Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Biaya Tinggi, Pengembang Keluhkan Masih Maraknya Pungli

Biaya Tinggi, Pengembang Keluhkan Masih Maraknya Pungli

  • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Kalangan pengembang mengeluhkan masih maraknya pungutan liar (pungli) di sektor properti termasuk dalam pembangunan rumah bersubsidi. Kondisi itu menjadi preseden buruk bagi semangat pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang sehat di Indonesia. Pungli juga menyebabkan produksi biaya tinggi.

“Harus diakui pungli masih sering terjadi, ini berdasarkan laporan dari teman-teman di daerah. Kami selaku asosiasi tentu resah dengan situasi ini, karena pungli ini menganggu RAB (Rencana Anggaran Biaya) teman-teman pengembang di lapangan. Bagaimana kami dituntut mewujudkan harga rumah MBR yang terjangkau kalau pungli masih merajalela?,” tegas Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah kepada wartawan, baru-baru ini.

Dengan pertimbangan keresahan dari pengembang tersebut, DPP Apersi periode 2021-2025 yang baru saja dilantik, Kamis (18/3/2021) menggandeng Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kemenkopolhukam untuk mengantisipasi dan meminimalisir kasus pungli kepada anggota Apersi di seluruh Indonesia.

“Adanya satgas saber pungli ini diharapkan dapat menekan praktik pungli di lapangan terutama soal pertanahan di BPN dan perizinan di pemerintah daerah,” ujar Junaidi.

Menurut dia, pihaknya akan lebih intens melakukan koordinasi dengan tim satgas saber pungli, termasuk nantinya melaporkan adanya praktik pungli serta kendala-kendala lain yang dialami anggota Apersi di lapangan. Sekaligus meminta pertimbangan dari satgas terkait langkah-langkah penyelesaiannya.

“Yang terpenting bagi pelaku usaha itu kan sebenarnya bagaimana kita dapat melakukan proses perizinan dan pengurusan legalitas pertanahan itu betul betul dengan biaya murah, cepat dan tepat waktu sesuai biaya resmi pemerintah. Kalau ada pungli tentu menambah biaya produksi pengembang, dan itu tidak sehat,” kata Junaidi.

Beberapa praktik pungli yang diperolehnya dari anggota antara lain dalam proses pengurusan sertifikat tanah. Dimana dari kementerian sudah jelas besar biaya yang ditetapkan, lama waktu pengurusan hingga tata cara prosedurnya. Tetapi kenyataan, pelaksanaan di lapangan berbeda jauh sekali. Oleh karena itu, asosiasi itu mengharapkan agar praktik seperti ini bisa dihilangkan terlebih di industri perumahan.

Ditanya berapa besar kisaran pungli yang diminta oknum pengawai, menurut Junaidi, angkanya bervariasi. Namun yang jelas pungli ini jumlahnya jauh lebih tinggi dari biaya resmi, bahkan dalam beberapa kasus ada yang 10 kali lipat dari biaya resmi. Selain melawan semangat pemerintah untuk menciptakan pelayanan yang transparan, pungli juga menganggu penyediaan rumah terutama bagi MBR.

“Dampaknya berpengaruh terhadap volume rumah yang bisa dibangun pengembang, karena adanya biaya tinggi di luar ketentuan resmi. Selain itu, ukuran rumah yang seharusnya bisa dibangun tipe 36, mugkin terpaksa dikurangi menjadi hanya tipe 30. Sementara di sisi lain, harga jual rumah subsidi dibatasi pemerintah,” ujar Junaidi.

Junaidi Abdillah/Foto Istimewa

DPP Apersi dan Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam dalam waktu dekat akan melakukan roadshow ke DPD-DPD diseluruh Indonesia yang selanjutnya diharapkan dapat menyampaikan semangat penghapusan praktik pungli ini kepada pemerintah daerahnya masing-masing.

Penerapan SiPetruk

Menyinggung rencana penerapatan aplikasi Sistem Informasi Pemantauan Konstruksi (SiPetruk), menurut Junaidi, pihak PPDPP (Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan) selaku perwakilan pemerintah dalam pembiayaan perumahan sebaiknya memastikan dulu semua sistem yang menjadi penunjang penerapan SiPetruk sudah efektif.

