Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » REI Dorong Kementerian Benahi Regulasi Perizinan Perumahan

REI Dorong Kementerian Benahi Regulasi Perizinan Perumahan

  • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyambut baik kehadiran Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman pada Kabinet Merah-Putih yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (21/10) lalu. Hal itu menandai adanya perhatian yang positif dari pemerintah terhadap sektor perumahan.

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan kehadiran kementerian yang mengurusi sektor perumahan merupakan bentuk keseriusan dan keberpihakan pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan rumah rakyat dari kota hingga desa, serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha di sektor perumahan.

“Adanya kementerian sendiri ini patut kita syukuri, karena berarti ada keseriusan dan perhatian pemerintah terhadap industri perumahan nasional setelah melihat bahwa sektor perumahan ternyata memiliki daya ungkit terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, menyerap banyak tenaga kerja, menekan stunting pada anak dan efektif mendukung pengentasan kemiskinan. Itu semua inline dengan semangat propertinomic REI,” ungkapnya.

Menurut Joko, adanya kementerian khusus perumahan berarti akan ada kebijakan yang mendorong akselerasi pembiayaan dan perbaikan regulasi menjadi lebih baik. Kebijakan pembiayaan diharapkan semakin memberi kemudahan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah, demikian pula kebijakan regulasi yang baik akan positif karena ada kepastian berusaha termasuk prosedur perizinan yang mudah dan cepat seperti diinginkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman diharapkan dapat memperbaiki kekurangan dari cara-cara yang dilakukan sebelumnya agar hasil yang dicapai dapat berbeda. Kita harus sadar ada angka backlog (kekurangan pasokan rumah) sebesar 12,7 juta unit yang dalam satu dekade hanya turun di bawah 10% saja. Jadi, cara tata kelolanya jelas harus diubah,” kata CEO Buana Kassiti Group itu.

Untuk itu, anggota Satgas Perumahan tersebut mendorong kementerian yang saat ini telah terbentuk menyiapkan ekosistem pasokan (supply) dan permintaan (demand) perumahan agar bisa berjalan lebih cepat, lebih terukur, dan lebih akomodatif. Ekosistem perizinan yang selama ini masih tersebar di beberapa kementerian/instansi pemerintah juga dapat segera direlaksasi, disimplifikasi dan diharmonisasi.

REI sebagai pelaku usaha optimistis Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dapat menuntaskan berbagai hambatan terkait pasokan dan permintaan perumahan. Kementerian ini, kata Joko, nantinya akan menjadi konduktor, regulator  dan juga eksekutor dalam menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi di lapangan. Dia juga merasa yakin berbagai persoalan yang muncul akan dapat diselesaikan bersama.

Lebih lanjut, REI nantinya berharap dapat segera duduk bersama dengan setidaknya 5 kementerian yang beririsan kuat dengan sektor perumahan untuk mengharmonisasikan berbagai kebijakan. Kelima kementerian itu antara lain Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM sebagai pengelola Online Single Submission (OSS) atau Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

“Perlu ada kesamaan dalam membaca data dan fakta. Karena selama ini untuk mengurus perizinan Amdal saja bisa lebih dari enam bulan, sehingga kalau paralel seluruh perizinan selesainya paling cepat setahun. Kami sudah sering memitigasi problem mendasar terkait perizinan, dan ini harus dituntaskan dulu,” ujar Joko Suranto

Partisipasi REI

Pemerintahan Prabowo Subianto menjadi sektor perumahan sebagai salah satu pintu masuk untuk pengentasan kemiskinan di Indonesia. Melalui penyediaan perumahan layak huni akan dibangun sebanyak 3 juta unit rumah setiap tahun, dengan perincian 2 juta rumah di pedesaan dan pesisir, serta 1 juta rumah di perkotaan.

Joko Suranto menegaskan, pihaknya siap berpartisipasi dan diandalkan pemerintah untuk pembangunan 3 juta rumah, baik di perkotaan maupun di pedesaan Di pedesaan, partisipasi asosiasi perusahaan properti tertua dan terbesar di Tanah Air itu dapat dilaksanakan lewat pola pendampingan.

Menurutnya, REI bersedia memberikan program coaching dan mentoring untuk meningkatkan kemampuan kelompok komunitas desa dalam membangun rumah sesuai standar pemerintah. Terlebih, asosiasi pengembang itu telah memiliki badan pendidikan dan diklat (diklat) yang berpengalaman. Bahkan, REI juga dapat menjadi mitra pembangunan.

“Anggota kami tersebar di seluruh pelosok Indonesia dan merupakan pengembang lokal skala kecil yang jika dibutuhkan dapat diandalkan sebagai mitra dari komunitas atau entitas pembangunan desa,” ungkapnya.

Disebutkan, pendekatan pembangunan rumah di pedesaan  akan diprioritaskan bagi masyarakat yang sudah memiliki tanah tetapi belum bisa membangun. Nantinya akan ada mekanisme subsidi angsuran dari pemerintah termasuk untuk masyarakat yang bekerja di sektor informal (berpenghasilan tidak tetap). Selain itu, program ini akan menyasar pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) yang menurut data mencapai 26 juta rumah.

