Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Ekonomi 2020 Minus 2,07%, Berapa Pertumbuhan Industri Properti?

Ekonomi 2020 Minus 2,07%, Berapa Pertumbuhan Industri Properti?

  • account_circle Adi Guru Mahendra
  • calendar_month Jum, 5 Feb 2021

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2020 terkontraksi sebesar minus 2,19 persen (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan secara kumulatif pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2020 juga terkontraksi sebesar minus 2,07 persen (yoy). 

“Kendati perekonomian mengalami kontraksi, sektor realestat pada triwulan IV tahun 2020 tetap mengalami pertumbuhan sebesar 1,25 persen (yoy). Namun, tren pertumbuhan sektor realestat pada triwulan IV tahun 2020 ini sebenarnya menunjukkan laju penurunan. Dari sebelumnya pada triwulan IV tahun 2019 dapat tumbuh 5,88 persen (yoy),” demikian keterangan pers yang dilansir BPS, Jumat, 5 Februari 2021.

Namun demikian, berdasarkan penelusuran redaksi industriproperti.com, perlu diperhatikan juga bahwa yang masuk ke dalam perhitungan sektor realestat sebagaimana data BPS tersebut, lebih banyak memperlihatkan aktivitas broker. Data tersebut belum memperhitungkan seluruh aspek rantai pasok industri properti dari hulu ke hilir.

Selain itu, yang tercatat dalam sektor realestat dalam data BPS itu juga lebih banyak mengacu pada penyediaan perumahan. Dengan kata lain, belum mencakup seluruh lingkup industri properti seperti perkantoran, kawasan pariwisata, kawasan industri, hingga pengembangan skala besar lainnya dan pembangunan kota baru.

Adapun pertumbuhan industri properti dari hulu ke hilir juga dapat dilihat dari pertumbuhan sektor konstruksi dan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum.

Sektor konstruksi pada triwulan IV tahun 2020 terkontraksi hingga minus 5,67 persen. Hal ini, menurut BPS, karena adanya fenomena penurunan realisasi pengadaan semen maupun penurunan impor bahan bangunan untuk konstruksi.

Sedangkan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mengalami pertumbuhan minus 8,88 persen pada triwulan IV tahun 2020. Berdasarkan data BPS, ini terjadi akibat belum pulihnya kunjungan wisatawan yang menyebabkan tingkat kunjungan ke hotel dan restoran masih rendah dan adanya pengetatan pelaksanaan liburan akhir tahun dalam melakukan perjalanan. (BRN)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • investasi real estat

    Investasi Real Estat Komersial Asia Pasifik Tembus USD27,3 Miliar

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2024
    • account_circle Sandiyu nuryono
    • 0Komentar

    Jakarta – Volume investasi menunjukkan pertumbuhan tahunan untuk ketiga kalinya secara beruntun pada Q2 2024. Hal ini menandakan bahwa investasi real estat komersial di wilayah APAC mulai pulih dari penurunan pada tahun 2023. “Investasi real estat komersial di Asia Pasifik naik 2% secara tahunan (YoY) pada Q2 2024 menjadi USD27,3 miliar, menandai pertumbuhan kuartalan ketiga […]

  • Ilustrasi Backlog Perumahan

    BPKN Terima 6 Ribu Pengaduan, Perumahan Masih Teratas

    • calendar_month Ming, 2 Mei 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) telah menerima sebanyak 6.045 pengaduan selama tahun 2017 hingga 28 April 2021. Bidang perumahan, yakni sebanyak 2.663 pengaduan, menempati urutan teratas yang dikeluhkan konsumen. “Masalah perumahan masih menempati posisi pengaduan masyarakat yang tertinggi. Urutan kedua teratas keluhan konsumen adalah pada sektor jasa keuangan sebanyak 2.170 pengaduan. Transaksi e-commerce […]

  • Karpet Merah untuk Investor Turki

    Karpet Merah untuk Investor Turki

    • calendar_month Sel, 14 Des 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah RI menggelar karpet merah bagi calon investor perusahaan konstruksi dan properti asal Turki. Pasalnya, perusahaan asal negeri Mustafa Kemal Ataturk itu merupakan kontraktor global terbaik yang telah menggarap 10.725 proyek di 128 negara. Tidak tanggung-tanggung, investasi yang digelontorkan pun bernilai fantastis, US$ 424,5 miliar. Sebagian besar investasinya di sektor perumahan dan konstruksi infrastruktur […]

  • Aset Keuangan Syariah Belum Tumbuh Signifikan

    Aset Keuangan Syariah Belum Tumbuh Signifikan

    • calendar_month Sel, 11 Mei 2021
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Sektor keuangan syariah mengalami pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2020. Namun, pertumbuhan aset keuangan industri syariah belum diimbangi dengan kenaikan aset. “Sektor keuangan syariah mengalami pertumbuhan signifikan. Hanya saja, asetnya memang kecil. Jumlah aset perbankan syariah daripada aset perbankan konvensional sangat jomplang,” tutur Analis Kebijakan Madya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Mochamad […]

  • Pemilik Unit Kondotel Gugat UU Rusun

    Pemilik Unit Kondotel Gugat UU Rusun

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemilik unit kondominium hotel (kondotel) mengajukan gugatan terhadap Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun (UU Rusun). Permohonan dengan registrasi perkara Nomor: 62/PUU-XX/2022 ini mengklaim penerapan UU Rusun menabrak hak konstitusi para pemohon. “Kondotel memiliki konsep kepemilikan yang sama dengan rusun yakni bangunan gedung bertingkat dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian […]

  • PPN DTP

    Perpanjangan PPN DTP Properti 2026 Pacu Industri Manufaktur

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Oki Baren
    • 0Komentar

    Jakarta – Perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun hingga 31 Desember 2026 dinilai tepat untuk memacu industri manufaktur nasional. Kebijakan yang diambil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah dalam mendorong daya beli masyarakat sekaligus memperkuat sektor ekonomi yang memiliki keterkaitan luas dengan […]

Translate »
expand_less