“Jangan kalau ada kebijakan langsung diterapkan, tetapi pastikan dulu sistemnya berfungsi. Jangan di lapangan malah sering error. Itu dampaknya sangat berat kalau sampai aplikasi down, sehingga dapat menghambat realisasi teman-teman,” ungkap Junaidi.

Sedangkan kepada perbankan dia berharap tidak mudah membatalkan atau menolak pengajuan kredit KPR. Menurut Junaidi, kasihan MBR yang sudah susah payah mengurus syarat-syarat pengajuan kredit seperti surat administrasi dari tempat kerja dan surat kependudukan lain, karena mengurusnya tentu butuh waktu dan biaya. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BP Tapera Optimistis FLPP Kuartal III 2022 Lampaui Target

    BP Tapera Optimistis FLPP Kuartal III 2022 Lampaui Target

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) optimistis mampu mencapai target penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada Kuartal III-2022. Realisasi penyaluran dana FLPP per 14 September 2022 mencapai 141.547 unit rumah senilai Rp 15,73 triliun. “Kami mampu melampaui target dengan pencapaian sebesar 100,57 persen dari sisi nominal. Dari sisi unit telah mencapai […]

  • Ditjen Perumahan Canangkan Zona Integritas dan Anti Penyuapan

    Ditjen Perumahan Canangkan Zona Integritas dan Anti Penyuapan

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan agar Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) serta Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan dapat memagari dan membatasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbuat tercela dalam melaksanakan tugas. Hal itu diperlukan agar kegiatan pemrograman pembangunan serta evaluasi pembangunan infrastruktur […]

  • Begini Harapan Bank BTN di HUT Emas REI

    Begini Harapan Bank BTN di HUT Emas REI

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • 0Komentar

    Yogyakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyampaikan harapan ditengah perayaan HUT Emas REI, yakni melanjutkan kerja sama pembiayaan properti bagi pengembang anggota Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI). Kerja sama penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) baik kategori subsidi, rumah sederhana, maupun KPR komersial. “Kami berharap agar kolaborasi dan kerja sama pembiayaan properti yang telah […]

  • Investasi Smart Building Ternyata Punya Potensi Hemat Besar

    Investasi Smart Building Ternyata Punya Potensi Hemat Besar

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Smart building alias bangunan cerdas memberikan potensi penghematan cukup signifikan. Angkanya tergantung pada kondisi bangunan, pola operasional, tingkat okupansi, serta sistem yang digunakan. Kini, penerapan bangunan cerdas dirasa mendesak mengingat sektor bangunan menyumbang hampir 40% emisi karbon global, sementara sekitar 30% energi yang digunakan di gedung masih terbuang akibat sistem pengelolaan yang belum […]

  • Harga Properti

    Booming Komoditas Bakal Kerek Harga Properti

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kenaikan harga komoditas dalam beberapa tahun terakhir akan memberikan dampak terhadap sektor properti. Berdasarkan data historis, booming komoditas berpotensi mengerek kenaikan demand dan harga properti. “Berkaca dari tahun 2013, pendapatan mereka (masyarakat) tidak hanya ditempatkan di perbankan, instrumen keuangan pasar modal, tetapi rata-rata pada waktu itu ditempatkan di properti. Itu mendorong demand di […]

  • 7 Langkah Cara Memulai Bisnis Properti untuk Pemula

    7 Langkah Cara Memulai Bisnis Properti untuk Pemula

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2024
    • 0Komentar

    Memulai bisnis properti adalah langkah yang menjanjikan bagi siapa saja yang ingin mencapai kebebasan finansial dan meningkatkan portofolio investasi mereka. Namun, bagi pemula, industri ini mungkin tampak rumit dan penuh tantangan. Artikel ini akan membantu Anda memahami cara memulai bisnis properti untuk pemula dengan langkah-langkah yang jelas dan praktis, dari persiapan awal hingga strategi pengelolaan […]

Translate »
expand_less