahan

  • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tangerang Selatan  Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Budi Prayitno menyatakan perlu adanya pergeseran paradigma dalam pembangunan perumahan dari pendekatan subyek penerima manfaat ke pendekatan sistem kolaboratif berskala besar. Usulan tersebut disampaikannya pada Orasi Ilmiah bertema “Perumahan Kolaboratif Skala Besar Berbasis Komunitas dalam Arus Perubahan” pada Musyawarah Besar (Mubes) II dan Tasyakuran Milad X The Housing and Urban Development (HUD) Institute.

Kolaborasi yang dimaksud Budi ialah penguatan pemberdayaan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pengembang, masyarakat, lembaga keuangan bank maupun non-bank, hingga pendamping baik akademisi maupun lembaga swadaya masyarakat.

“Pada awal tahun 2000 atau sebelumnya dikenal program tridaya atau tribina, khususnya dalam perumahan swadaya dulu dilakukan melalui pendekatan subyek penerima manfaat,” ujar Guru Besar Arsitektur Permukian dan Urbanisme itu.

Namun sekarang, menurut Budi, terjadi pergeseran dan perkembangan paradigma menjadi sistem kolaborasi skala besar.

“Kalau dulu belum kenal pinjam kredit, tapi sekarang ada pembiayaan lahan, pembiayaan mikro, BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan), yang merupakan pendekatan bukan lagi konstruksi rumah,” ujar Budi yang mencontohkan beberapa fenomena yang terjadi dalam pembangunan perumahan di Provinsi Jawa Tengah maupun Kabupaten Tangerang (Provinsi Banten).

“Di Jawa Tengah ada usaha berkelompok membeli tanah dapat rumah, sudah jadi tanah matang, dari situ mengakses bank setempat, bunga sebesar 10 persen, dari situ punya tanah difasilitasi untuk mendapatkan bantuan untuk konstruksinya, dibantu teknologi PUPR, ini sangat berkembang dan cukup bagus,” ujar Profesor Budi dalam paparannya.

“Begitu juga di Kabupaten Tangerang, di pesisirnya ada tanah kas desa, dijual oleh kepala desa secara murah dan dicicil dengan adminstrasi tanah yang legal diserahkan ke warga untuk mendapat fasilitasi dari Pemerintah maupun CSR, hingga dari PT. SMF (Sarana Multigriya Finansial). Tanah milik Pemerintah Kabupaten Tangerang itu diberikan HGB (hak guna bangunan) dalam jangka panjang (sedang dalam proses) hingga bisa diwariskan namun tidak bisa dijual. Artinya ada beberapa skema seperti itu. Di beberapa daerah bahkan bukan hanya diberikan HGB, tapi juga SHM (sertifikat hak milik),” jelas Prof. Budi.

Namun demikian, Prof. Budi juga mengingatkan, agar upaya yang dilakukan juga tetap harus dalam koridor regulasi yang ada. “Tapi harus sangat hati-hati agar tidak menabrak aturan,” tandasnya seraya mengingatkan kepada para pemangku kebijakan yang hadir pada Mubes HUD yang dilakukan secara virtual tersebut.

Adapun penguatan pemberdayaan dalam sistem kolaborasi skala besar membutuhkan komitmen peran dari masing-masing pemangku kewajiban. Pemerintah Pusat menfasilitasi subsidi dan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU). Pemerintah Daerah menfasilitasi infrastruktur yang menjadi kewajiban dan kewenangan Pemda, menyiapkan dukungan regulasi, dan kemudahan perizinan.

Pengembang selaku pelaku usaha berperan dalam menyediakan lahan dan pembangunan perumahan, juga kolaborasi antar pengembang dalam konteks hunian berimbang. Lembaga keuangan menyalurkan pinjaman pembiayaan rumah ataupun lahan.

“Komunitas berperan dalam pembentukan kelompok atau lembaga. Dan terakhir pendamping memiliki peran untuk penguatan kapasitas keswadayaan secara berkelompok,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laba Bersih Summarecon Agung Tahun 2023 Tumbuh 27%

    Laba Bersih Summarecon Agung Tahun 2023 Tumbuh 27%

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk membukukan pendapatan sepanjang tahun 2023 sebesar Rp 6,66 triliun atau tumbuh 14,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga meraih pertumbuhan laba bersih sebesar 27% dari Rp 772 miliar menjadi Rp 1,06 triliun sepanjang tahun 2023. “Berbekal pengalaman selama 49 tahun, Summarecon akan membuka proyek ke-9 yaitu Summarecon Tangerang pada akhir tahun […]

  • Kemenparekraf Jalin Kemitraan dengan Marriot International Inc

    Kemenparekraf Jalin Kemitraan dengan Marriot International Inc

    • calendar_month Sabtu, 30 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menjalin kemitraan dengan Marriot International Inc. Kerja sama ini mencakup pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air. “Kita perlu menjalin kemitraan dengan industri perhotelan sebagai industri yang berkontribusi terhadap sektor pariwisata. Perjanjian kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam upaya pengembangan […]

  • Summarecon Expo 2024

    Saatnya Hunting Properti di Summarecon Expo 2024

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Memasuki usia ke-49 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menyelenggarakan event pameran properti tahunan, Summarecon Expo 2024 bertajuk ‘9 Cities to Explore in 1 Expo’. Pameran properti selama 10 hari dari 22 November hingga 1 Desember 2024 di Gafoy Summarecon Mall Kelapa Gading, ini menghadirkan produk properti unggulan Summarecon dengan beragam benefit serta […]

  • Proyek IKN Picu Optimisme Perekonomian Kaltim

    Proyek IKN Picu Optimisme Perekonomian Kaltim

    • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
    • 0Komentar

    PemerintaJakarta – Proyek pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Baru di Kabupaten Paser Penajam Utara (PPU), Provinsi Kaltim, membawa secercah harapan baru bagi perekonomian daerah. Sejak berakhirnya booming batu bara, perekonomian di Bumi Etam seolah lumpuh tak berdaya. “Proyek IKN merupakan secercah sinar ditengah kegelapan bagi masyarakat Kaltim. Sudah sejak 2015, atau pasca berakhirnya harga batu […]

  • harga residensial rumah

    Harga Rumah Dunia Cetak Rekor Tertinggi

    • calendar_month Minggu, 1 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Knight Frank Global baru saja merilis Global Residential Cities Index untuk periode Q4 2021 yang mencatat pertumbuhan harga residensial (rumah) di berbagai perkotaan dunia. Indeks tersebut menyebutkan bahwa rerata pertumbuhan harga tahunan di sejumlah 150 kota di dunia pada kuartal ke-4 tahun 021 tercatat tumbuh sebesar 11 persen. “Angka tersebut bahkan tercatat sebagai […]

  • pertumbuhan ekonomi

    Menkeu Jabarkan Tantangan Indonesia Jaga Pertumbuhan Ekonomi 2023

    • calendar_month Minggu, 4 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5% pada tahun 2023 dihadapkan pada sejumlah tantangan. “Undang-Undang APBN 2023 mengasumsikan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen. Jadi kalau saya bicara 5,3 persen itu karena ada di dalam Undang-Undang APBN 2023,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 2 Desember 2022. Lebih jauh Menkeu menuturkan, […]

Translate »
expand_less