Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Begini Usulan Himperra Agar Program Bank Dunia Sukses

Begini Usulan Himperra Agar Program Bank Dunia Sukses

  • calendar_month Sabtu, 30 Jan 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Ketua Umum Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Endang Kawidjaja memberikan usulan agar realisasi serapan program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) menjadi lebih baik di tahun 2021.

“Selama ini ada empat kelompok sasaran kredit pemilikan rumah (KPR) Subsidi yang termarjinalisasi, yaitu pegawai honorer, pengawai kontrak, pekerja dengan penghasilan tidak tetap (non-fixed income), dan wiraswasta. Keempat kelompok ini bisa menjadi sasaran untuk program BP2BT,” ujar Endang saat dihubungi redaksi industriproperti.com, Sabtu, 30 Januari 2021.

Lebih lanjut, Endang yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina The Housing and Urban Development (HUD) Institute melihat perlunya belajar dari keberhasilan serapan program BP2BT pada akhir tahun 2019 lalu. “Akhir tahun 2019 lalu, serapan BP2BT bisa mencapai lima ribuan selama  dua bulan dari Oktober hingga November.  Artinya perlu ada zona waktu eksklusif untuk BP2BT,” usul Endang.

Terlebih Himperra juga melihat masih ada jurang menganga antara kebutuhan pembiayaan perumahan dengan potensi pasar di tahun 2021. “Anggaran penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ditargetkan dapat mencapai 157.500 unit. Melihat ketersediaan anggaran seperti ini, mungkin pada bulan ketujuh atau kedelapan, kuota FLPP sudah habis,” tukas bos Delta Group tersebut.

Berdasarkan catatan redaksi industriproperti.com, bantuan Pembiayaan Perumahan Tahun Anggaran 2021 terdiri dari empat program yakni FLPP, BP2BT, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Alokasi FLPP sebanyak 157.500 unit senilai Rp 16,66 triliun, BP2BT 39.996 unit senilai Rp 1,6 triliun, SBUM 157.500 unit senilai Rp 630 miliar dan Tapera dari dana masyarakat untuk 25.380 unit senilai Rp 2,8 triliun.

“Artinya tahun 2021 ini ada kesempatan bagi BP2BT untuk menyerap lebih banyak,” ujar Endang. Berangkat dari hal tersebut Endang mengajak agar ada uji coba dulu dari saat ini hingga bulan Juni 2021 agar BP2BT dapat masuk ke empat kelompok sasaran yang termarjinalisasi.

“Dari sekarang hingga bulan Juni 2021, kita dorong BP2BT untuk kelompok sasaran yang termarjinalisasi. Utamanya untuk pekerja dengan penghasilan tidak tetap dan wiraswasta, ” lanjut Endang.

Untuk diketahui oleh pembaca setia industriproperti.com, pada tahun 2019 lalu juga terjadi persoalan kurangnya kuota rumah subsidi. Saat itu, Pemerintah hanya menganggarkan sebanyak 168.858 unit rumah subsidi, yang mana 68.858 unit berasal FLPP dan 100.000 unit sisanya berasal dari Subsidi Selisih Bunga (SSB). Jumlah tersebut berkurang dari total anggaran FLPP dan SSB di tahun 2018 yang mampu membiayai hingga 267.000 ribu unit, dimana 42.000 diantaranya berasal dari FLPP dan 225.000 sisanya berasal dari SSB.

Alhasil, pada pertengahan tahun 2019, kuota rumah subsidi sudah habis, sedangkan program BP2BT baru masuk ke dalam pasar rumah subsidi dan belum bisa diterima sepenuhnya oleh konsumen akibat persyaratan yang lebih ketat. Himperra kemudian bersama dengan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) kemudian menghadap ke Presiden Joko Widodo pada 16 September 2019 untuk meminta tambahan kuota rumah subsidi.

Kementerian Keuangan atas instruksi Presiden Joko Widodo akhirnya menganggarkan FLPP tambahan sebesar Rp 2 triliun yang menggunakan dana talangan BTN sebesar Rp 1,5 triliun dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebesar Rp 500 miliar. Dana talangan ini akan diganti melalui tambahan FLPP Rp 2 triliun di tahun 2020. (ADH & BRN)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • Izin Lingkungan Hambat Layanan PBG

    Izin Lingkungan Hambat Layanan PBG

    • calendar_month Senin, 29 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemberlakuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 4 Tahun 2021 terkait Izin Lingkungan telah menghambat penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) rumah bersubsidi. Hal ini karena salah satu syarat PBG tersebut dinilai sangat membebani program penyediaan papan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Pengurusan PBG bagi rumah bersubsidi terkendala Permen LHK Nomor 4/2021. […]

  • Ketidakpastian Geopolitik Pengaruhi Arus Modal di Asia Pasifik

    Ketidakpastian Geopolitik Pengaruhi Arus Modal di Asia Pasifik

    • calendar_month Jumat, 17 Mar 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Investor realestat global mengakui mereka akan menghadapi serangkaian tantangan baru di tahun 2023 seiring ketidakpastian harga dan suku bunga yang memengaruhi arus modal ke industri realestat komersial di Asia Pasifik. Menurut Asia Pacific Investor Sentiment Barometer 2023 yang dirilis oleh perusahaan konsultan realestat global Jones Lang Lasalle (JLL), sebanyak 78% investor menyebut ketidakpastian […]

  • Menkeu: Pembiayaan Awal Pembangunan IKN dari PEN

    Menkeu: Pembiayaan Awal Pembangunan IKN dari PEN

    • calendar_month Rabu, 19 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa pembiayaan awal pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) diperoleh dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2022. Tujuannya agar target pembangunan IKN dapat terpenuhi, sekaligus tetap menjaga stabilitas dan sustainabilitas keuangan negara. “Kita nanti bisa mendesain untuk kebutuhan awal terutama pelaksanaan pembangunan akses dan infrastruktur IKN bisa masuk […]

  • Kota Kembang

    Ini Area Prospektif di Kota Kembang

    • calendar_month Minggu, 3 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Salah satu wilayah di area Bandung yang prospektif sektor propertinya adalah Cileunyi. Lokasinya yang sudah berada di luar kota Bandung sehingga harganya relatif jauh di bawah daerah Bandung yang lain sepanjang jalur Jalan Tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi). Sementara itu area Pasteur yang selama ini popular sebagai gerbang keluar masuk kota Bandung sepertinya mulai mengalami […]

  • Tingkatkan Kapasitas SDM, REI Jambi Gelar Diklat

    Tingkatkan Kapasitas SDM, REI Jambi Gelar Diklat

    • calendar_month Selasa, 12 Des 2023
    • 0Komentar

    Jambi – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Jambi bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar pelatihan untuk pengembang. Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) perusahaan pengembang anggota REI Jambi. “Harapan kami diklat ini bermanfaat bagi peserta sehingga melahirkan developer berkualitas dan tangguh di daerah. Dengan demikian kita bisa […]

  • Wapres Pimpin Badan Pengarah Otsus Papua

    Wapres Pimpin Badan Pengarah Otsus Papua

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo menunjuk Wakil Presiden untuk mengetuai Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 121 Tahun 2022 tentang Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otsus Papua. Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua atau Badan Pengarah Papua merupakan lembaga nonstruktural yang berada di bawah […]

Translate »
expand_less