Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Perhotelan Makin Terpuruk

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Perhotelan Makin Terpuruk

  • calendar_month Rabu, 7 Jul 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Belum dibayarnya biaya akomodasi tenaga medis dan OTG (Orang Tanpa Gejala) oleh pemerintah kepada 14 hotel yang bekerja sama dalam program itu menjadi salah satu kendala yang dihadapi industri perhotelan di DKI Jakarta. Nilainya cukup besar, yakni mencapai Rp140 miliar pada periode Februari hingga Juni 2021.

“Dari laporan teman hotel ada beban sekitar Rp 140 miliar yang belum terbayar, dimohon segera dicairkan karena kita megap sekali cash flow hotel,” ungkap Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwantono dalam konferensi pers virtual, Senin, 5 Juli 2021.

Pihaknya, lanjut Sutrisno, terus mengupayakan komunikasi melalui BPD PHRI DKI Jakarta dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyelesaikan tertundanya 9 batch pembayaran akomodasi tenaga medis dan karantina OTG.

Tidak semua hotel dapat menjadi penyedia layanan isolasi mandiri. Pasalnya, ada beberapa hal yang harus dipenuhi, seperti memiliki setifikat CHSE yang diberikan  diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berbasis Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Sutrisno berharap, hotel-hotel diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti program karantina dan OTG. Dengan begitu diharapkan dapat memberikan angin segar kepada pengusaha perhotelan guna menghadapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021 untuk wilayah Jawa dan Bali.

Makin Terjepit PPKM Darurat

Terkait diberlakukannya PPKM Darurat, Sutrisno mengatakan, industri perhotelan akan mendapatkan pukulan, misalnya dalam hal okupansi. Sebelum diberlakukannya PPKM Darurat, okupansi hotel rata-rata 20-40 persen. Namun, okupansi diperkirakan akan turun menjadi 10-15 persen saat diberlakukannya PPKM Darurat.

“PPKM Darurat berdampak langsung dengan terjadinya penurunan tajam terhadap tingkat hunian, khususnya hotel non program karantina OTG dan repatriasi,” imbuh Sutrisno.

Selama masa PPKM Darurat, pemerintah menerapkan sejumlah pengetatan seperti bekerja dari rumah (Work from Home/WFH) 100 persen. Selain itu,  penutupan mal dan pusat keramaian, seperti hotel dan restoran juga diberlakukan.

Tak hanya okupansi yang menurun, berbagai kegiatan meeting dan pernikahan ada pembatalan semasa PPKM Darurat. Selain itu, pelaku usaha perhotelan juga mesti menanggung beban seperti operasional, biaya pajak, perizinan dan tenaga kerja.

Dalam jangka pendek, salah satu langkah untuk mengurangi beban adalah dengan merumahkan karyawan. Selain itu, PHRI berharap pemerintah memberikan keringanan berupa subsidi listrik 30-50 persen, subsidi air tanah,  beban pajak PB1, PPH, PPN dan lainnya.

“Keadaan ini dapat memicu pengusaha mengambil langkah sulit dengan menghentikan operasional, merumahkan karyawan, bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dapat berdampak pengangguran dan sosial lebih luas,” ungkap Sutrisno.

Dalam bidang ketenagakerjaan, PHRI meminta agar diperbolehkan memberlakukan unpaid leave atau cuti tidak berbayar dan multitasking. Selain itu, pengalihan perpanjangan tenaga kerja waktu tertentu menjadi tenaga kerja harian (casual) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) karyawan terdampak dan paket kesehatan. (ADH)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Investasi Sektor Perkantoran Asia Pasifik Tembus USD58,6 Miliar

    Investasi Sektor Perkantoran Asia Pasifik Tembus USD58,6 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Laporan Asia Pacific Office Market Insights February 2026 yang dikeluarkan Lembaga Konsultan Properti Colliers menunjukkan tahap selanjutnya dalam siklus pasar perkantoran tidak lagi ditentukan oleh seberapa banyak ruang kantor yang disewa perusahaan, tetapi lebih pada di mana, mengapa, dan bagaimana ruang tersebut digunakan. “Ini bukan lagi pasar yang digerakkan oleh volume. Pada 2026, […]

  • Pembangunan IKN

    Delegasi Jepang Intip Peluang Kerja Sama Pembangunan IKN

    • calendar_month Minggu, 2 Apr 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Magnet Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menarik investor tampaknya masih terus terjadi. Terakhir, sejumlah delegasi dari Jepang yang dipimpin oleh Advisor, The Building Center of Japan Senior Advisor, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Dr Hiroto Izumi mengunjungi lokasi pembangunan di kawasan IKN. “Kami siap mendukung pembangunan IKN untuk dapat selesai dengan cepat. […]

  • permasalahan perizinan

    BKPM Ungkap Permasalahan Umum Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Permasalahan umum perizinan berusaha berbasis risiko berkaitan dengan tiga hal, yaitu regulasi, sistem dan sumber daya manusia (SDM). “Secara umum kita melihat permasalahan umum perizinan berbasis risiko. Yang pertama adalah terkait dengan regulasi. Untuk regulasi sendiri ini ada ketidaksesuaian regulasi di PP5/2021  dengan peraturan pelaksanaan baik yang diatur dalam Peraturan Presiden maupun Peraturan […]

  • Pasar Membaik, MAS Group Rilis Bali Resort Tangerang

    Pasar Membaik, MAS Group Rilis Bali Resort Tangerang

    • calendar_month Senin, 5 Sep 2022
    • 0Komentar

    TANGERANG – Pelaku usaha properti optimisme industri properti akan terus membaik memasuki semester II-2022. Pandemi yang terus melandai sejak akhir tahun lalu membuat developer mulai aktif meluncurkan produk terbarunya. Segmen rumah tapak dengan harga di bawah Rp1 miliar masih tetap yang paling diminati pasar. Direktur Utama PT Mekar Agung Sejahtera (MAS Group) Sengkono Dharmawan mengatakan […]

  • Rebranding Kota Wisata Cibubur

    Kota Wisata Cibubur Bersolek Hadirkan Fasilitas Teranyar

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sinar Mas Land terus menambah fasilitas di township yang dikembangkan, yakni di Kota Wisata Cibubur. Fasilitas tersebut melingkupi area komersial, sekolah bertaraf nasional dan nasional plus, rumah ibadah, Fresh Market, hingga Rumah Sakit Eka Hospital. “Dengan ragam fasilitas tersebut, Kota Wisata bertransformasi dari kawasan perumahan menjadi pengembangan urban yang modern,” kata Direktur Sinar […]

  • PUPR: Program Perumahan Fokus pada Pengentasan Kemiskinan dan Stunting

    PUPR: Program Perumahan Fokus pada Pengentasan Kemiskinan dan Stunting

    • calendar_month Rabu, 25 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memfokuskan pembangunan perumahan untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan stunting. Tujuannya adalah meningkatkan kesehatan masyarakat dengan tinggal di rumah layak huni. “Sekarang program perumahan harus fokus di dalam kawasan dalam rangka program pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting di Indonesia,” tegas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat membuka acara […]

Translate »
expand_less