Selain berpartisipasi dalam pembangunan 2 juta rumah di pedesaan karena akan membuka lebih banyak kawasan dan pasar hunian baru hingga ke pedesaan, REI juga siap mendukung pembangunan 1 juta rumah di perkotaan yang diarahkan ke hunian vertikal (high rise). Pembangunan apartemen terjangkau ini akan dilakukan di atas lahan milik pemerintah, BUMN maupun BUMD yang sudah diinventarisasi.

“Data Satgas Perumahan, di DKI Jakarta saja ada 140-an pasar yang di atas lahan tersebut bisa didorong untuk lahan pembangunan hunian. Tanah sitaan dari Kejaksaan Agung pun memungkinkan, namun legalitasnya harus sudah clear and clean dulu,” jelas Joko Suranto.

Permintaan hunian di perkotaan dinilai sangat besar. Pasalnya, ke depan hampir 70% masyarakat Indonesia akan tinggal di perkotaan, namun lahannya semakin terbatas. Karena itu, arah pembangunan hunian harus tegas diarahkan ke penyediaan apartemen terjangkau agar masyarakat lebih dekat ke lokasi bekerja. (MRI)

 

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT SMF Gelontorkan Rp 2,25 Triliun untuk KPR FLPP Tahun 2021

    PT SMF Gelontorkan Rp 2,25 Triliun untuk KPR FLPP Tahun 2021

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) telah menyalurkan dana pendamping guna mendukung penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang tahun 2021 sebesar Rp 2,25 triliun. Anggaran yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) itu menyasar pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Seluruh dana tersebut ter-blended dengan dana dari penerbitan surat utang. Penggunaan seluruh dana […]

  • Filantropi

    Aksi Filantropi REI Kalsel di Ponpes Asuhan UAS

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – REI Kalsel kembali menggelar kegiatan filantropi guna mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan Islam di Pondok Pesantren Nurul Azhar Banjarbaru, Rabu, 25 Februari 2026. Aksi sosial yang bertepatan dengan bulan Ramadhan 1447 H ini diawali dengan berbuka puasa bersama yang disambung pemberian bantuan pembangunan sarana sekolah di pondok pesantren di bawah naungan Yayasan Amal Shaleh […]

  • Hongaria Suntik USD250 Juta Garap Infrastruktur di Indonesia

    Hongaria Suntik USD250 Juta Garap Infrastruktur di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengapresiasi inisiasi Pemerintah Hongaria dalam pembentukan Indonesia – Hungary Investment Fund (IHIF) sebagai salah satu bentuk kerja sama antara kedua negara. Pemerintah Hongaria telah menyiapkan dana sebesar USD250 juta melalui pendanaan IHIF yang harus dialokasikan paling lambat pada 30 Juni 2021. “Saya sangat mengapresiasi […]

  • Konsultasi Publik, REI Beri Usulan Penyusunan RPP Penataan Ruang

    Konsultasi Publik, REI Beri Usulan Penyusunan RPP Penataan Ruang

    • calendar_month Jumat, 20 Nov 2020
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah sudah mulai menggelar konsultasi publik dalam penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah Undang-Undang Cipta Kerja (RPP-UUCK). Salah satunya Kementerian Koordinator bidang Perekonomian yang menyelenggarakan konsultasi publik tentang RPP Penyelenggaraan Penataan Ruang yang dilakukan di Bali, Kamis (19/11). Sejumlah perwakilan masyarakat dan asosiasi usaha dilibatkan termasuk Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) yang mengikuti rapat konsultasi […]

  • Digitalisasi Pengaruhi Pertumbuhan Pembiayaan Properti

    Digitalisasi Pengaruhi Pertumbuhan Pembiayaan Properti

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan kredit properti, PT Bank Cental Asia (BCA) Tbk BCA terus melakukan akselerasi kinerja dengan memanfaatkan teknologi digital. Upaya itu pun membuahkan hasil yang menggembirakan. Lihat saja, kinerja penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BCA yang tumbuh cukup baik. Sejak optimalisasi layanan melalui digital, portofolio KPR BCA meningkat signifikan […]

  • Bidik Kota Lapis Ketiga, Ini Strategi Ekspansi Metland di 2024

    Bidik Kota Lapis Ketiga, Ini Strategi Ekspansi Metland di 2024

    • calendar_month Jumat, 1 Mar 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Metropolitan Land Tbk. (Metland) berencana melakukan ekspansi pengembangan proyek residensial di berbagai daerah termasuk di kota-kota lapis ketiga. Meski populasinya tidak terlalu besar, namun pertumbuhan ekonominya cenderung meningkat. Selain membidik kota-kota lapis ketiga, Metland juga akan menginsentifkan kolaborasi dengan pihak lain termasuk dengan investor asing. “Di kota-kota lapis ketiga kami mungkin akan […]

Translate »
expand_less