Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » PPN DTP 100% dan Kuota Tambahan FLPP Bakal Pacu Kembali Penjualan Rumah

PPN DTP 100% dan Kuota Tambahan FLPP Bakal Pacu Kembali Penjualan Rumah

  • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Pemerintah kembali memberlakukan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Di Tanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah sebesar 100% hingga Desember 2024, dari semula hanya 50%. Selain itu, pemerintah juga menambah kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) unit dari 166.000 unit menjadi 200.000 unit.

Untuk merealisasikan pemberian insentif PPN DTP sebesar 100% hingga Desember 2024, pemerintah telah mengalokasikan anggaran tambahan senilai Rp500 miliar.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (DPP REI) Joko Suranto mengatakan kedua kebijakan pemerintah itu menjadi kabar gembira karena sejalan dengan yang telah REI perjuangkan selama ini yakni PPN DTP sebesar 100% diperpanjang sampai Desember 2024, serta adanya kuota tambahan FLPP.

Menurutnya, kedua kabar tersebut menunjukkan bukti bahwa pemerintah telah memberikan perhatian yang besar dan memiliki keyakinan kalau sektor properti khususnya perumahan dapat menjadi tuas pengungkit bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi, sektor properti memiliki keterkaitan erat dengan ratusan industri usaha di sektor riil.

“Terkait kebijakan PPN DTP yang kembali diberikan diskon sebesar 100% tentu ini positif, karena sejak pengurangan diskon mulai Juli 2024 menjadi hanya 50% memang terjadi penurunan penjualan sekitar 30%-35% dibandingkan Januari-Juni atau ketika masih ditanggung 100%,” ungkapnya.

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto

Joko Suranto berkeyakinan adanya keputusan baru ini dapat mendongkrak kembali realisasi penjualan rumah yang memanfaatkan insentif fiskal tersebut. Pengembang akan berusaha keras agar perpanjangan PPN DTP sebesar 100% ini efektif untuk memacu penjualan rumah. Dia memprediksi penjualan dapat kembali meningkat seperti periode Januari-Juni 2024 lalu dengan rata-rata penyerapan anggaran PPN DTP sekitar Rp160 miliar – Rp170 miliar setiap bulannya.

Berdasarkan data yang diterima REI, rumah yang paling banyak terserap lewat program PPN DTP adalah rumah seharga di bawah Rp1 miliar dengan persentase sekitar 70%. Sementara sisanya sebesar 30% merupakan rumah di atas Rp1 miliar. Dengan data tersebut, diprediksi pasar hunian di harga Rp1 miliar ke bawah masih akan mendominasi penyerapan PPN DTP.

“Sektor properti tetap membutuhkan stimulus yang memadai sehingga dapat bergerak positif. Terlebih sektor ini diproyeksikan akan mengalami rebound pada semester II-2025, sehingga perlu didorong terus dengan keberadaan PPN DTP di tahun depan, setidaknya sebesar 50%” ujar CEO Buana Kassiti Group tersebut.

Kuota FLPP

Penambahan kuota FLPP dari 166.000 unit menjadi 200.000 unit juga menjadi angin segar bagi konsumen dan pengembang rumah bersubsidi. Menurut Joko Suranto, REI sudah mendorong tambahan kuota FLPP ini sejak 3 bulan lalu, karena memprediksi pada akhir Agustus 2024 kuota sudah habis. Adapun kuota FLPP tahun 2024 awalnya ditetapkan hanya untuk 166.000 unit atau turun 30% dibandingkan kuota 2023 sebanyak 229.000 unit.

“Meski belum memenuhi harapan, tetapi tambahan kuota FLPP cukup melegakan terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang akan melakukan akad kredit pemilikan rumah. REI terus memantau tambahan kuota ini dari sejak diputuskan oleh Presiden Jokowi di rapat terbatas pada dua minggu lalu, kemudian berlanjut di Kemenko Perekonomian dan Kemenkeu. Jadi, tahap per tahap terus kami monitor dan dorong bersama,” jelasnya.

Sebelumnya, REI mengusulkan kuota FLPP tahun 2024 dapat mencapai 250.000 unit, atau setidaknya sama dengan realisasi tahun 2023 sebanyak 229.000 unit. Tetapi yang disetujui hanya 200.000 unit atau hanya ditambah 34.000 unit. Sementara data Satgas FLPP REI menyebutkan bahwa kebutuhan kuota untuk anggota REI saja mencapai 54.000 unit.

