Bali Masih Jadi Tempat Investasi Properti Pariwisata Paling Diminati

0
31

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia sukses menggelar International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024 di Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta dari tanggal 5-6 Juni 2024.

Forum ini mempertemukan para politisi, pengembang, dan investor dari seluruh dunia untuk membahas strategi investasi dan rencana pengembangan realestat ke depan, khususnya di Pulau Bali. Terlebih, Indonesia memiliki target besar yang dikenal dengan Indonesia Emas 2045. Ini adalah tujuan ambisius Indonesia untuk masuk lima negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

“Di tengah masa peralihan ekonomi seperti saat ini dan ketika para investor panik mencari tempat yang aman untuk modal mereka, maka Indonesia dan khususnya Bali terbuka bagi investor dan wisatawan dari seluruh dunia,” ujar Anton Bezgachev, Real Estate Advisor Magnum Estate dalam keterangannya, Kamis (4/7).

Mengapa Indonesia? Menurutnya, Indonesia menawarkan rezim visa yang nyaman untuk sebagian besar negara, netralitas politik dan keterbukaan terhadap investor dengan bantuan maksimal. Perekonomian Indonesia pun stabil dengan tingkat inflasi yang rendah (tidak melebihi 4%).

International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024

Magnum Estate menjadi satu-satunya pengembang yang mewakili Bali pada ITIF 2024. Di forum tersebut, perusahaan berbagi visi untuk pengembangan sektor pariwisata Indonesia, mempresentasikan strategi investasi, serta berpartisipasi aktif dalam diskusi dengan menteri.

Keuntungan Investasi

Bagi investor, Indonesia dan Bali dinilai sangat menarik. Hasil dari menyewa realestat mewah di Bali dapat mencapai 12% setiap tahunnya. Dan lima tahun setelah serah terima kompleks tersebut, harga per meter persegi bisa naik hingga beberapa kali lipat.

“Dengan berinvestasi hari ini dengan harga mulai dari US$5.000 per meter persegi, Anda bisa memperoleh keuntungan lebih dari 50% saat dijual Kembali,” ungkap Anton Bezgachev.

Namun, lanjutnya, Bali bukan hanya tentang investasi. Tetapi juga tentang kualitas hidup. Kualitas hidup sehari-hari di tepi laut yang indah dengan udara, alam, restoran, gunung, danau, olah raga, makanan alami, sekolah, dan akhirnya menyaksikan matahari terbenam di sore hari. “Karena hidup bukan hanya tentang pekerjaan!,” sebutnya.

Anton Bezgachev, Real Estate Advisor Magnum Estate (kanan) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno

Magnum Estate tidak hanya sekedar membangun properti, karena saat ini perusahaan sedang membentuk keseluruhan lini realestat mewah di Bali dan merupakan partisipan langsung dalam menentukan kualitas kemewahan, mulai dari bahan finishing yang akan melayani pemiliknya selama beberapa dekade hingga menghormati aspek budaya dan agama setempat.

Ada sekitar 11 kompleks properti premium yang akan dibangun Magnum Estate di Bali, lima diantaranya akan diluncurkan pada 2024. Ini bukan sekadar bangunan, kata Anton Bezgachev, tetapi ini adalah simbol baru di Bali dan zona instagramable yang akan menarik banyak wisatawan dari seluruh dunia untuk datang ke Bali.

Salah satu yang segera dibangun adalah kompleks properti kelas premium ini berlokasi strategis di tebing Pantai Nyang-Nyang yang indah. Properti ini akan menempati area seluas sekitar 40.000 meter persegi, dengan lokasi yang strategis dan pemandangan laut yang menakjubkan.

“Anda dapat mengakses website https://magnumestate.pro/id untuk mengetahui lebih lanjut tentang proyek-proyek yang dikembangkan Magnum Estate,” tutupnya. (MRI)