Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » MLT Kredit Konstruksi, Alternatif Pendanaan Developer

MLT Kredit Konstruksi, Alternatif Pendanaan Developer

  • calendar_month Kamis, 24 Feb 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Developer perumahan dapat memanfaatkan kredit konstruksi pada Manfaat Layanan Tambahan (MLT) di Program Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan. Kredit tersebut bisa menjadi alternatif pendananaan bagi developer.

“Pengembang juga bisa mendapat kredit (konstruksi). Jadi, selisihnya itu kalau yang untuk developer kira-kira 4 persen di atas dari bunga antara deposito. Harapan kita, ini bisa menjadi alternatif pembiayaan,” terang Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani dalam Webinar Webinar Kolaborasi Industri Properti, Keuangan dan Material Bulding Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Selasa, 22 Februari 2022.

Hariyadi menjelaskan, kredit konstruksi dalam MLT dapat membantu pemenuhan kebutuhan perumahan pekerja. Suku bunga konstruksi yang diberikan sebesar BI Repo Rate plus 4 persen.

Adapun persyaratan untuk memanfaatkan program ini, antara lain harus sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan tertib administrasi dan aktif membayar iuran. Selain itu,  harus juga memenuhi syarat yang ada di perbankan.

Sebagai catatan hingga akhir 2021, dana kelolaan program JHT mencapai Rp372,5 triliun. Dari angka tersebut, 30 persennya dapat dimanfaatkan untuk MLT.

“Tolong manfaatkan dana MLT dari BPJS Ketenagakerjaan karena jumlahnya cukup signifikan. Itu adalah suatu langkah yang cukup baik untuk kita sama-sama kerjakan supaya dari sisi kita yang memiliki pekerja yang jumlahnya besar itu bisa mendapatkan perumahan yang bagus, layak dan feasible untuk karyawan. Di samping itu, teman-teman developer juga bisa berkembang karena mendapatkan alternatif pendanaan,” ucap Hariyadi.

Belum Efektif

Hariyadi menilai sejak bergulir tahun 2016 silam, program MLT masih belum berjalan efektif. Dengan sejumlah revisi dalam aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker), program MLT mulai berjalan sesuai harapan.

“Permenaker Nomor 35 Tahun 2015 mengatur hanya dari sisi peminjamnya. Tetapi, krediturnya tidak diatur sehingga perbankannya menjadi tidak efisien dan akhirnya mahal dan tidak bisa dieksekusi,” jelas Hariyadi.

Program MLT ini, lanjut Hariyadi, memiliki sejumlah kelebihan, antara lain bisa untuk Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) maksimal sebesar Rp150 juta. Kemudian, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maksimal sebesar Rp500 juta. Lalu, Pinjaman Renovasi Rumah (PRP) maksimal sebesar Rp200 juta.

“Saya ingin mengajak teman-teman developer untuk bisa menyosialisasikan program ini. Karena menurut saya, program ini sangat baik sekali sebagai alternatif mengisi kekosongan antara KPR yang komersial dengan KPR yang bersubsidi,” pungkas Hariyadi. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catat Nih! PPDPP Jamin SiPetruk Tak Hambat Pengembang

    Catat Nih! PPDPP Jamin SiPetruk Tak Hambat Pengembang

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) menjamin penerapan aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) tidak akan menghambat progres pekerjaaan pembangunan hunian bersubsidi. Pengembang tidak perlu mendaftarkan rumah yang dibangun tahun 2020 aplikasi itu. “Melalui pilot project saat ini, rumah yang terdaftar pada aplikasi Sipetruk hanya sebagai uji coba dan tidak […]

  • Perguruan Tinggi Diajak Terlibat dalam Pengembangan Ekosistem Perumahan

    Perguruan Tinggi Diajak Terlibat dalam Pengembangan Ekosistem Perumahan

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus mendorong terbentuknya ekosistem perumahan di Indonesia yang melibatkan peran serta perguruan tinggi. Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan perguruan tinggi merupakan sebuah lembaga besar, selain belajar mengajar perguruan tinggi adalah pengabdian masyarakat yang bisa dimanfaatkan untuk menyediakan kajian-kajian tentang perumahan. “Perguruan tinggi juga mendorong industri […]

  • Isu Perubahan Iklim, Dunia Usaha Diminta Lebih Proaktif

    Isu Perubahan Iklim, Dunia Usaha Diminta Lebih Proaktif

    • calendar_month Selasa, 28 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Dunia usaha diminta lebih proaktif terkait isu perubahan iklim, yaitu melalui keterlibatan dalam pembangunan dan pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) berbasis keanekaragaman hayati. “Saya mengharapkan peran aktif kalangan dunia usaha dalam mengatasi masalah perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” ucap Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin saat seremoni Penganugerahan Program Perangkat Kinerja Pengelolaan Lingkungan Perusahaan […]

  • RPP Penataan Ruang Harus Pertimbangkan Keterbatasan SDM Daerah

    RPP Penataan Ruang Harus Pertimbangkan Keterbatasan SDM Daerah

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2020
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Joko Widodo telah mengesahkan naskah Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja menjadi UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pada tanggal 2 November 2020 kemarin. Salah satu yang diatur dalam beleid itu adalah terkait perizinan berusaha yang menggunakan sistem perizinan terintegrasi (One Single Submission/OSS) secara digital. Namun, penerapannya dikhawaitrkan dapat menimbulkan persoalan mengingat […]

  • Wapres Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf

    Wapres Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pertumbuhan jumlah wakaf tanah di Indonesia terus meningkat sekitar 7 persen atau lebih dari 3.000 hektare setiap tahun. Tercatat, saat ini jumlah tanah wakaf tersebar di lebih dari 430.000 lokasi seluas 56 ribu hektare. Namun, baru sekitar 58 persen yang sudah mengantongi sertifikasi tanah wakaf. “Sertifikasi tanah wakaf merupakan langkah konkret dalam menjaga […]

  • Jokowi: Bali Siap Menyambut KTT G20

    Jokowi: Bali Siap Menyambut KTT G20

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menjelang Presidensi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November mendatang, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meninjau pelaksanaan peningkatan infrastruktur di Provinsi Bali, Kamis (6/10/2022). “Saya melihat semuanya hampir sudah siap, Alhamdulillah. Dan kita harapkan nanti di pelaksanaaan KTT G20 juga berlangsung […]

Translate »
expand_less