Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Reforma Agraria Solusi Atasi Konflik Pertanahan

Reforma Agraria Solusi Atasi Konflik Pertanahan

  • calendar_month Selasa, 13 Apr 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Pusat, Surya Tjandra menegaskan bahwa reforma agraria merupakan solusi penyelesaian konflik pertanahan. Selain itu, reforma agraria juga menjadi bagian dari upaya pembangunan daerah melalui tata ruang, pengembangan potensi pariwisata, pertanian, perkebunan serta komoditas ekspor hingga redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Salah satu contoh pembangunan wilayah melalui Reforma Agraria yaitu pembangunan di Provinsi Sumatera Utara. “Dari 19 Program Strategis Nasional (PSN) di Pulau Sumatera, sebanyak tujuh titik di antaranya berlokasi di Sumatera Utara,” kata Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa, 13 April 2021.

Surya Tjandra merinci, beberapa pembangunan itu antara lain Kawasan Strategis Nasional Metropolitan Mebidangro (Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo), Pembangunan Pulau Tertinggal, Terluar dan Terdepan di Pulau Nias, dan Pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba. Selanjutnya, pengembangan potensi kebun sawit rakyat, pengembangan potensi wisata desa dan agrowisata seluas 640 Ha di Tapanuli Selatan sebagai cikal bakal Kampung Reforma Agraria Sumatera Utara.

Berikutnya, Pengembangan Food Estate berupa holtikultura seperti cabai, bawang putih dan industri kentang. “Wajar jika Sumatera Utara menjadi hotspot konflik agraria dan strategi untuk itu harus kreatif,” tutur Surya Tjandra.

Lebih lanjut Surya Tjandra menuturkan, permasalahan dan konflik agraria bukanlah sesuatu yang tabu atau harus dilupakan. Konflik itu harus menjadi pintu masuk untuk memahami gejala konflik. Sebagai contoh, ketika masyarakat membutuhkan sesuatu dan menimbulkan konflik, maka harus ada strategi berkelanjutan berdasarkan gejala yang ada. “Selanjutnya harus ada sistem pelaksanaan Reforma Agraria yang lebih efektif,” tambah Surya Tjandra.

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat sepanjang 2020 sedikitnya telah terjadi 241 letupan konflik agraria akibat praktik-praktik perampasan tanah dan penggusuran. Konflik tersebut tersebar di 359 kampung/desa, melibatkan 135.337 kepala keluarga (KK) di atas tanah seluas 624.272,711 hektar.

Berdasarkan Laporan Konflik Agraria 2020 yang dirilis lembaga swadaya masyarakat itu, 122 kasus sektor perkebunan menjadi pemicu konflik agraria terbesar. Sektor industri properti menempati urutan empat teratas yakni memicu 20 letupan konflik. Sedangkan sektor kehutanan (41 kasus), dan pembangunan infrastruktur nasional (30 kasus), berada di urutan kedua dan ketiga teratas.

Sejumlah proyek infrastruktur yang masuk dalam PSN dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yakni sebanyak 17 kasus, mendominasi konflik agraria di tahun lalu. Proyek tersebut antara lain pembangunan jalan tol, bandara, kilang minyak dan pelabuhan. Tidak hanya itu, konflik juga terjadi akibat pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata premium seperti Danau Toba, Labuan Bajo dan Mandalika. Sisanya akibat pembangunan stasiun, bendungan dan gelanggang olah raga (GOR).

Sedangkan konflik pertanahan di sektor properti akibat adanya klaim aset pemerintah (sebanyak delapan kasus), dan enam kasus pembangunan kawasan perumahan. Selanjutnya, dua kasus akibat pembangunan proyek real estat, dua kasus kawasan industri, satu letupan konflik akibat pembangunan resort dan satu kasus akibat pembangunan proyek perkantoran. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini 10 Pasal UU Rusun yang Terdampak UUCK

    Ini 10 Pasal UU Rusun yang Terdampak UUCK

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Undang-undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja yang berlaku sejak 2 November 2020 memberikan dampak pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun. Setidaknya ada 10 pasal dalam UU Rusun yang terdampak UUCK. “Pasal-pasal yang terdampak Undang-Undang Cipta Kerja dari Undang-Undang No 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun, misalnya Pasal 16 ayat 2 […]

  • IPEX Kembali Digelar Offline, Tawarkan Bunga KPR Hanya 2,22%

    IPEX Kembali Digelar Offline, Tawarkan Bunga KPR Hanya 2,22%

    • calendar_month Minggu, 15 Mei 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) secara langsung (offline) setelah tahun sebelumnya dilakukan secara virtual (online). IPEX 2022 atau yang ke-38 kali diselenggarakan ini dilaksanakan dari tanggal 15 Mei hingga 22 Mei mendatang, berlokasi di Hall A Jakarta Convention Centre (JCC). Pameran tersebut melibatkan 41 developer/pengembang yang […]

  • Dukung Konversi Gas, REI Gandeng Produsen Kompor Myamin

    Dukung Konversi Gas, REI Gandeng Produsen Kompor Myamin

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pemasaran Produk Kompor Listrik Induksi merek Myamin, Rabu, 8 September 2021. Kerjasama ini sebagai bentuk dukungan REI terhadap program pemerintah untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui Gerakan Satu Juta Kompor Induksi. “Kerjasama ini merupakan upaya REI dalam mendukung program konversi sejuta kompor […]

  • krisis real estat tiongkok

    Selamatkan Krisis, Tiongkok Siapkan Dana Real Estat USD44 M

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Negeri Tirai Bambu tengah menyiapkan dana real estat sebesar USD44 miliar (Rp 658,7 triliun, mengacu kurs Rp14.971 per USD). Rencananya dana tersebut untuk membantu developer menyelesaikan krisis utang. “Saya percaya dana itu akan menjadi bagian dari paket yang lebih besar untuk menyelesaikan krisis utang dan hipotek saat ini. Karena itu saja tidak akan […]

  • Hutama Karya Garap Proyek Tol Akses Patimban Paket 3

    Hutama Karya Garap Proyek Tol Akses Patimban Paket 3

    • calendar_month Selasa, 14 Nov 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) kembali ditunjuk membangun Jalan Tol Akses Patimban Paket 3. Pengerjaan proyek ini mulai awal tahun depan seiring penandatanganan kontrak jalan tol baru akses ke Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan, pembangunan jalan tol ini sekaligus menentukan keberhasilan Pelabuhan Patimban melayani […]

  • BTN Housingpreneur

    Penghargaan BTN Housingpreneur Perkuat Inovasi Perumahan

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penganugerahan (awarding) BTN Housingpreneur 2025 menjadi ajang penutup pelaksanaan pameran BTN Expo 2026 yang telah berlangsung sejak 28 Januari 2026. Program ini berhasil mencatat 1.170 submission dan melahirkan 58 inovator baru yang kreatif, visioner, dan solutif. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu mengatakan ajang ini digelar di tengah […]

Translate »
expand_less