“Masih ada harapan (kuota) akan ditambah lagi, jika ada indikasi serapannya cepat. Tetapi saya melihat tambahan kuota yang sekarang ini bisa menjadi hal yang positif, sebagai bentuk perhatian dari pemerintah,” tegas Joko Suranto.

Selain itu, tambahan kuota FLPP ini menjadi alas pijakan yang baik terhadap program pembangunan 3 juta rumah yang digagas presiden terpilih Prabowo Subianto. Menurutnya, tambahan kuota juga memperlihatkan adanya konsistensi pemerintah terhadap program perumahan termasuk dalam hal anggaran. REI pun berharap FLPP dapat diteruskan, dan ditingkatkan anggarannya di tahun 2025.

“Tahun depan, kami sebenarnya mengusulkan kuota FLPP dapat ditingkatkan menjadi 500.000 unit, meski pun informasinya kuota FLPP tahun 2025 sebanyak 300.000 unit atau sebesar Rp23 triliun. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut termasuk soal anggaran untuk program 3 juta rumah,” ujarnya. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • REI Banten Property Expo 2024

    REI Banten Satukan Hati dan Semangat Dukung Program 3 Juta Rumah

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • 0Komentar

    CILEGON – Jelang penutupan tahun, Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Banten kembali menggelar REI Banten Property Expo 2024 di Cilegon Center Mall, Banten, dari tanggal 26 Oktober hingga 3 November 2024. Pameran properti ini diikuti puluhan proyek milik anggota REI Banten sebagai bentuk dukungan pada Program 3 Juta Rumah. Ketua DPD REI Banten, […]

  • rumah subsidi dengan kredit program perumahan

    PUPR Tingkatkan Bantuan PSU Perumahan di 2023 Jadi 27.825 unit

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan tidak hanya mendorong penyediaan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tetapi juga melengkapi lingkungan perumahan melalui pembangunan prasarana sarana dan utilitas umum (PSU). Pada 2022, anggaran penyaluran bantuan PSU rumah umum senilai Rp0,169 triliun dengan capaian sebanyak 20.757 unit atau […]

  • Rakernas REI 2021, Jokowi Harapkan Pengembang Jaga Momentum Pertumbuhan

    Rakernas REI 2021, Jokowi Harapkan Pengembang Jaga Momentum Pertumbuhan

    • calendar_month Senin, 20 Des 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI Tahun 2021 dengan mengusung tema “Menyatukan Langkah dan Strategi Bisnis Realestat Pasca Pandemi” di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Senin (20/12). Kegiatan ini diadakan terbatas secara hibrid serta diikuti perwakilan pengurus daerah dari seluruh Indonesia. Presiden Joko Widodo saat membuka Rakernas REI 2021 menegaskan […]

  • Daya Saing Ekonomi Nasional Terus Diperkuat

    Daya Saing Ekonomi Nasional Terus Diperkuat

    • calendar_month Senin, 8 Agt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sektor industri, perdagangan, dan investasi memiliki peran yang mendalam sebagai katalisator dalam mewujudkan perekonomian nasional yang resilien dan berdaya saing. Penguatan sektor industri akan berdampak pada peningkatan nilai tambah input aktivitas produksi, sehingga mampu menghasilkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan nasional dan menjaga stabilitas neraca perdagangan. Di sisi lain, penguatan industri perlu didorong […]

  • rumah subsidi

    Pengembang Masih Tunggu Kejelasan Harga Rumah Subsidi

    • calendar_month Jumat, 3 Mar 2023
    • 0Komentar

    MEDAN – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menilai terus ditundanya kenaikan harga rumah bersubsidi akan memengaruhi pasokan rumah kepada masyarakat pada tahun ini. Pengembang menunggu jawaban jelas dari pemerintah karena penundaan demi penundaan sudah sering terjadi. Terakhir, pemerintah menjanjikan harga baru rumah subsidi akan dilakukan pada Februari lalu. “Memang tadi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) DPP […]

  • Pulau Maitara

    Terpetakan Lengkap, Pulau Maitara Sisakan Persoalan Tanah

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pulau Maitara, Maluku, secara administrasi termasuk pulau yang sudah lengkap terpetakan, baik kawasan hutan maupun areal penggunaan lain (APL). Meskipun begitu, beberapa masyarakat masih memiliki persoalan tanah yang masuk ke dalam kawasan hutan. Alhasil, masyarakat tidak bisa memanfaatkan tanahnya secara optimal. “Sekarang ini yang jelas kalau memang sudah ada pemanfaatan, manfaatkan dan jaga […]

Translate »
expand_less