Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Bank Diminta Selektif Salurkan KPR Subsidi

Bank Diminta Selektif Salurkan KPR Subsidi

  • calendar_month Selasa, 15 Jun 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Bank penyalur kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi diminta memperhatikan ketepatan sasaran debitur sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Sebelum melakukan akad kredit, bank pelaksana juga diminta memperhatikan hal yang berkaitan dengan ketersediaan air minum, jaringan listrik dan utilitas di perumahan yang dibangun para pengembang.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan terdapat tujuh temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR terkait penyimpangan rumah bersubsidi.

Menurut Eko, masih ditemukan perumahan yang belum tersambung aliran listrik, air bersih, serta aksesibilitas transportasi publik. “Hal itu perlu disadari bahwa itu bukan tanggung jawab Kementerian PUPR, melainkan pemerintah daerah. Pengembang harus komunikasi dengan Pemda-nya,” tandas Eko Djoeli Heripoerwanto, dalam seminar daring bertajuk Optimalisasi Dukungan Bank Pelaksana demi Menjamin KPR Subsidi yang Lebih Tepat Sasaran” yang diadakan Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera), Selasa, 15 Juni 2021.

Eko menyebutkan, hasil temuan BPK, BPKP, dan Itjen Kementerian PUPR ditemukan beberapa hal. Diantaranya rumah KPR bersubsidi yang tidak sesuai tata ruang/perizinan, keterlambatan penyaluran SBUM oleh bank pelaksana, keterlambatan penyetoran dana bergulir dan tarif dana FLPP oleh bank pelaksana, bahkan terjadi dua rumah KPR subsidi digabung menjadi satu rumah.

“Terkait masih adanya rumah bersubsidi yang diperjualbelikan atau disewakan sebelum 5 tahun, perbankan semestinya juga bisa lebih menyosialisasikan tentang syarat huni rumah bersubsidi kepada calon debitur MBR,” jelasnya.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin mengakui ketepatan sasaran dari pemenuhan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih menjadi PR pemerintah. Ketepatan sasaran yang dimaksud tidak hanya terkait sasaran penerima atau MBR saja, tetapi juga menyangkut kualitas rumah bersubsidi yang dibangun pengembang.

Menurut Arief, perlu peran pemerintah sebagai regulator dalam mengembangkan sistem besar untuk membangun ekosistem perumahan yang lebih baik. Dalam rangka itu, PPDPP menyebut telah memberikan kontribusi dengan mengembangkan sistem yang merangkum seluruh proses dalam pemenuhan rumah bersubsidi dengan berbasis teknologi informasi.

“Sejak tahun lalu kami sudah meluncurkan SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan) sebagai sistem besarnya dengan beberapa subsistem di bawahnya yang lebih detail dan memiliki fungsi spesifik,” jelas Arief.

Subsistem yang dimaksud antara lain Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk), Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang), dan Sistem Aktivasi QR Code (SiAki QC).

Arief menambahkan sistem-sistem tersebut saat ini sudah bisa digunakan oleh semua stakeholder perumahan bersubsidi, mulai dari konsumen, pengembang, hingga perbankan. Sistem besar SiKasep juga terkoneksi dengan lembaga-lembaga lain dalam rangka pengembangan big data perumahan. Ia menyebut koneksi sudah terbangun antara lain dengan Dukcapil Kemendagri, Ditjen Pajak Kemenkeu, BSSN, termasuk yang utama dengan 40 bank pelaksana serta anggota dari 21 asosiasi pengembang.

“Pengaplikasian sistem berbasis IT itu tentu saja kita harapkan bisa ikut mendorong tujuan kita semua agar distribusi rumah bersubsidi tepat sasaran dan lebih utama lagi mampu menjadikan MBR sepenuhnya menjadi subjek dalam ekosistem perumahan bersubsidi, bukan hanya menjadi objek,” tegasnya.

Mochamad Yut Penta, Kepala Divisi Subsidized Mortgage Lending Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengatakan, pihaknya telah menjadi kontributor utama dalam menjalankan program perumahan nasional. Soal optimalisasi kualitas penyaluran KPR subsidi, maka perbankan harus punya misi yang sama.

“BTN mendukung dan berkepentingan dengan ketepatan sasaran dan kualitas kredit. Karena itu sebelum memberikan kredit bank harus melakukan penilaian terhadap watak, kemampuan, modal, dan prospek usaha debitur,” kata Penta.

Bank BTN, lanjut Penta, terus berupaya meningkatkan kualitas penyaluran KPR bersubsidi di setiap tahap penyaluran kredit. Diantaranya melakukan seleksi proyek dan pengembang. Dengan memastikan pengembang telah terdaftar di Sireng dan SiKumbang. melakukan verifikasi kelayakan dan kemampuan debitur dan melakukan penilaian serta akhir obyek rumah. “Pasca akad kredit kami melakukan monitoring bekerjasama dengan pengembang, meminta debitur menghuni rumah. Setelah dilakukannya akad kredit. BTN menetapkan organisasi dan unit tersendiri yang mengelola dan memastikan debitur memenuhi kewajibannya,” ujar Penta.

Linda Hairani, Pemimpin Divisi Bisnis Ritel, Konsumer dan UMKM PT Bank Pembangunan Daerah Sumsel Babel mengungkapkan, saat ini PT Bank Pembangunan Daerah Sumsel Babel sudah ada produk FLPP, SBUM dan dan di 2021 sudah PKS BP2BT. Syarat sama dengan bank lain. Seperti KPR FLPP uang muka 1  persen, suku bunga 5 persen dan waktu 20 tahun. BP2BT ada bantuan Rp40 juta dan tenor 20 tahun. “Kita terus sosialisasi dan edukasi masyarakat,” ujar Linda.

