Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » OSS Jamin Inklusivitas Publik terhadap Tata Ruang

OSS Jamin Inklusivitas Publik terhadap Tata Ruang

  • calendar_month Kamis, 10 Des 2020
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Terbitnya Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, selain menjamin kepastian dalam berusaha serta penyediaan lapangan kerja baru bagi masyarakat, ternyata juga memberikan terobosan baru dalam penataan ruang. Produk tata ruang, baik Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) maupun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), selama ini tidak banyak diketahui oleh publik, sehingga banyak masyarakat yang terkena dampaknya.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil mengungkapkan bahwa salah satu akibat masyarakat tidak dapat mengetahui produk dari tata ruang adalah “kejatuhan warna”. “Misalnya, di satu daerah, mulanya berwarna kuning, tiba-tiba berubah menjadi warna hijau. Terjadi juga sebaliknya, sehingga banyak menimbulkan kerumitan,” kata Sofyan A. Djalil dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Gedung Nusantara II, Jakarta, Selasa, 8 Desember 2020.

Permasalahan selanjutnya, apabila seseorang ingin mengurus izin tata ruang harus mendatangi kantor yang mengurusi tentang penataan ruang, yakni dinas tata ruang. Hal ini, menurut Sofyan, sangat tidak efisien dan tidak praktis serta pengurusan izin yang belum tentu taat dengan standar prosedur. “Namun, kini kita punya Online Single Submission (OSS). Dengan melihat RDTR, tinggal langsung mengurus izin lokasinya,” ungkap Sofyan.

Dia mengatakan bahwa di dalam UUCK juga akan dikenalkan terobosan dalam penataan ruang, yakni pembentukan Forum Penataan Ruang yang bertujuan mendorong inklusivitas masyarakat. “Pembentukan forum ini nantinya akan melibatkan akademisi, profesional, Pemerintah Daerah serta pihak-pihak terkait. Ini membuat impelementasi tata ruang lebih dinamis dan partisipatif,” kata Sofyan.

Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Bidang Tata Ruang Hari Ganie berharap, tidak ada lagi jenis-jenis perizinan baru yang bersifat offline. “Pemerintah daerah juga tidak boleh lagi menerbitkan peraturan-peraturan daerah tentang perizinan. Semua arahnya harus sama dengan kebijakan UU Cipta Kerja, yakni lebih cepat, tidak birokratis, tidak bertele-tele, dan meniadakan biaya,” ucap Hari.

Hari juga mengungkapkan, saat ini dari 540 kabupaten/kota di seluruh Indonesia hampir seluruhnya telah menyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Hanya saja, baru segelintir daerah yang telah merampungkan turunan dari RTRW itu, yakni Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). “Saat ini baru ada 60 RDTR dari 540 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Kepala daerah masih banyak yang enggan menerbitkan RDTR. Padahal itu penting sebagai landasan untuk penyelenggaraan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik (OSS),” kata dia.

Senada dengan DPP REI, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) DKI Jakarta, Dhani Muttaqin mengungkapkan harapannya terhadap sinkronisasi OSS dengan RDTR. “Dalam UU Cipta Kerja, tata ruang dijadikan sebagai ujung tombak perizinan berusaha di Daerah, sehingga digitalisasi produk tata ruang mutlak harus dilakukan”, ujar Dhani ketika dihubungi secara terpisah.

Apalagi dalam Rancangan Peraturan Pelaksana (RPP) tentang Penataan Ruang sebagai aturan turunan UU Cipta Kerja, daerah yang sudah memiliki RDTR akan dapat memudahkan perizinan berusaha bagi para pelaku usaha. Hal ini karena kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang bisa dilakukan dengan Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang, yang mana hanya akan menyatakan kesesuaian antara rencana kegiatan pemanfaatan ruang dengan RDTR.

“Daerah yang sudah memiliki RDTR akan lebih mudah untuk menangkap investasi dan memudahkan investor melakukan perizinan berusaha. Sebab prosedur investasi bisa hanya dengan melakukan konfirmasi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang”, ujar Dhani.

