Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pembahasan RUU Kepariwisataan Diserahkan ke Periode Mendatang

Pembahasan RUU Kepariwisataan Diserahkan ke Periode Mendatang

  • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pemerintah bersama Komisi X DPR RI telah menyepakati pembahasan Rancangan Undang-Undang  (RUU) Kepariwisataan untuk dioper (carry over) ke periode mendatang. Kesepakatan tersebut diperoleh dalam Rapat Kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bersama Komisi X DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9/2024).

“Komisi X DPR RI dan Pemerintah sepakat mengusulkan RUU tentang Perubahan Ketiga Atas UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan menjadi RUU operan (carry over) untuk periode 2024-2029,” ujar Ketua Komisi X DPR yang juga pimpinan rapat, Syaiful Huda, dalam siaran pers yang dikutip Rabu, 25 September 2024.

Ketentuan tentang carry over ini sebagaimana diatur dalam Pasal 87 ayat (3) dan Pasal 110 Peraturan DPR RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pembentukan Undang-Undang.

Syaiful Huda mengatakan, Komisi X DPR RI dan pemerintah juga bersepakat bahwa RUU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan ini akan diteruskan ke Badan Legislasi (Baleg) DPR RI untuk mendapatkan persetujuan sebagai RUU operan (carry over) dan masuk menjadi RUU prioritas yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2025.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU Kepariwisataan, Abdul Fikri Faqih, mengatakan dalam rapat konsinyasi sebelumnya, pemerintah mengapresiasi inisiasi DPR RI terkait RUU Nomor 10/2009 tentang Kepariwisataan. Namun menurut pemerintah, RUU  inisiatif DPR ini telah mengubah sistematika materi muatan lebih dari 50 persen.

“Terdapat 1.508 DIM (daftar inventarisasi masalah) yang disampaikan pemerintah, sehingga diputuskan untuk perlunya kajian mendalam terhadap pandangan catatan dan argumentasi dari tim Panja pemerintah,” ujar Fikri.

Keputusan pembahasan RUU Kepariwisataan dioper ke periode selanjutnya karena masih terdapat hal-hal krusial yang belum dapat diputuskan. Antara lain dalam hal perbedaan cara pandang terhadap pengaturan RUU mengenai substansi budaya dengan pariwisata dan pengaturan ekosistem kepariwisataan.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, mengatakan Pemerintah dan Panja RUU Kepariwisataan telah bersepakat untuk melakukan kajian mendalam terhadap DIM yang telah diajukan oleh pemerintah. “Pemerintah tetap berpendirian bahwa Perubahan UU Nomor 10/2009 menjaga perubahan dibawah 50 persen,” kata Wamenparekraf Angela.

Kajian mendalam tersebut harus dapat melibatkan pemangku kepentingan kepariwisataan melalui forum yang dimungkinkan dalam UU Nomor 13/2022 sebagai wujud partisipasi masyarakat.

RUU Kepariwisataan Sokong Perekonomian

Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi pembahasan dan kesepakatan yang telah dicapai dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI tentang pembahasan RUU tentang Perubahan Ketiga Atas UU Nomor 10/2009 tentang Kepariwisataan. “Kiranya pembahasan hari ini membawa hasil terhadap pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” tukasnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, mencatat pembahasan RUU Kepariwisataan sudah dibahas 10 kali masa sidang atau sekitar 2 tahun melalui Panja. Pariwisata merupakan salah satu sektor penting yang menyokong perekonomian Indonesia. Tapi tata kelola kepariwisataan di Indonesia menghadapi beragam tantangan seperti regulasi, keberlanjutan, lingkungan, SDM dan lain sebagainya.

Dede menyebut perlu kajian mendalam terhadap RUU dan menggali masukan dari pelaku kepariwisataan. RUU ini layak menjadi RUU carry over untuk dibahas DPR periode 2024-2029. Sebab ada substansi penting yang belum disepakati. RUU Kepariwisataan perlu dilakukan pendalaman, mendapat masukan pakar, uji publik dan lainnya.

“RUU ini diharapkan menjadi pondasi kuat untuk membangun pariwisata Indonesia menjadi inklusif dan berkelanjutan,” harapnya.

Wakil Ketua Komisi 10, Hetifah Sjaifudian, menambahkan pemerintah dan DPR telah membahas berbagai substansi RUU Kepariwisataan. Fraksi partai Golkar mendukung substansi RUU Kepariwisataan yang mengubah paradigma mass tourism menjadi quality tourism, menjaga nilai-nilai yang hidup di masyarakat seperti adat istiadat, warisan budaya, kekayaan alam dan lainnya.

