Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Ini Faktor Utama Pemicu Banjir di Semarang

Ini Faktor Utama Pemicu Banjir di Semarang

  • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Semarang yang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah dilanda banjir cukup besar akhir pekan lalu. Ada beberapa hal yang menjadi pemicunya, tapi yang utama ditengarai akibat faktor hidrometeorologi dan geologi.

“Faktor hidrometeorologi dan geologi memang faktor utama terjadinya banjir. Tapi kedua faktor itu saling berkait dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain,” kata Ketua Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Jawa Tengah Agung Pangarso ketika dihubungi industriproperti.com

Dari perspektif ilmiah, penyebab banjir minggu lalu di kota yang berdiri pada 2 Mei 1547 paling tidak ada empat faktor. Pertama, banjir di Semarang disebabkan oleh faktor hidrometeorologi atau yang terkait dengan fenomena iklim dan cuaca. Dalam hal ini, banjir terjadi karena curah hujan tinggi.

“Faktor yang kedua adalah geologi. Morfologi Semarang terletak di dataran aluvial muda. Dataran yang terbentuk karena endapan kira-kira 500 sampai 1.000 tahun yang lalu. Dahulu Semarang pantainya sampai kelenteng Sam Poo Kong,” jelas Agung.

Terkait faktor geologi, ada fenomena lain,yaitu land subsidence atau penurunan muka tanah yang juga menjadi pencetus terjadinya banjir.

“Bahkan dari hasil peta monitoring badan geologi penurunan muka tanahnya mencapai lebih dari 10 cm per tahun di beberapa titik. Kondisi itu membuat daerah ini rawan banjir. Apalagi, Semarang berada di daerah pesisir sehingga muncul fenomena banjir rob sehingga surutnya agak perlu waktu. Ini menjadi tantangan yang besar untuk mengelola sebuah kota,” ungkap Agung.

Faktor yang ketiga adalah problem tata guna lahan. Ini terkait dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) atau catchment area juga daerah hulu dan hilir. Jadi, limpasan dari hulu masuk ke hilir DAS yang tidak dikelola dengan baik juga akan menimbulkan debit limpasan yang besar.

“Tapi, faktor ini masih perlu kajian. Beberapa tahun terakhir, Semarang cukup aman dari banjir. Karena banjirnya sekarang, saya tidak ingin menyebutkan faktor ini dominan. Karena kalau ini dominan maka harusnya setiap tahun banjir terus,” ucap Agung.

Terakhir, faktor manajeman sumber daya air. Ini menyangkut sungai, pengendali daya rusak air dan sarana dan prasarana seperti tanggul, dan pompa air.

“Semarang baru saja melakukan normalisasi sungai, kemudian sejumlah fasilitas juga dibangun. Tapi pada kasus ini, semua itu tidak mampu menahan hujan yang besar. Seharusnya itu dirancang mampu untuk mengalirkan semuanya,” terang Agung.

Terapkan Konsep Resilience City

Secara konsep kita harus menuju pada konsep pembangunan kota yang berketahanan atau resilience city yang disebut juga Kota Tangguh. Dalam konsep tersebut, kota harus mampu bertahan menghadapi guncangan dan tekanan akibat bencana.

Bencana pasti datang dan trennya meningkat karena perubahan iklim memicu perubahan hidrometerologi yang berakibat timbulnya potensi bencana. Sehingga yang dapat kita lakukan adalah menyiapkan diri baik pemerintah termasuk masyarakatnya untuk beradaptasi.

“Dalam adaptasi, kita harus melakukan mitigasi-mitigasi dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Misalnya, mitigasi itu termasuk mengendalikan air limpasan. Mulai dari daerah hulu sudah mulai dikendalikan, kemudian memberikan ruang-ruang untuk menampung air yang cukup seperti sungai di normalisasi, kemudian menyiapkan pompa air yang cukup,” tutur Agung.

Hidup di dalam kondisi yang penuh bencana memang mahal. Akan tetapi itu harus dilakukan supaya kota ini bisa dihuni dalam jangka panjang.

“Semarang sebenarnya sudah menginisiasi program resilience city. Tapi faktanya kita masih melihat bencana ini. Masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dilakukan,” pungkas Agung. (BRN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemegang HAT Wajib Optimalisasi Pemanfaatan Tanah

    Pemegang HAT Wajib Optimalisasi Pemanfaatan Tanah

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemegang hak atas tanah (HAT) berkewajiban menjaga dan memanfaatkan tanahnya secara optimal sesuai peruntukannya. Pengendalian dan pengawasan HAT yang telah terbit perlu guna mengurangi risiko pelanggaran pemanfaatan ruang. Guna memberikan pemahaman bagi pengampu pengendalian dan pengawasan HAT, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Sosialisasi Petunjuk Teknis Pengawasan dan Pengendalian HAT dan […]

  • BNI

    BNI Akad KPP dan FLPP untuk 200 Debitur Singkawang

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berpartisipasi dalam sosialisasi dan akad Kredit Program Perumahan (KPP) serta Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Kegiatan bertajuk Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Balairung Pemerintah Kota Singkawang, Selasa, 3 Maret 2026, menjadi […]

  • kredit properti

    Duh! Kredit Properti Kembali Melambat

    • calendar_month Sabtu, 6 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Secara tahunan (year on year/yoy), laju kredit properti mengalami pertumbuhan 5 persen pada bulan Juni 2022. Namun sayangnya, angka pertumbuhan tersebut lebih rendah dari pada bulan sebelumnya yang menyentuh angka 5,9 persen (yoy). “Penyaluran kredit sektor Properti pada Juni 2022 tumbuh 5,0 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (5,9 persen, yoy), terutama […]

  • Panasonic Water Purification System Jaminan Kualitas Air Bersih

    Panasonic Water Purification System Jaminan Kualitas Air Bersih

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2021
    • 0Komentar

    Air bersih adalah kebutuhan pokok yang mendasar bagi manusia, karena dapat digunakan untuk mandi, mencuci, memasak dan lain-lain. Hal inilah yang membuat air bersih sangat penting untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari. Panasonic Water Purification System (WPS) adalah teknologi terkini dari Panasonic yang menjamin ketersediaan air bersih dan aman dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, ketersediaan air bersih […]

  • perumahan

    Kementerian PUPR Kantongi Anggaran Rp128,15 Triliun, Segini Alokasi untuk Perumahan

    • calendar_month Minggu, 11 Jun 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pagu indikatif Tahun Anggaran (TA) 2024 yang dikantongi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp128,15 triliun. Kementerian PUPR memprioritaskan program nasional sesuai dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2024 yakni ‘Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan’. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dalam pelaksanaan program belanja infrastruktur TA 2024 Kementerian […]

  • low carbon property

    Budiarsa Sastrawinata Ungkap Strategi Penerapan Low Carbon Property

    • calendar_month Minggu, 14 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – FIABCI World President Elect 2022-2023 Budiarsa Sastrawinata mengungkapkan property development melibatkan perencanaan, perancangan, konstruksi dan kemudian pemeliharaan bangunan. “Sektor properti diperkirakan menyumbang 40% dari emisi karbon global dengan 27%-nya disumbangkan oleh building maintenance dan 11% dari bahan bangunan dan proses konstruksi,” jelas Budiarsa Webinar “Low Carbon Property Development Strategier and Best Practices” pada […]

Translate »
expand_less