Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Tagih Hak Negara, Pemerintah Sita Aset Obligor BLBI

Tagih Hak Negara, Pemerintah Sita Aset Obligor BLBI

  • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pemerintah secara simbolis melakukan pengambilalihan dan penguasaan aset-aset sebagai penggantian dari Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Jumat, 27 Agustus 2021. Penguasaan fisik melalui pemasangan plang pengamanan terhadap 49 bidang tanah seluas 5.291.200 m2 yang berlokasi di Medan, Pekanbaru, Tangerang, dan Bogor.

“Hari ini kita mencoba mendapatkan salah satu aset dari obligor yang selama ini tidak dikuasai oleh negara. Aset ini seharusnya diambil alih, diselesaikan, dan nanti dipulihkan kembali sebagai salah satu bentuk kompensasi dari BLBI yang sudah dibayarkan 22 tahun yang lalu. Saya senang bahwa di beberapa kota lainnya juga dilakukan pengambilalihan, penyelesaian, dan pemulihan aset-aset untuk menjadi kekayaan negara,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Seremoni Penguasaan Aset Eks BLBI oleh Satgas BLBI di Tangerang.

Pemerintah terus berupaya mendapatkan kembali hak tagih atas BLBI dengan menggunakan semua kewenangan negara. Obligor maupun debitur sebagai pemilik bank atau peminjam di bank yang telah dibantu pemerintah harus mengembalikan dana yang telah diterima.

“Kami akan menggunakan semua kewenangan negara untuk melihat apakah debitur dan obligor itu punya aset atas nama yang bersangkutan. Entah dalam bentuk dana di Bank, bentuk perusahaan, atau dalam bentuk tanah, atau bentuk yang lainnya. Ini nanti yang akan terus diusahakan secara perdata untuk diperoleh sebagai pembayaran dari kewajiban mereka,” jelas Menkeu.

Total kewajiban BLBI yang masih dikelola adalah Rp 110,45 triliun. Untuk itu, Satgas BLBI telah memanggil 48 obligor dan debitur yang memiliki kewajiban signifikan yakni di atas Rp 50 miliar. Apabila sampai dengan pemanggilan tahap ketiga tidak hadir, maka pihak yang dipanggil akan diumumkan ke publik.

“Kita akan terus berusaha mendapatkan hak kembali dari negara untuk bisa dipulihkan. Dan tentu saya berharap kepada para obligor dan debitur, tolong penuhi semua panggilan dan mari kita segera selesaikan obligasi yang sudah 22 tahun merupakan satu kewajiban yang belum diselesaikan. Saya akan terus meminta kepada tim untuk menghubungi semua obligor ini, termasuk kepada para keturunannya,” pungkas Menkeu. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Desa Wisata, Kemenparekraf Luncurkan Program ‘Beti Dewi’

    Dukung Desa Wisata, Kemenparekraf Luncurkan Program ‘Beti Dewi’

    • calendar_month Selasa, 22 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) meluncurkan program Beli Kreatif Desa Wisata (Beti Dewi) untuk mempromosikan desa wisata yang tersebar di seluruh Indonesia.  Dalam program ini Kemenparekaf/Baparekraf bekerja sama dengan salah satu Online Travel Agent (OTA) yaitu Mister Aladin yang menyiapkan kanal khusus untuk menjual paket menarik ke desa wisata. […]

  • Penataan Permukiman Warga di Gampong Herbal, Kota Langsa (Foto: Tiara)

    Punya Komitmen Kuat, Kota Langsa jadi Percontohan DAK Terintegrasi

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • 0Komentar

    Langsa –  Kota Langsa, Provinsi Aceh adalah satu dari sebelas Kabupaten/Kota yang menjadi lokasi pilot project Dana Alokasi Khusus (DAK) Integrasi Bidang Air Minum, Sanitasi dan Perumahan pada Tahun Anggaran 2021. Kota Langsa sendiri terpilih karena komitmennya yang kuat dalam melaksanakan relokasi dan pembangunan permukiman baru layak huni bagi keluarga yang tinggal di permukiman kumuh […]

  • Momentum Pasar Membaik, Intiland Kembali Luncurkan Program Spesial

    Momentum Pasar Membaik, Intiland Kembali Luncurkan Program Spesial

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tren pasar properti berangsur-angsur mulai membaik di tahun ini. Minat beli konsumen menunjukkan tanda-tanda kembali pulih seiring dengan meredanya penyebaran pandemi Covid-19. Kondisi tersebut dimanfaatkan pengembang untuk meningkatkan kinerja penjualan. PT Intiland Development Tbk (Intiland) misalnya, kembali meluncurkan program promo spesial yang memberikan kemudahan pembelian properti bagi masyarakat. Program promo spesial bertajuk ‘Intiland […]

  • Banyak Tantangan, BTN Siapkan Enam Usulan Inisiatif di 2023

    Banyak Tantangan, BTN Siapkan Enam Usulan Inisiatif di 2023

    • calendar_month Jumat, 25 Nov 2022
    • 0Komentar

    BANDUNG – Di tengah ketidakpastian ekonomi dan ancaman resesi global, sektor properti di dalam negeri diyakini masih tumbuh positif di 2023. Hal itu didorong oleh permintaan yang tinggi dari masyarakat terlebih di segmen menengah dan subsidi. Optimisme ini didasari atas fakta masih tingginya backlog perumahan di Indonesia yang mencapai 12,7 juta unit berdasarkan data Badan […]

  • pusat perbelanjaan

    Penyewa Pusat Belanja Mulai Ubah Kapasitas dan Luas Ruang Usaha

    • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sebagai salah satu tempat orang berkumpul, pusat perbelanjaan dan mall menjadi salah satu sektor usaha yang paling terdampak dengan adanya pembatasan mobilitas masyarakat. Hal itu terlihat pada masa pembatasan sosial sehingga pengunjung pusat belanja menurun drastis. Berdasarkan riset Leads Property, di 2022 akan banyak tenant (penyewa) mall akan mengubah kapasitas dan menormalisasi ruang […]

  • Bank Dunia Bantu 263 Ribu Rumah MBR

    Bank Dunia Bantu 263 Ribu Rumah MBR

    • calendar_month Rabu, 24 Mei 2023
    • 0Komentar

    Jakarta –  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkolaborasi dengan Bank Dunia dalam pelaksanaan National Affordable Housing Program (NAHP). Program ini menjangkau sebanyak 263.520 unit hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia. “Proyek NAHP berhasil memenuhi sebagian besar indikator proyek dalam menyalurkan 30.422 subsidi KPR BP2BT untuk pemilik rumah pertama. Program ini […]

Translate »
expand_less