Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » SiPetruk Diberlakukan, Pengembang Ogah Garap Rumah Subsidi

SiPetruk Diberlakukan, Pengembang Ogah Garap Rumah Subsidi

  • calendar_month Kamis, 27 Mei 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) bakal berlaku efektif per 1 Juli 2021 mendatang. Akibat penerapan aplikasi besutan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), diperkirakan banyak pelaku usaha pengembang perumahan setop membangun hunian khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Saat ini penjualan rumah bersubsidi sudah mulai sulit karena turunnya daya beli MBR. Di daerah kami, kini sekitar 20 persen perusahaan pengembang rumah bersubsidi berhenti beroperasi karena pangsa pasarnya makin menciut,” tukas Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Bengkulu, E.S Ariantho, saat dihubungi industriproperti.com, Kamis, 27 Mei 2021.

Bagi Yanto, sapaan karibnya, situasinya bakal semakin pelik seiring pemberlakuan SiPetruk. Sejumlah pengembang juga sudah mulai berpikir untuk tidak lagi membangun hunian bersubsidi. “Kalau situasinya semakin sulit begini, lebih baik kami berhenti saja membangun rumah MBR. Persyaratan teknis rumah bersubsidi semakin kompleks. Bahkan menyaingi spesifikasi teknis rumah komersial,” cetus Yanto.

Diwawancarai terpisah, Ketua DPD REI Sumatera Selatan, Zewwy Salim menegaskan, pihaknya memahami tujuan positif dibalik pemberlakuan SiPetruk. Apabila PPDPP Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergeming dan tetap memberlakukan SiPetruk, target penyediaan hunian bersubsidi bakal turun tajam.

“Kami bukan mau menolak upaya pemerintah untuk memastikan penyediaan hunian subsidi yang berkualitas. Kami sangat sepakat dengan tujuan pemberlakuan SiPetruk. Namun, waktunya saja yang kurang tepat mengingat kondisi ekonomi saat ini sedang sulit,” tegas Awi, sapaan karib Ketua DPD REI Sumsel.

Awi berharap, pada kondisi daya beli MBR belum pulih seperti sekarang, PPDPP sebaiknya hanya sosialisasi produk itu. “Nanti apabila kondisi perekonomian sudah pulih, silakan berlakukan SiPetruk. Tapi, sekarang ini cukuplah sosialisasi saja dulu,” ujarnya.

Kendala Infrastruktur
SiPetruk sangat mengandalkan koneksitas jaringan internet. Pasalnya, operasionalisasi aplikasi ini membutuhkan dukungan internet yang memadai.

“Aplikasi ini makin membebani pengembang karena ada tambahan persyaratan. Kompetensi pengembang di Papua tidak seragam. Selain itu, saat ini Papua juga terkendala terputusnya jaringan internet. Saat ini di Ibukota Provinsi Papua, Jayapura mengalami kendala koneksi internet terputus,” ucap Sekretaris DPD REI Papua, Cliff Sintiti.

Cliff memaparkan, terputusnya jaringan internet di Papua bukan hal baru. Masyarakat Papua kerap tidak dapat menikmati kemajuan teknologi informasi karena infrastruktur internet di sana kerap terputus. Problem ini rutin terjadi hampir setiap tahun dan perbaikannya pun memakan waktu cukup lama.

“Kabel fiber optik bawah laut di Jayapura terputus sehingga jaringan internet sangat terbatas. Masyarakat di Jayapura hanya bisa mengakses internet pada lokasi-lokasi tertentu dan di waktu-waktu tertentu saja,” ujarnya.

Sedangkan tarif berlangganan internet satelit (VSAT) di Papua sangat mahal. “Tarif internet VSAT di Papua sangat mahal. Kami pakai jaringan internet hanya kapasitas 128 Kbps, tarifnya sekitar Rp 8 juta hingga Rp 12 juta,” ungkapnya.

Menurut Cliff, dalam situasi saat ini saja, pengembang di Papua kesulitan untuk mendapat konsumen. “Data per April 2021, realisasi pembangunan rumah subsidi di seluruh wilayah Papua hanya mencapai 103 unit,” ucapnya.

Angka ini terendah sepanjang sejarah pembangunan rumah MBR di Papua. Sebab, kebutuhan rumah di Papua terbilang cukup besar. Hal ini mengacu pada data tahun 2017 lalu, pengembang di seluruh Tanah Papua mampu merealisasikan sebanyak 5.183 unit rumah MBR. “Kami berharap ada perbedaan perlakuan terhadap daerah dengan berbagai keterbatasan seperti yang terjadi di Papua,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • rei

    REI Buka Puasa Bersama 2.000 Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia atau REI mengadakan acara buka puasa bersama dengan 2.000 anak yatim dari 10 yayasan panti asuhan se-Jakarta di The Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Kamis (5/3). Selain ajang silaturahmi, kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian sosial yang dilakukan asosiasi pengembang tersebut. Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto […]

  • Kawasan BSD City

    Kawasan BSD City Dijadikan Referensi Pengembangan IKN

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Manajemen Sinar Mas Land menerima kunjungan kerja dari Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Marketing Office BSD City, baru-baru ini. Kunjungan kerja tersebut untuk mempelajari pembangunan pusat pertumbuhan kota baru salah satunya proyek township BSD City berkaitan dengan rencana pemerintah dalam pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru di Provinsi […]

  • REI Hashim S. Djojohadikusumo

    Di Depan Hashim S. Djojohadikusumo, REI Tegaskan Dukung Program 3 Juta Rumah

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mengadakan dialog dan pertemuan dengan Hashim S. Djojohadikusumo selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (10/10). Acara tersebut dihadiri ratusan pengurus DPP REI dan DPD REI se-Indonesia. Hashim S. Djojohadikusumo dalam arahannya menyampaikan alasan pemerintahan baru mendatang memberikan perhatian […]

  • Usung Hunian Gaya Jepang, SEION @Serang Dulang Penghargaan

    Usung Hunian Gaya Jepang, SEION @Serang Dulang Penghargaan

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perusahaan properti, MAS Group dalam rentang waktu sebulan lebih berhasil mendapatkan dua penghargaan properti sekaligus untuk proyek SEION @Serang. Proyek ini dikembangkan perusahaan tersebut di Kota Serang, Banten. Akhir Oktober lalu, penghargaan pertama diperoleh melalui ajang Golden Property Awards 2021 yang diadakan Indonesia Property Watch (IPW) dengan kategori “Best Compact Development”. Sedangkan penghargaan […]

  • TOD

    PPN DTP Diperpanjang, Segmen Properti Berbasis TOD Makin Diminati

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kebijakan perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) hingga 50% untuk pembelian rumah baru sampai September 2022 diperkirakan akan memperkuat bisnis pengembang properti khususnya di segmen residensial. Apalagi, pengembang dengan kekhususan model bisnis dan diversifikasi produk yang baik, misalnya properti berbasis TOD. Kondisi ini semakin ditopang dengan sentimen pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun […]

  • BP Tapera Ungkap Empat Isu Penting Ekosistem Perumahan

    BP Tapera Ungkap Empat Isu Penting Ekosistem Perumahan

    • calendar_month Selasa, 12 Des 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Salah satu tantangan pemerintah adalah angka backlog perumahan atau kesenjangan jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah dibutuhkan yang masih tinggi. Kesenjangan tersebut diperkirakan menyentuh angka lebih dari12,7 juta unit. Di satu sisi, pemerintah telah menargetkan pada 2045 akan tercapai Indonesia zero backlog. Dalam ekosistem perumahan di Tanah Air, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat […]

Translate »
expand_less