Wow! Investasi REITs Singapura Tembus USD12,3 M
- calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
- print Cetak

Ilustrasi Investasi REITs (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Aliran dana investasi asing melalui instrumen Real Estate Investment Trusts (REITs) di Singapura melonjak tajam. Nilainya fantastis, yakni mencapai dua kali lipat ketimbang tahun 2020 menjadi USD12,3 miliar.
“REITs komersial di Singapura diprediksi akan terus bergantung pada M&A (Merger & Acquisition) luar negeri untuk mencapai pertumbuhan pendapatan di 2022,” jelas Bloomberg Intelligence Analyst Patrick Wong sebagaimana dilansir New Straits Time yang diakses pada Kamis, 20 Januari 2022.
Wong melanjutkan, kondisi yang penuh ketidakpastian seperti dua tahun terakhir ini. Pembatasan sosial yang terjadi dan perjalanan terbatas akan meningkatkan permintaan di sektor ritel dan sewa kantor di Negeri Singa ini.
Manajer investasi di Singapura memiliki ambisi untuk menarik investor dari luar negeri. Namun, berbagai pengetatan di tengah masalah kesehatan seperti sekarang dapat menjadi hambatan bagi pertumbuhan investasi REITs di masa mendatang.
Merger senilai USD3,1 juta antara Mapletree Commercial Trust dengan Mapletree North Asia Commercial Trust bulan lalu menjadi angin segar bagi manager investasi properti. Pada bulan Desember 2021 pula, REITs menargetkan outlet ritel di pusat kota, yaitu CapitaLand Integrated Commercial Trust masuk dengan tiba-tiba di pasar sekunder dalam bentuk akusisi perkantoran di Australia.
Para investor lebih menyukai situasi yang stabil dan kondusif. The Chief Executive Officer of The Manager of Mapletree Commercial, Sharon Lim mengatakan, kepercayaan sangat penting untuk menempatkan peluang di luar negeri dan meraih ekspansi jangka panjang.
Risiko Meningkat
Diversifikasi hingga ke mancanegara mungkin akan menjauhkan kehadiran investor. Kondisi tersebut terlihat dari penurunan harga saham Mapletree Commercial’s sekitar 8 persen sejak pengumuman merger.
Dari sektor pariwisata, pemerintah setempat memperingatkan bahwa kedatangan turis mancanegara belum bisa pulih seperti semula paling tidak hingga tahun 2025. Namun, pembukaan pintu masuk ke Singapura akan berlaku dengan sejumlah pengetatan. Selain itu, sejumlah pekerja dapat kembali bekerja di kantor.
Adapun investor lokal akan tetap mendapatkan tempat untuk berkontribusi selain peran yang sangat besar dari investor mancanegara. Singapura akan tetap melanjutkan sebagai core market dan akan menjadi magnet penarik bagi orang kaya untuk berinvestasi. (SAN)
Penulis Sandiyu Nuryono
Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz


