Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Cari Solusi Sumbatan Pembangunan Perumahan, REI Gelar Rakor

Cari Solusi Sumbatan Pembangunan Perumahan, REI Gelar Rakor

  • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mengeluhkan adanya sumbatan perizinan dan pembiayaan dalam pembangunan perumahan baik di level pemerintah pusat maupun di daerah. Guna mencari solusi atas sumbatan perizinan dan pembiayaan, REI menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) DPP REI dan DPD REI, di Jakarta, Selasa, 19 April 2022.

“Saat ini terdapat sumbatan dalam pembangunan perumahan. Mulai dari Persetujuan Bangunan Gedung, Online Single Submission (OSS) yang juga terhenti, maupun hambatan terkait pembiayaan pembangunan perumahan,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI, Paulus Totok Lusida, dalam sambutan pembukaan Rapat Koordinasi DPP REI dan DPD REI Seluruh Indonesia.

Disisi lain, imbuh Totok, kendala terjadi dalam pengembangan perumahan layak huni juga timbul akibat adanya lonjakan harga material bangunan. “Kenaikan material bangunan tentu mengganggu cashflow perusahaan pengembang. Apalagi, sudah hampir tiga tahun harga jual rumah bersubsidi tidak mengalami penyesuaian,” tukasnya.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perizinan DPP REI, M Turino Junaedi menyatakan, per Agustus 2021 pelayanan OSS tertunda. Padahal, pelayanan publik tidak boleh terganggu. Padahal, sesuai Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Pasal 3 UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, dan Pasal 349 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bahwa pelayanan publik tidak boleh terhenti.

“Terhentinya pelayanan publik tentu akan menghambat pengembangan perumahan. Ketika pembangunan perumahan terganggu, maka 174 industri ikutannya juga akan ikut bermasalah. Belum lagi 350 industri lainnya yang terkait,” tegas Junaedi.

REI merinci sejumlah permasalahan pada aspek perizinan. Mulai dari pendirian perusahaan, siteplan, Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), persetujuan lingkungan, persoalan kesesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI) sektor properti antara KBLI 68111 atau KBLI 41011. Selanjutnya, problem tahapan persiapan, PBG, konstruksi, pemasaran, jual beli, program rumah MBR, penyerahan PSU, dan pengelolaan.

“Kami mengundang penanggung jawab teknis dari kementerian terkait guna memperoleh solusinya,” pungkas Totok. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perbankan Mesti Adaptasi Perubahan Teknologi Transaksi Keuangan

    Perbankan Mesti Adaptasi Perubahan Teknologi Transaksi Keuangan

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Industri perbankan harus secepatnya beradaptasi menyikapi perubahan gaya hidup terutama terkait penggunaan teknologi transaksi keuangan dan pengelolaan aset masyarakat. Pasalnya, tantangan di sektor keuangan baik di Indonesia maupun secara global karena adanya kegiatan transaksi antarnegara menjadi sangat tidak terbatas (borderless). “Perubahan-perubahan demografi, globalisasi, dan juga teknologi, serta semakin terjadinya mobilitas capital antarnegara akan menjadi […]

  • IKN Nusantara Butuh Pembiayaan Investasi Sektor Properti

    IKN Nusantara Butuh Pembiayaan Investasi Sektor Properti

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
    • 0Komentar

    Nusantara – Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur merupakan masa depan Indonesia sehingga investasi di kawasan ini adalah langkah strategis. Pemerintah berkeyakinan bahwa pembiayaan untuk investasi di sektor properti menjadi kebutuhan yang sangat signifikan untuk pembangunan di IKN. “Sudah sering saya sampaikan bahwa Nusantara ini adalah masa depan Indonesia. Investasi di IKN adalah […]

  • HUT KPR ke-46, BTN Perluas Digital Mortgage Ecosystem

    HUT KPR ke-46, BTN Perluas Digital Mortgage Ecosystem

    • calendar_month Minggu, 11 Des 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN semakin menunjukkan keseriusan untuk menggarap Digital Mortgage Ecosystem atau Ekosistem Digital Properti. Inovasi Bank BTN untuk membangun dan mewujudkan Digital Mortgage Ecosystem merupakan bentuk komitmen bank tersebut sejak pertama kali didaulat sebagai bank penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada 10 Desember 1976. Selama perjalanan […]

  • Penting! Cermati Ini Sebelum Transaksi Properti

    Penting! Cermati Ini Sebelum Transaksi Properti

    • calendar_month Senin, 10 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Calon konsumen harus cermat menyerap serta menyaring beragam penawaran produk properti. Pilih produk yang secara transparan menyajikan informasi mengenai objek properti disertai kelengkapan legalitas. Abaikan dogma figur publik yang biasa di-endorse oleh developer untuk mendongkrak pemasaran produk properti. “Jangan mudah percaya dengan kemasan iklan, kemudian beli tanpa objek atau fisik rumah yang jelas. […]

  • Majalah REI

    Majalah REI Edisi Oktober 2022

    • calendar_month Sabtu, 1 Okt 2022
    • 0Komentar

    IS NOW A GOOD TIME TO BUY! Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Di tengah situasi pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, industri properti justru mendapat hantaman yang bertubi-tubi di pengujung tahun ini. Bagaimana tidak, ancaman inflasi yang segera diikuti kenaikan suku bunga kredit properti kini sudah di depan mata. Ini […]

  • Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang, Surya Tjandra. (Foto: ANTARA)

    Wamen ATR/BPN Sebut Pentingnya Partisipasi Publik

    • calendar_month Minggu, 27 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Surya Tjandra mengatakan partisipasi publik yang langsung dalam penyusunan tata ruang diperlukan. “Partisipasi publik akan mendorong legitimasi dan transparansi dari proses perumusan kebijakan sehingga program pembangunan dengan pemahaman risiko tadi bisa dimengerti publik,” kata Surya saat dalam Pembukaan Sosialisasi Norma, Standar, […]

Translate »
expand_less