Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Terhenti, Ini Kendala Program Rusun Rent-to-Own

Terhenti, Ini Kendala Program Rusun Rent-to-Own

  • calendar_month Minggu, 5 Jun 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Program Rusun Sewa Milik (Rent-to-Own) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang berjalan lebih dari 30 tahun lalu memiliki sejumlah kendala. Pemprov DKI pun menghentikan program yang sebenarnya bisa menjadi salah satu solusi bagi milenial memiliki hunian.

“Saat ini memang sudah tidak ada lagi program tersebut hanya saja kami masih punya banyak PR (pekerjaan rumah) untuk penyelesaian rusun sewa beli ini,” ungkap Kepala Seksi Kemitraan Bidang Pembiayaan dan Kemitraan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Khairunnisa dalam Webinar perkim.id SERI #31/“Ingin Cepat Punya Rumah?” secara daring, Kamis, 2 Juni 2022.

Khairunnisa menjelaskan, ada tiga kendala dalam pelaksanaan Program Rusun Rent-to-Own ini. Kendala yang pertama adalah sistem sewa beli tidak melibatkan lembaga perbankan. Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (DPRKP) Provinsi DKI Jakarta menagih langsung cicilan kepada warga penghuni rusun sewa beli. Ini menyebabkan banyaknya tunggakan cicilan yang tidak dilunasi oleh penghuni rusun sewa beli.

“Lalu yang kedua, kendalanya itu dari sisi lahan. Lahan itu merupakan aset yang tidak termasuk yang disewabelikan. Namun, memang kami sadari masih kurangnya pengawasan dari kami terhadap ruang-ruang kosong sehingga diokupansi oleh warga secara ilegal,” jelas Khairunnisa.

Kendala ketiga adalah pengelolaan rusun dilakukan oleh PPPSRS yang dibentuk oleh warga. Namun, dalam pengelolaaanya kurang maksimal sehingga bangunan rusun kurang terawat dan menjadi kumuh.

Sasaran dan Target

Tujuan pembangunan rusun sewa beli adalah dalam rangka efisiensi dan memaksimalkan tata guna tanah (lahan aset), mengingat lahan yang sangat terbatas dituntut untuk dapat menampung kebutuan hunian penduduk dalam jumlah yang besar.

“Saat itu, Pemprov DKI maupun BUMD yang ditunjuk melakukan pembangunan rusun untuk masyarakat yang terdampak. Lalu, masyarakat itu pada dasarnya mencicil kepada pemprov DKI dalam hal ini kepada Dinas Perumahan,” kata Khairunnisa.

Program ini memiliki sasaran dalam rangka pemenuhan kebutuhan akan perumahan dan permukiman bagi golongan masyarakat MBR.

Target warga terprogram/penghuni rusun sewa beli, antara lain warga terdampak program penataan, warga terdampak bencana alam (kebakaran, banjir, dan lain-lain), dan warga umum.

Ada 10 lokasi rusun sewa beli di ibu kota. Rusun tersebut di antaranya di Rusun Jatibunder, Rusun Petamburan, Rusun Benhil II, Rusun Karet Tengsin I, Rusun Karet Tengsin II, Rusun Tebet II, Rusun Tebet I, Rusun Bidaracina, Rusun Tanah Tinggi, Rusun Tambora.

Jumlahnya ada sekitar 3.368 unit dan kondisinya kurang baik karena pemeliharaan bangunan yang masih sangat kurang. “Pemprov DKI untuk rusun sewa beli ini kami tidak bisa melakukan rehabilitasi terhadap bangunan tersebut karena bangunan tersebut milik dari warga. Semestinya warga yang melakukan pemeliharaan atau rehab terhadap bangunan tersebut,” pungkas Khairunnisa. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank BTN Proyeksikan Sektor Properti Tetap Cerah di Tahun Ini

    Bank BTN Proyeksikan Sektor Properti Tetap Cerah di Tahun Ini

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) optimistis industri properti di 2024 cerah dan akan menjadi sektor yang dapat memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut didukung masih berlanjutnya sejumlah stimulus dari pemerintah untuk mendorong permintaan rumah sejak 2023 lalu seperti pelonggaran rasio LTV/FTV kredit/pembiayaan properti menjadi maksimal 100% untuk semua […]

  • btn

    Salurkan 46,7% KPR FLPP, Kontribusi BTN Terbesar di 2025

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN tetap menjadi bank penyalur Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera berbasis Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP) terbesar di tahun 2025. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyebutkan, BTN masih menjadi bank penyalur KPR Sejahtera FLPP terbesar secara nasional di 2025 dengan total realisasi mencapai […]

  • Perjanjian KUB

    Diinisiasi Sejak 2024, Bank DKI Gandeng BMM Bentuk KUB

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Bank DKI menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Maluku Malut (BMM) membentuk KUB (Kelompok Usaha Bersama). Kolaborasi keduanya ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Penyertaan Modal dan Perjanjian Pemegang Saham, di Balai Kota Jakarta, Rabu, 5 Juni 2025. Direktur Utama Bank DKI, Agus Haryoto Widodo, menyampaikan bahwa pembentukan KUB ini merupakan tonggak penting […]

  • Satu Dekade, FLPP Danai 800 Ribu Rumah Subsidi

    Satu Dekade, FLPP Danai 800 Ribu Rumah Subsidi

    • calendar_month Sabtu, 2 Jan 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp 11,23 triliun atau setara 109.253 unit rumah bersubsidi sepanjang tahun 2020 kemarin. Dengan begitu, selama satu dekade kehadirannya, program FLPP ini telah berhasil mendanai penyediaan rumah sebanyak […]

  • Bank Jakarta

    Bank Jakarta Catatkan Kinerja Positif Triwulan II-2025

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank DKI, yang kini mengusung identitas baru sebagai Bank Jakarta, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid hingga akhir triwulan II-2025. Capaian ini sejalan dengan strategi transformasi menyeluruh dan langkah ekspansi bisnis, termasuk melalui sinergi regional yang kian diperkuat. Kinerja positif ini merupakan cerminan dari komitmen perseroan untuk terus bertumbuh secara sehat dan inklusif. […]

  • Perangi Perubahan Iklim, Pengembang Adopsi Properti Hijau

    Perangi Perubahan Iklim, Pengembang Adopsi Properti Hijau

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • 0Komentar

    Tangerang – Developer harus berperan aktif untuk menjaga lingkungan dalam pengembangan proyek properti dengan mengadopsi konsep properti hijau (green property). Penerapan konsep properti hijau merupakan kontribusi sektor swasta dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim global. Sektor swasta merupakan panglima sebagai prime-mover yang memicu keberlangsungan pembangunan di Indonesia. Pemerintah jarang memiliki visi dalam pembangunan suatu kawasan. Padahal, […]

Translate »
expand_less