Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » BSI Guyur Pasar KPR FLPP Syariah

BSI Guyur Pasar KPR FLPP Syariah

  • calendar_month Selasa, 23 Feb 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk bakal menggelontorkan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sebanyak 14.100 unit rumah bersubsidi untuk tahun ini. Kuota KPR Subsidi untuk tahun 2021 menempatkan bank hasil merger tiga anak usaha bank pelat merah ini pada posisi tiga teratas Bank Pelaksana KPR FLPP setelah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan Bank BTN Syariah.

“BSI masih dalam proses penyelesaian merger. Pelayanan bisnis tetap berjalan normal. Tapi untuk mulai penyaluran KPR FLPP, BSI harus melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) lagi dengan PPDPP. Saat ini sedang dalam proses persiapan MoU sehingga awal Maret mendatang sudah bisa tersalurkan,” ucap Executive Vice President BSI, Wawan Setiawan, saat menerima lawatan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), di Jakarta, Senin, 22 Februari 2021.

Mengutip informasi Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), imbuh Wawan, pihaknya tidak dapat melanjutkan MoU yang telah diteken oleh tiga anak usaha bank syariah sebelumnya (BRI Syariah, BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri). Ketiga anak perusahaan bank pelat merah itu bergabung membentuk BSI di penghujung tahun lalu.

“Walaupun sebelumnya ketiga bank syariah sudah mengikat nota kesepahaman pada pertengahan Desember 2020. Tapi PPDPP tetap meminta agar BSI melakukan penandatanganan kesepakatan yang baru,” tukasnya.

Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Perbankan Syariah Dhody Thahir berharap BSI memperlebar porsi penyaluran KPR FLPP. “Pertimbangan alasan kami meminta tambahan kuota KPR FLPP syariah di BSI karena saat ini masyarakat kian menggandrungi skema syariah untuk KPR Subsidi,” ucap Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara.

Sebagai catatan, mengutip data PPDPP, total KPR FLPP sepanjang tahun 2020 lalu senilai Rp 11,23 triliun ekuivalen 109.253 unit rumah bersubsidi. Sedangkan untuk tahun ini Kementerian PUPR telah mengalokasikan KPR FLPP sebesar Rp 19,1 triliun atau setara 157.500 unit rumah subsidi. Sebesar Rp 16,62 triliun dana KPR FLPP untuk tahun ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan Rp 2,5 triliun berasal dari pengembalian pokok (dana bergulir). (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Realisasi Pendapatan Negara 2021 Lampaui Target

    Realisasi Pendapatan Negara 2021 Lampaui Target

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Realisasi pendapatan negara tahun 2021 mencatatkan kinerja positif dan melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Hingga Desember 2021, realisasi penerimaan negara tumbuh sebesar Rp 2.003,1 triliun atau setara 114,9 persen dari target APBN 2021 sebesar Rp 1.743,6 triliun. “Dengan asumsi deviasi, realisasi APBN 2021 positif. Sampai dengan 31 Desember, pendapatan […]

  • Didukung OJK, REI Gelar Program Vaksinasi Massal

    Didukung OJK, REI Gelar Program Vaksinasi Massal

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Sejumlah Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggelar program vaksinasi massal di beberapa wilayah di Tanah Air. Kegiatan ini bertujuan mendukung program pemerintah yakni percepatan vaksinasi nasional sehingga mewujudkan kekebalan komunitas (herd immunity). “Kami melakukan program vaksinasi massal sebanyak 24 ribu dosis Sinovac untuk […]

  • Yakin Pasar KPR Tumbuh, BTN Gencar Gandeng Pengembang

    Yakin Pasar KPR Tumbuh, BTN Gencar Gandeng Pengembang

    • calendar_month Selasa, 6 Des 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perbankan dan pengembang sepakat untuk menyambut tahun 2023 dengan optimisme, meski ada tekanan dari kemungkinan terjadinya resesi ekonomi global. Untuk itu, sinergitas perbankan dan pelaku usaha properti perlu terus ditingkatkan. Hal tersebut ditegaskan Senior Vice President Nonsubsidize Mortgage and Personal Lending Bank Tabungan Negara (BTN) Iriska Dewayani kepada wartawan usai acara perjanjian kerja […]

  • 64 Persen PNS Jawa Tengah Rampung Pemutakhiran Data Tapera

    64 Persen PNS Jawa Tengah Rampung Pemutakhiran Data Tapera

    • calendar_month Rabu, 20 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Dari total 308.854 PNS di lingkup Provinsi Jawa Tengah sebagai peserta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) aktif, sebanyak 197.220 (63,86 persen) sudah melakukan pemutakhiran data individu. Sedangkan 111.634 peserta (36,14 persen) yang belum melakukan pemutakhiran data secara individu. Hal ini terungkap dalam Sosialisasi Program Tapera dan Pemutakhiran Data PNS Bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, […]

  • Capai 84%, Pemerintah Kawal Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Capai 84%, Pemerintah Kawal Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah terus mengawal penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KJCB) yang hampir rampung. Saat ini progres pembangunan konstruksi telah mencapai sekitar 84%. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan proyek pembangunan KCJB rampung pada Juni 2023 dan diharapkan sudah beroperasi secara komersial pada Juli 2023. “Pak […]

  • Temui Menperin, REI bersama Kadin Sampaikan Ini

    Temui Menperin, REI bersama Kadin Sampaikan Ini

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Paulus Totok Lusida menyampaikan adanya kenaikan harga jual besi baja hingga lebih dari 40 persen. Lonjakan harga besi baja ini tentunya berdampak signifikan terhadap industri properti. “Kenaikan harga jual besi baja luar biasa mencapai lebih dari 40 persen. Padahal, tidak ada kenaikan […]

Translate »
expand_less