Penuh Ketidakpastian

Di sisi lain, Chief Executive Officer (CEO) Buana Kassiti Group, Joko Suranto mengatakan, pengembang saat ini harus membangun hunian ditengah ketidakpastian yang ada, dan ketidakpastian anggaran. Kemudian muncul Sireng dan segala turunannya sehingga akhirnya muncul SiPetruk.

“Mestinya lebih berimbang karena secara konstitusi negara harus menyediakan hunian bagi rakyatnya, dan kami sebagai developer siap membangun rumah itu sendiri. Tapi hal-hal yang tidak pasti seharusnya dikomunikasikan,” ujar Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Jawa Barat.

Joko mengatakan, REI Jabar saat ini bersama konsultan sedang menghitung apakah dengan kebijakan dan perubahan ini masih visible atau ekonomis. “Jangan jadikan kesalahan beberapa pengembang sebagai alat ukur secara keseluruhan pengembang. Kedepan diperlukan roadmap sehingga kami bisa membuat perencanaan,” kata Joko.

Tuti Mugiastuti, Direktur Utama TMA Group mengaku sependapat dengan Joko dan sebagai pengenbang merasakan bingung dan berat dengan SiPetruk yang akan diberlakukan. Semoga saja ada perubahan atau diundur. Saat ini juga ada terobosan baru yang dilakukan BTN dengan Tapera. Namun Tapera ruang lingkupnya sangat terbatas saat ini, hanya untuk ASN saja. Sementara ASN yang mengambil rumah, terutama di perumahan yang dibangun TMA Group relatif kecil, yakni kurang dari 5%. Jadi ini berat.

“Kemudian ada lagi BP2BT. Ini juga masih belum menarik di masyarakat sekalipun ada bantuan Rp40 juta. Karena suku bunga dan lainnya. Itu masih kurang menarik jika dibanding dengan FLPP dan SSB. Jadi pertanyaannya kenapa harus ke Tapera dan BP2 BT? Kenapa tidak ke FLPP dan SSB saja?” kata Tuti. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku Usaha Properti Perlu Tingkatkan Literasi Finansial ke Masyarakat

    Pelaku Usaha Properti Perlu Tingkatkan Literasi Finansial ke Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Lamudi.co.id, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang layanan properti, menyebutkan bahwa tingkat disetujuinya pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih rendah yakni berkisar rata-rata 19,80 persen dalam periode Januari-Maret 2022. Hal ini menunjukan masih perlunya pelaku usaha properti mengedukasi para calon pembeli secara lebih intens dengan literasi finansial memadai terutama sebelum melakukan proses pengajuan […]

  • Kemenperin Ungkap Kendala Pengembangan KI Teluk Bintuni

    Kemenperin Ungkap Kendala Pengembangan KI Teluk Bintuni

    • calendar_month Minggu, 24 Okt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membeberkan tantangan utama dalam pengembangan Kawasan Industri (KI) Teluk Bintuni, yakni proses pengadaan lahan dan kepastian alokasi gas. Padahal, KI Teluk Bintuni termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Kawasan Industri Prioritas sesuai RPJMN 2020 – 2024. “Proses pengadaan lahan sebaiknya dilakukan oleh pemerintah daerah sebagai bentuk komitmennya dalam pengembangan kawasan setempat,” […]

  • Interior Rumah Bisa Naik Kelas Lewat Detail Simpel Ini

    Interior Rumah Bisa Naik Kelas Lewat Detail Simpel Ini

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Sering dianggap sepele, ternyata detail kecil dapat memberikan dampak yang signifikan dalam rumah. Sebut saja, pemilihan sakelar dan stop kontak kini tak bisa lagi diabaikan meski acap kali dianggap sebagai detail kecil di dalam rumah. Keduanya memiliki peran penting dalam menjaga kesatuan visual dan memastikan tidak ada gangguan dalam komposisi ruang. “Dalam merancang […]

  • Bank Jakarta

    Bank Jakarta Catatkan Kinerja Positif Triwulan II-2025

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank DKI, yang kini mengusung identitas baru sebagai Bank Jakarta, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid hingga akhir triwulan II-2025. Capaian ini sejalan dengan strategi transformasi menyeluruh dan langkah ekspansi bisnis, termasuk melalui sinergi regional yang kian diperkuat. Kinerja positif ini merupakan cerminan dari komitmen perseroan untuk terus bertumbuh secara sehat dan inklusif. […]

  • The Sanctuary Collection

    The Sanctuary Collection Mulai Pembangunan Orchard Riviera

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • 0Komentar

    SENTUL – The Sanctuary Collection menggelar acara groundbreaking Klaster Orchard Riviera, sebagai bentuk komitmen menjadikan proyek hunian tersebut sebagai ikon baru gaya hidup mewah di kawasan Sentul Selatan. Seremoni groundbreaking berlangsung pada Senin (9/12), yang menandai dimulainya pembangunan klaster premium tersebut. Klaster Orchard Riviera merupakan proyek skala internasional, hasil kolaborasi antara Perennial Holdings Private Limited, […]

  • apartemen jakarta

    Butuh Insentif Dorong Minat Masyarakat Tinggal di Apartemen

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Meski insentif Pajak Pertambahan Nilai Di Tanggung Pemerintah (PPN DTP) terus diperpanjang untuk penyerahan rumah tapak dan rumah susun atau apartemen, namun pasar hunian vertikal masih tak berdaya. Sebagian besar pengembang juga masih menunda pembangunan proyek apartemen baru, penyerapan unit rendah dan harga sewa cenderung stabil. Riset yang dilakukan Colliers Indonesia mengungkapkan minimnya […]

Translate »
expand_less