Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Per 11 Mei 2021, PPDPP Kucurkan FLPP Rp 6,5 Triliun

Per 11 Mei 2021, PPDPP Kucurkan FLPP Rp 6,5 Triliun

  • calendar_month Rabu, 12 Mei 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Realisasi Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) per tanggal 11 Mei 2021 sebesar Rp 6,47 triliun. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR memastikan penyaluran KPR FLPP untuk 59.503 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) telah mencapai 37,78 persen dari target tahun 2021 yakni sebesar 155 ribu unit.

“Dengan capaian itu, maka realisasi penyaluran FLPP dari tahun 2010 hingga per 11 Mei 2021 telah mencapai Rp 62,07 triliun untuk 824.358 unit rumah khusus MBR,” ungkap Direktur Utama PPDPP Kementerian PUPR, Arief Sabaruddin, dalam rapat koordinasi bersama asosiasi pengembang secara virtual, Selasa, 11 Mei 2021.

Arief mengutarakan, dari jumlah tersebut PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk masih menjadi bank dengan porsi penyaluran KPR FLPP terbesar. “Posisi Bank BTN dan BTN Syariah saat ini sebanyak 74.250 unit. Ini sudah termasuk tambahan dari BTN Syariah. Per hari ini sudah terealisasi 57 ribuan debitur sehingga kuota tersisa sebanyak 100 ribuan unit lagi, cetus Arief.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, capaian kinerja Program Sejuta Rumah sepanjang triwulan I-2021 mencapai 164.071 unit. Rinciannya, sebanyak 146.766 unit rumah bersubsidi bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 17.035 unit sisanya adalah rumah non subsidi.

“Capaian Program Sejuta Rumah pada triwulan pertama per tanggal 31 Maret 2021 sebanyak 164.071 unit rumah di seluruh Indonesia,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid.

Peningkatan capaian PSR berasal dari penambahan kegiatan pembangunan rumah swadaya dan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kementerian PUPR. Selain itu juga adanya pembangunan peningkatan kualitas rumah oleh pemerintah daerah.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, dalam pelaksanaan Program Sejuta Rumah pemerintah menargetkan sebanyak 70 persen pembangunan rumah untuk MBR. Adapun sisanya, sebanyak 30 persen untuk rumah non MBR. Capaian rumah MBR berasal dari pembangunan rumah susun oleh pemerintah sebanyak 325 unit, 46.415 unit rumah swadaya, dan DAK 646 unit. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Tiga Kunci Sukses Pembangunan Infrastruktur di Negara Berkembang

    Ini Tiga Kunci Sukses Pembangunan Infrastruktur di Negara Berkembang

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo menekankan tiga kunci sukses bagi Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII) dalam mendukung pembangunan infrastruktur di negara-negara berkembang. Seiring krisis multidimensional di dunia membawa tantangan dalam pembangunan infrastruktur di negara berkembang, termasuk melalui penyusutan ruang fiskal. Pertama, dukungan PGII harus bersifat country driven dan berdasarkan kebutuhan riil negara tujuan. Selain […]

  • Ini Skema Baru Pembiayaan Hunian MBR Informal di Tahun 2023

    Ini Skema Baru Pembiayaan Hunian MBR Informal di Tahun 2023

    • calendar_month Sabtu, 31 Des 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian PUPR berupaya mengembangkan sejumlah skema baru dalam pembiayaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sektor informal untuk tahun 2023 mendatang. “Tahun 2023 kami akan fokus pada pembiayaan perumahan untuk MBR informal melalui saving plan dengan BP Tapera. Para pekerja mandiri atau komunitasnya bisa memperoleh rumah apabila menabung selama 3-6 bulan di Tapera,” kata […]

  • industri furnitur

    Kinerja Ekspor Industri Furnitur 2022 Capai US$2,47 M

    • calendar_month Kamis, 11 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kontribusi industri furnitur sebesar 1,30 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) non-migas dengan kinerja ekspor senilai US$ 2,47 miliar pada tahun 2022. “Pada kuartal pertama tahun 2023 pertumbuhan industri furnitur telah menunjukkan peningkatan ketimbang triwulan I-2022 (q to q). Capaian ini terjadi ditengah ancaman resesi global yang sebelumnya membuat pertumbuhan industri furnitur mengalami […]

  • intiland

    Begini Strategi Intiland Perkuat Struktur Keuangan

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Intiland Development Tbk atau Intiland mencatatkan pencapaian positif dalam upaya memperkuat kinerja dan fundamental finansial. Keberhasilan ini salah satunya tercermin dari langkah perseroan yang secara konsisten terus memperkuat neraca keuangan melalui strategi deleveraging selama tiga tahun terakhir. Direktur Utama Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan bahwa strategi deleveraging menjadi strategi prioritas yang dijalankan […]

  • Efek KTT G20, Ekonomi Bali Q3 2022 Tumbuh 8,1%

    Efek KTT G20, Ekonomi Bali Q3 2022 Tumbuh 8,1%

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dengan beragam rangkaian side event telah memacu pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali hingga 8,1 persen sepanjang kuartal III (Q3) 2022.    “Perekonomian Bali di kuartal ketiga tahun 2022 mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan hingga 8,1 persen year on year (yoy). Ini merupakan peningkatan yang sangat besar dibandingkan kuartal […]

  • Save Raja Ampat

    Respons Tagar Save Raja Ampat, Ini Langkah Konkret Kemenpar

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menjalankan upaya strategis untuk memastikan perlindungan kawasan Raja Ampat, merespons tagar #Save Raja Ampat yang viral di sosial media. Keseimbangan antara ekonomi dan ekologi menjadi upaya utama yang ditekankan dalam pembangunan khususnya sektor pariwisata. “Kita ingin pembangunan apapun, termasuk kepariwisataan, harus menjaga keseimbangan antara ekologi, teritori sosial, dan skala ekonomi,” kata […]

Translate »
expand_less