Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Atap Jenis Ini Paling Cocok untuk Rumah di Negara Tropis

Atap Jenis Ini Paling Cocok untuk Rumah di Negara Tropis

  • calendar_month Rabu, 7 Agt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Rumah yang estetik tidak dapat dilepaskan dari berbagai pilihan bahan bangunan yang digunakan termasuk material atap. Semuanya harus harmonis baik secara tampilan maupun fungsi. Atap selain berfungsi sebagai penahan air hujan agar tidak masuk ke dalam rumah, juga harus mampu melindungi penghuni dari sengatan terik matahari, tampiasan air hujan, dan menghambat pergerakan angin yang biasanya membawa debu.

Pada masa lalu, lazimnya yang dipilih sebagai material atap adalah genteng. Namun ternyata genteng bisa rusak dan lepas. Demikian juga saat memilih atap dari aluminium, saat paparan kondisi cuaca ekstrem dapat menyebabkan korosi hingga bisa bocor, melengkung atau terlepas, sehingga memungkinkan air merembes ke dalam rumah.

Menyadari kondisi itu, kini muncul tren baru atap rumah berbahan dasar Unplasticized Polyvinyl Chloride (uPVC). Berbeda dari atap konvensional, atap uPVC menawarkan daya tahan yang lebih baik terhadap korosi yang disebabkan hujan. Karena keunggulan tersebut, banyak ahli konstruksi merekomendasikan atap uPVC ini untuk digunakan di negara-negara beriklim tropis yang mengalami suhu panas dan curah hujan yang tinggi.

“Atap dengan bahan dasar ini tahan rambat api, memiliki durabilitas yang panjang hingga 15 tahun, kedap air, mampu mengurangi panas dan kebisingan, sehingga meningkatkan kenyamanan di dalam rumah, tahan karat, dan harganya terjangkau,” jelas Miming Sastana, Manajer Produksi PT Sumber Bangun Kuat, produsen atap Rooftuff dalam keterangannya, Rabu (7/8).

Selain itu, ada keunggulan lain dari material uPVC seiring dengan semangat penerapan go-green di industri perumahan. Menurut Miming, karena diproduksi dengan proses yang lebih hemat energi, maka uPVC dapat didaur ulang menjadi bentuk lain.

“Atap uPVC Rooftuff berkontribusi pada efisiensi energi dengan mengurangi kebutuhan penerangan buatan dan pendinginan seperti penggunaan pendingin udara di dalam ruangan,” ungkapnya.

Dengan demikian, produk atap uPVC mampu membantu menurunkan konsumsi energi serta mengurangi dampak lingkungan dari produksi energi. Daya tahan dan kekuatan atap uPVC Rooftuff juga mengurangi frekuensi penggantian atap, sehingga mengurangi penggunaan sumber daya alam yang terbatas.

Meredam Suara

Selain itu, atap berbahan dasar uPVC Rooftuff juga dirancang untuk mengurangi kebisingan hingga 20% satuan dB, sehingga efektif dalam meredam suara dari hujan, guntur, petir, dan berbagai sumber kebisingan lain dari luar rumah atau bangunan.

“Dengan fitur Twinwall Corrugated pada desain atap (yang menciptakan rongga antara dua permukaan), atap uPVC Rooftuff menawarkan penyerapan suara yang optimal. Ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan hunian yang nyaman, terutama jika rumah Anda berada dekat dengan jalan raya, pabrik, atau area lain yang berpotensi bising,” kata Miming. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPR FLPP

    Pasca Idul Fitri, PUPR Optimis PSR Bakal Meningkat

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap optimis pelaksanaan Program Sejuta Rumah (PSR) akan semakin meningkat usai hari raya Idul Fitri. Semakin meningkatnya kebutuhan rumah layak huni serta adanya kebijakan pemerintah untuk mendorong perekonomian di berbagai sektor industri diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat terhadap properti di Indonesia. “Kami (Kementerian PUPR-red) tetap […]

  • MoU dengan Kemenparekraf, REI Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif

    MoU dengan Kemenparekraf, REI Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-52 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Perhelatan ini diadakan dari 25-27 April 2024 yang diikuti hampir 1.000 orang anggota dan keluarga besar REI dari seluruh Indonesia. Beragam kegiatan digelar selama acara puncak HUT REI ke-52 […]

  • Maret 2024, Satu Juta Pelancong Asing Kunjungi Indonesia

    Maret 2024, Satu Juta Pelancong Asing Kunjungi Indonesia

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Sepanjang Maret 2024 sebanyak 1,04 juta pelancong asing berkunjung ke sejumlah objek wisata di Indonesia (year on year/yoy). Angka tersebut turun 1,91 persen ketimbang data Februari 2024. “Namun jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, jumlahnya naik sebesar 19,86 persen,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, dalam siaran […]

  • Industri MICE Indonesia Masuk 10 Besar Asia Pasifik

    Industri MICE Indonesia Masuk 10 Besar Asia Pasifik

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Industri MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) Indonesia menempati peringkat 10 besar se-Asia Pasifik berdasarkan International Congress and Conventions Association (ICCA). Sementara di dunia, industri MICE Indonesia menempati posisi ke-37 dan posisi ke-4 untuk kawasan ASEAN. Posisi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar, namun masih perlu terus meningkatkan daya saing. “Kami percaya melalui […]

  • REI Kalsel gelar santunan anak yatim

    REI Kalsel Salurkan 1.000 Bantuan Warga Tidak Mampu

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia Kalimantan Selatan (REI Kalsel) menggelar santunan 100 anak yatim dan pembagian 1.000 sembako bagi warga kurang mampu dan korban terdampak banjir, di Banjarmasin, Rabu, 12 Maret 2025. Kegiatan bertajuk CSR REI Peduli dan Berbagi Berkah bertepatan dengan momentum Ramadhan Tahun 2025. Ketua REI Kalsel Ahyat Sarbini menjelaskan, penyaluran santunan anak […]

  • Bunga Acuan Kembali Naik, Likuiditas Perbankan Masih Longgar

    Bunga Acuan Kembali Naik, Likuiditas Perbankan Masih Longgar

    • calendar_month Jumat, 21 Okt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Oktober 2022 telah memutuskan untuk kembali menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,75%. Kenaikan suku bunga acuan BI ini adalah yang ketiga kalinya, setelah pada Agustus dan September lalu BI menaikkan suku bunga acuan masing-masing sebesar 25 bps dan 50 […]

Translate »
expand_less