Lebih lanjut, Dhani dan para perencana Kota yang tergabung dalam IAP DKI berharap implementasi OSS akan sesuai dengan semangat UU Cipta Kerja. “Jangan sampai implementasi OSS ke depan akan menyimpang jauh dari yang kita harapkan dari UU Cipta Kerja,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apindo Minta PPN DTP Diperpanjang

    Apindo Minta PPN DTP Diperpanjang

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pelaku usaha meminta perpanjangan relaksasi Pajak Penjualan (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi pembelian rumah tapak dan rumah susun. Saat ini, PPN DTP hanya berlaku per Maret hingga Agustus 2021. “Kami berharap Pemerintah dapat memperpanjang jangka waktu pemberian insentif PPN DTP. Hal ini agar terciptanya herd immunity di sektor properti dapat terbentuk. Dengan begitu […]

  • Nikmati KPR BTN Merdeka di IPEX 2022, Bunga Hanya 2,22%

    Nikmati KPR BTN Merdeka di IPEX 2022, Bunga Hanya 2,22%

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA- Memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menggelar pameran perumahan terbesar di Indonesia yakni Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 dengan tema “KPR BTN Merdeka”. IPEX 2022 diadakan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan dan berlangsung mulai 13-21 Agustus 2022. Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo mengatakan permintaan […]

  • Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata

    KPK: Cegah Korupsi, Parameter Perizinan Harus Jelas

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan parameter perizinan dalam berusaha harus memiliki parameter yang jelas. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya korupsi dalam pengurusan perizinan. “Syarat-syarat parameter perizinan itu juga harus jelas tolak ukurnya. Jangan sampai syarat itu didasarkan atas diskresi atau kebijakan,” tegas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata dalam Bincang […]

  • Bandara Trunojoyo Diresmikan, Layani Rute Jakarta dan Surabaya

    Bandara Trunojoyo Diresmikan, Layani Rute Jakarta dan Surabaya

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Bandara Trunojoyo di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur memiliki peran strategis melayani kebutuhan transportasi masyarakat di Pulau Madura serta pulau-pulau lain sekitarnya. Kehadiran infrastruktur penunjang transportasi udara ini akan memudahkan mobilisasi masyarakat dari pulau di sekitar Madura sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi. “Bandara ini akan sangat penting untuk meningkatkan konektivitas, memudahkan keterhubungan dengan pulau-pulau kecil di […]

  • Pakai Lima Bahan Alami Ini, Furnitur Kayu Makin Eksotis

    Pakai Lima Bahan Alami Ini, Furnitur Kayu Makin Eksotis

    • calendar_month Minggu, 22 Agt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Furnitur berbahan kayu menampilkan kesan klasik dan keindahannya yang eksotis tak lekang oleh waktu. Guna makin memancarkan pesonanya, banyak dari kita mempercantik tampilan furnitur kayu dengan finishing memakai cat, pernis dan pelitur. Sayangnya, ketiga bahan tersebut memiliki efek negatif terhadap kesehatan. Namun, tahukah Anda bahwa ada sejumlah bahan alami yang mampu memancarkan keindahan […]

  • Pasar Hunian di Bogor Diyakini Tetap Bersinar di 2023

    Pasar Hunian di Bogor Diyakini Tetap Bersinar di 2023

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
    • 0Komentar

    SENTUL – Meski memengaruhi minat beli masyarakat, namun isu resesi ekonomi global yang gencar diberitakan tidak menyurutkan semangat pengembang untuk tetap berekspansi meluncurkan produk-produk terbarunya. Pelaku usaha properti memilih memperbanyak pameran dan melakukan promosi ke masyarakat, serta bersinergi dengan perbankan. “Sejak semester II-2022 memang isu dan berita tentang resesi ekonomi global berdampak pada penjualan properti. […]

Translate »
expand_less