Hetifah mengingatkan kepariwisataan harus berkelanjutan dan budaya lokal bertaraf internasional sehingga dapat meningkatkan kemakmuran serta kesejahteraan rakyat. Daftar inventarisasi masalah (DIM) RUU Kepariwisataan berjumlah lebih dari 1.500 DIM yang disodorkan pemerintah membutuhkan waktu pembahasan yang cukup.

Sayangnya, rentang waktu yang tersisa bagi pemerintah dan DPR untuk membahas RUU Kepariwisataan sangat singkat jelang demisioner. Sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pembahasan secara mendalam. Beberapa substansi penting yang butuh waktu memadai untuk dibahas antara lain soal budaya dan pariwisata serta ekosistem kepariwisataan.

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konstruksi Tol Cijago Seksi 3 Dimulai

    Konstruksi Tol Cijago Seksi 3 Dimulai

    • calendar_month Senin, 31 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan Jalan Tol Cinere – Jagorawi (Cijago) Seksi 3, Kukusan – Cinere sepanjang 5,44 km. Proyek infrastruktur ini menelan biaya investasi sebesar Rp 3,2 triliun dan biaya konstruksi Rp 1,2 triliun. Pembangunan ruas tol ini diyakini bakal meningkatkan volume distribusi barang dan jasa di kawasan […]

  • Sewa Kantor Asia-Pasifik Tetap Naik di Tengah Tekanan Global

    Sewa Kantor Asia Pasifik Tetap Naik di Tengah Tekanan Global

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Hasil riset Lembaga Konsultan Properti Knight Frank memaparkan kenaikan harga sewa kantor premium sebesar 0,8% secara kuartalan pada Kuartal I 2026 di kawasan Asia Pasifik. Kenaikan tipis harga sewa disokong oleh momentum yang berkelanjutan di pasar India dan Australia. “Meningkatnya konflik di Timur Tengah kembali menghadirkan ketidakpastian geopolitik. Namun demikian, sentimen penyewa di […]

  • Presidensi G20 Dukung Pengembangan Infrastruktur Berkelanjutan

    Presidensi G20 Dukung Pengembangan Infrastruktur Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarawati menekankan pentingnya Presidensi G20 untuk membangkitkan pengembangan infrastruktur berkelanjutan khususnya pasca pandemi. Menkeu menyampaikan ini pada sesi Keynote Dialogue rangkaian kegiatan Special Event Toward G20 Summit bertema; ‘Infrastructure Development Through Innovation and Collaborative Financing: Toward Greater Inclusivity and Productivity’ di The Convene, Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin dan […]

  • Kementerian PUPR Masih Matangkan Skema Rent to Own

    Kementerian PUPR Masih Matangkan Skema Rent to Own

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang mematangkan skema baru pembiayaan perumahan secara sewa beli atau rent to own. Saat ini sejumlah bank bahkan sudah mengajukan produk terbaru berbasis skema rent to own. Skema kepemilikan rumah secara sewa beli merupakan perjanjian khusus yang memungkinkan konsumen dapat membeli rumah setelah beberapa tahun menyewa […]

  • Realisasi Pajak per Maret Capai Rp342,9 Triliun, PBB Urutan Ketiga

    Realisasi Pajak per Maret Capai Rp342,9 Triliun, PBB Urutan Ketiga

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi penerimaan pajak sampai dengan 15 Maret 2024 tercatat sebesar Rp 342,88 triliun atau setara 17,24 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak lainnya menempati urutan ketiga teratas yakni Rp 2,56 triliun atau setara 6,79 persen dari target. Selain PBB, penerimaan pajak tertinggi berasal […]

  • sentul city csr

    Konsistensi Sentul City Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Sekitar

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • 0Komentar

    SENTUL CITY – Kawasan permukiman Sentul City yang dikembangkan PT Sentul City Tbk (BKSL) mengusung visi eco-city yang berkomitmen kepada peningkatan kualitas hidup dan memastikan aspek keberlanjutan (sustainability) lingkungan menjadi bagian integral dari setiap aktivitas pengembangan kotanya. Penegasan itu disampaikan CEO PT Sentul City Tbk (BKSL), Eddy Sindoro dalam keterangannya, Sabtu (29/3). Menurutnya, dengan berfokus […]

Translate »
expand_less