Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Menko Marves: Penerapan OSS Masih Belum Sempurna

Menko Marves: Penerapan OSS Masih Belum Sempurna

  • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sejak beroperasi pada Agustus 2021, pelaksanaan sistem Online Single Submission (OSS) alias Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik masih belum sempurna. Demikan disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Grand Launching Proyek Investasi Berkelanjutan di  Jakarta, Kamis, 17, Maret 2022.

“OSS itu saya kira itu pekerjaan super besar. Jadi memang masih ada masalah di sana-sini. Tapi, succes story mereka ini untuk yang skala UMKM sudah tidak ada masalah. Skala yang besar memang memerlukan satu kerja sama besar lagi,” ucap Luhut.

Luhut menjelaskan, Steve Job dan Bill Gates tidak akan mampu memperbaiki permasalahan sistem OSS dalam tempo satu hari atau bahkan satu minggu sekalipun.

“Istilah dari team two bilang begini ke saya suruh bangun lagi Steve Jobs dari kuburannya sama Bill Gates untuk menyelesaikan sehari juga tidak akan selesai. Seminggu juga tidak akan selesai,” tukas Luhut.

Pemerintah, imbuh Luhut, akan terus melakukan perbaikan terhadap sistem OSS. Dari  2.000 peta dgital yang diperlukan untuk sistem OSS, baru 56 saja yang tersedia.

“Kita membutuhkan 2.000 digital map dari kabupaten-kabupaten kota. Kita baru punya 56, nah itu kita harus genjot. Kalau itu selesai, secara bertahap semua dilakukan, kita kan jauh lebih hebat lagi ke depan. Saya kira dalam 1,5-2 tahun kita akan bisa menyempurnakan itu semua,” terang Luhut.

Berkorban

Luhut meminta kepada pelaku usaha untuk sedikit berkorban hingga sistem tersebut benar-benar sempurna. Pemerintah akan terus berusaha mencari solusi untuk menyelesaikannya.

“Kalau ada keluhan teman-teman di OSS itu tidak ada yang salah. Kita harus berkorban dahulu sedikit. Sekarang sedang kita cari solusinya bagaimana dan kita tidak perlu mengatakan ini yang salah, itu yang salah. Memang ini pekerjaan magnitude-nya betul-betul gigantic karena kita menyatukan semua,” terang Luhut.

Adapun Presiden Joko Widodo meluncurkan OSS berbasis risiko dalam perizinan berusaha pada 9 Agustus 2021 silam. Harapannya, kehadiran sistem OSS menjadikan iklim kemudahan berusaha di Indonesia menjadi semakin baik.  Sistem OSS berbasis risiko ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, keterbukaan, dan keterjaminan dalam mendapatkan izin berusaha bagi para pelaku usaha di Indonesia. (SAN)

Penulis

Lulusan ilmu kimia Universitas Negeri Jakarta ini aktif menjadi reporter. Memulai karier dari indopos, kemudian juga pernah bekerja sebagai wartawan di infobank, inilah.com, hingga majalah Realestat. Sekarang, Sandi bergabung menjadi salah satu wartawan industriproperti.com untuk berbagi soal isu – isu terkini di sektor properti. Sahabat IP yang ingin tahu dan kenal lebih jauh dengan ayah dari dua anak ini bisa follow Instagram @Sandy_Yukz

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian Komdigi

    45 Ha Aset Lahan Kementerian Komdigi Siap Dijadikan Rusun

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah menjajaki peluang pemanfaatan lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) seluas 45 hektare di Depok, Jawa Barat, untuk dijadikan rumah susun (rusun) subsidi. “Kami sudah mengecek bersama tim dari Kementerian PKP dan Kementerian Komdigi. Dua Inspektur Jenderal diturunkan untuk memastikan status hukumnya. Hasilnya, secara legal lahan ini […]

  • REI Kalsel peduli banjir

    Terobos Banjir, REI Kalsel Salurkan 500 Paket Bantuan

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Banjar. Saat ini  Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel masih berstatus tanggap darurat bencana banjir karena banjir masih menggenangi jalanan hingga setinggi satu meter. “Sedangkan air yang menggenangi rumah-rumah warga bervariasi mulai dari 30 hingga 50 cm dari lantai,” kata Ketua REI […]

  • Dalam 12 Tahun, Program FLPP Jangkau 1 Juta Debitur

    Dalam 12 Tahun, Program FLPP Jangkau 1 Juta Debitur

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2010 hingga 20 April 2022, penerima manfaat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sudah tembus satu juta debitur. Dalam kurun waktu tersebut telah tercapai 1.000.609 debiturdengan nominal pembiayaan sebesar Rp 81,51 triliun. “Bank penyalur terbesar adalah BTN yakni 729.522 unit rumah atau setara 72,91 perssen. Raihan kedua adalah […]

  • komisi v

    Komisi V Sepakat Undang Ketua Satgas Perumahan

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyampaikan usulan kepada Komisi V DPR RI agar mengundang Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo untuk memberikan gambaran jelas mengenai peta jalan (road map) Program 3 Juta Rumah. Hal itu penting agar pemahaman atas Program 3 Juta Rumah lebih komprehensif, jelas dan produktif sesuai yang diharapkan […]

  • rumah affan kurniawan

    Pemerintah Serahkan Rumah bagi Keluarga Affan Kurniawan di Cileungsi

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • 0Komentar

    CILEUNGSI – Keluarga almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) korban demontrasi, menerima bantuan rumah dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) yang berada di Perumahan Pesona Kahuripan 10 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (1/9). Serah terima kunci keluarga Affan Kurniawan turut disaksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Wakil Kepala Staf Kepresidenan […]

  • Riset IPW: Tren Pasar Perumahan di 2021 Membaik

    Riset IPW: Tren Pasar Perumahan di 2021 Membaik

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kinerja pasar perumahan sepanjang tahun 2021 relatif lebih baik dibandingkan tahun 2020 dengan kenaikan unit terjual 27,3% dan kenaikan nilai penjualan 69,0%. Meski hingga kuartal III-2021 pasar perumahan terkonsentrasi di segmen menengah-atas, namun di kuartal IV-2021 pasar mulai bergeser ke segmen yang lebih rendah. “Seperti yang diprediksi sebelumnya, kemungkinan pasar akan kembali ke […]

Translate »
expand_less