Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Imbas Trump Tariff dan Efisiensi Anggaran Pemerintah ke Sektor Properti

Imbas Trump Tariff dan Efisiensi Anggaran Pemerintah ke Sektor Properti

  • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Dunia properti tengah dihadapkan pada sedikitnya dua tantangan baru di empat bulan pertama tahun 2025. Tantangan pertama datangnya dari luar negeri, yakni kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang baru saja menerapkan tarif impor. Kemudian tantangan datang dari dalam negeri, yakni pemerintah tengah gencar menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.

“Imbas tarif ini secara umum tentu akan menghambat jumlah ekspor Indonesia ke Amerika karena dikenakan pajak yang cukup tinggi. Itu akan berdampak langsung kepada ekonomi secara keseluruhan. Kita lebih melihat faktor yang tidak langsung terhadap industri properti secara umum. Pertumbuhan properti harus ditunjang oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” jelas Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto dalam Colliers Virtual Media Briefing Q1 2025, Senin, 14 April 2025.

Salah satu sektor properti yang terimbas dua kebijakan tersebut adalah sektor perkantoran meski tak memberikan dampak secara langsung karena lebih terkait pada arus perdagangan akibat tarif ekspor naik.

Perusahaan dengan bisnis yang terkait langsung dengan dunia perdagangan internasional, akan mengkaji ulang struktur perusahaan, termasuk kebutuhan ruang kantor di masa yang akan datang. Diharapkan pemerintah dapat memfasilitasi kerja sama dan perjanjian dagang baru, untuk menarik minat investor asing berekspansi ke Indonesia, dan selanjutnya akan mendorong permintaan ruang kantor jangka panjang.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah terhadap efisiensi budget bisa jadi akan mempengaruhi sektor swasta. Apabila ini terjadi, tentunya akan mempengaruhi tingkat permintaan ruang kantor di masa mendatang.

Sektor properti lainya yang terimbas adalah ritel. Pengenaan tarif tambahan (Trump Tariff) diharapkan dapat mendorong produksi lokal dan mengurangi ketergantungan pada produk impor. Dengan pengenaan tarif tambahan di Asia yang lebih tinggi dari Indonesia, diharapkan arus investasi dapat meningkat seperti sektor tekstil, sepatu, dan barang konsumsi.

Buka Lapangan Kerja 

Kondisi tersebut dapat menciptakan lapangan kerja baru terbuka dan daya beli masyarakat meningkat. Lebih jauh akan memberikan dampak pada kinerja penjualan ritel dan tingkat hunian mal. Meskipun belum banyak, beberapa retailer terutama F&B telah membuka gerai pertamanya di Indonesia.

“Artinya, pasar Indonesia masih menjanjikan untuk ekspansi. Diharapkan kerja sama terkait regulasi dari pemerintah dapat terus mendorong lebih banyak retailer asing untuk masuk ke Indonesia,” ucap Ferry.

Sementara untuk sektor perhotelan, kondisi perekonomian dunia yang belum menentu bisa memaksa pelaku bisnis semakin berhati-hati dalam mebuat keputusan, termasuk salah satunya untuk melakukan business trip. Sedangkan, efisiensi anggaran pemerintah, banyaknya libur nasional di kuartal pertama tahun 2025 serta bulan Ramadhan yang tepat jatuh satu bulan pada Maret 2025 membuat performa lebih rendah dari prediksi. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Dunia Apresiasi Capaian Reforma Agraria Indonesia

    Bank Dunia Apresiasi Capaian Reforma Agraria Indonesia

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank Dunia serta sejumlah negara di dunia mengapresiasi capaian Reforma Agraria yang dijalankan Indonesia selama tujuh tahun terakhir. Hal itu terungkap saat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pembicara pada World Bank Land Conference 2024, di Washington DC, Senin, 13 Mei 2024 waktu setempat. Menteri AHY […]

  • Terkendala PBG, Stimulus PPN DTP Jadi Kurang Efektif

    Terkendala PBG, Stimulus PPN DTP Jadi Kurang Efektif

    • calendar_month Jumat, 21 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi stimulus yang diharapkan membantu penyerapan properti oleh pasar di tengah kondisi pandemi saat ini. Namun, kebijakan PPN DTP yang diperpanjang hingga Juni 2022 nanti dinilai akan sulit efektif diterapkan di lapangan, sehingga memengaruhi hasil capaiannya. Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Ignesjz Kemalawarta menilai […]

  • Dihantui Resesi Global, Bisnis Properti Tahun 2023 Masih Cerah

    Dihantui Resesi Global, Bisnis Properti Tahun 2023 Masih Cerah

    • calendar_month Rabu, 23 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kendati resesi global mengintai, para pemangku kepentingan sektor properti optimistis bahwa industri ini masih tetap berpeluang tumbuh di tahun depan. “Krisis global menjadi tantangan bersama di tahun depan. Namun, kita tetap optimis bahwa dengan economic growth sehingga sektor properti bisa tetap bertumbuh,” tutur Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP […]

  • produk dalam negeri

    Penggunaan Produk Dalam Negeri untuk Proyek Infrastruktur Dioptimalkan

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berkomitmen dalam peningkatan penggunaan berbagai produk dalam negeri. Contohnya, material dan peralatan konstruksi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan bangunan. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menekankan pentingnya penggunaan komponen produk dalam negeri dalam rangka menjaga roda ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. “Pembangunan infrastruktur yang […]

  • Otorita IKN

    Begini Cara Kepala Otorita IKN Gaet Investor

    • calendar_month Minggu, 20 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Tata kelola yang baik dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu prasyarat utama untuk menarik investor. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya membuat organisasi ini menjadi institusi yang lincah dan memiliki tata kelola yang baik. “Makin kita memiliki satu governance yang baik, makin investor […]

  • Semester I, Investasi di Industri Keramik Capai Rp17,7 Triliun

    Semester I, Investasi di Industri Keramik Capai Rp17,7 Triliun

    • calendar_month Jumat, 21 Okt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tahun 2022 menjadi momentum kebangkitan sektor industri pengolahan nonmigas, termasuk di dalamnya industri keramik. Pada semester I tahun 2022, sektor industri keramik telah mencatatkan investasi dengan total Rp17,7 triliun. “Penambahan investasi ini diharapkan akan semakin memperkuat aliran rantai pasok industri keramik nasional yang juga sejalan dengan program subtitusi impor guna mengoptimalkan sumber daya […]

Translate »
expand_less