Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » REI Aceh Apresiasi Penambahan Porsi Pembiayaan Tapera Syariah

REI Aceh Apresiasi Penambahan Porsi Pembiayaan Tapera Syariah

  • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperbesar volume Pembiayaan Tapera Syariah sebesar 2.200 unit dari total kuota 8.717 unit rumah sepanjang tahun 2024. Penambahan porsi penyaluran Pembiayaan Tapera Syariah untuk merespons naiknya permintaan pembiayaan Tapera dengan skema syariah.

“BP Tapera sudah mengalokasikan sebanyak 2.200 unit Pembiayaan Tapera Syariah untuk tahun 2024,” papar Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, saat dihubungi, Kamis, 30 Mei 2024.

Merujuk data BP Tapera, total kuota Pembiayaan Tapera tahun 2024 sebesar 8.717 unit, terdiri atas 6.497 unit rumah dengan pembiayaan konvensional dan 2.200 unit rumah dengan skema syariah. Dari jumlah itu sudah terbit efek pemanfaatan atau realisasi sebanyak 1.786 unit. Artinya, sisa kuota Pembiayaan Tapera adalah 4.711 unit skema konvensional, dan 2.200 unit skema syariah.

Masih dari data BP Tapera, realisasi penyaluran Pembiayaan Tapera sepanjang tahun 2022 mencapai 4.534 unit yang disalurkan sepenuhnya oleh perbankan konvensional. Untuk tahun 2023, pendanaan yang membidik segmen konsumen perumahan dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) peserta Tapera ini naik signifikan menjadi 7.249 unit pada tahun 2023. Rinciannya, sebanyak 5.189 unit dengan skema konvensional dan 2.060 Pembiayaan Tapera Syariah.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Aceh, Zulkifli HM Juned, menyambut baik kebijakan penambahan volume kuota Pembiayaan Tapera Syariah tersebut. “Kami sangat mengapresiasi kebijakan BP Tapera yang menambah porsi pendanaan syariah dalam Program Pembiayaan Rumah Tapera untuk tahun 2024,” tegas Zulkifli.

Ekonomi Biaya Tinggi

Menurut Zulkifli, sektor perumahan di Aceh mengalami keterbatasan seiring pemberlakuan Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Peraturan daerah itu telah memicu hengkangnya operasionalisasi seluruh bank konvensional dari Provinsi Aceh.

“Akibatnya, calon pembeli rumah di Aceh hanya dapat memilih bank syariah. Bagi provinsi lain, penambahan porsi kredit pembiayaan rumah (KPR) Tapera mungkin tidak terlalu berdampak. Sedangkan bagi masyarakat Aceh, penambahan porsi pembiayaan berbasis syariah merupakan angin segar,” tutur Zulkifli.

Ketiadaan perbankan konvensional itu membuka peluang bagi bank pelaksana konvensional dari Provinsi Sumatera Utara untuk melayani nasabah asal Provinsi Aceh. “Ini terjadi karena berlaku mekanisme pasar, ketika ada permintaan maka suplai akan masuk. Hal ini tentunya menimbulkan ekonomi biaya tinggi bisnis perumahan di Aceh karena layanan bank konvensional berasal dari Kota Medan,” tegasnya.

Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Bidang Pembiayaan dan Perbankan Syariah Royzani Sjachril menyatakan, komitmen BP Tapera tersebut memajukan industri perbankan syariah. “Kebijakan BP Tapera memperbesar volume pembiayaan untuk segmen syariah sangat bagus untuk menampung calon konsumen yang memang ingin memanfaatkan konsep KPR syariah. Apalagi, saat ini tren nasabah beralih ke perbankan syariah memang tumbuh cukup signifikan,” ucap Royzani.

Royzani berharap adanya percepatan migrasi calon debitur ASN dari bank konvensional ke skema pembiayaan syariah. “Pada saat ASN calon pembeli rumah memilih skema pembiayaan syariah, proses perpindahannya itu relatif masih lama. Kami berharap BP Tapera bisa memfasilitasi agar proses migrasinya bisa lebih cepat untuk memudahkan calon nasabah,” tukasnya.

Kendati demikian, kata Royzani, edukasi manfaat penting skema pembiayaan syariah belum linier dengan pertumbuhan pasar di sektor pembiayaan perbankan. “Meskipun edukasi mengenai konsep syariah masih sangat minim, namun publik sudah semakin sadar akan pentingnya pembiayaan syariah. Masyarakat yang dulunya berpandangan bahwa pembiayaan perbankan konvensional lebih murah dibandingkan bank syariah, kini sudah mulai berubah,” pungkasnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tax Amnesty

    Realisasi Pajak 2023 Tembus 101% dari Target APBN

    • calendar_month Rabu, 20 Des 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Penerimaan pajak per 12 Desember 2023 tumbuh 7,3% (year on year/yoy) dengan realisasi sebesar Rp 1.739,8 triliun atau 101,3% dari target APBN 2023. Realisasi itu setara 95,7% dari target APBN 2023 sebesar Rp 1.818,2 triliun. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan penerimaan fiskal yang tumbuh positif merefleksikan gerak ekonomi Indonesia yang baik. Hingga […]

  • PUPR-Baznas Jajaki Peluang Penyediaan Perumahan

    PUPR-Baznas Jajaki Peluang Penyediaan Perumahan

    • calendar_month Sabtu, 5 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tengah menjajaki peluang penyediaan perumahan bagi masyarakat. Kementerian PUPR berupaya menggandeng berbagai pihak seperti Kementerian/Lembaga, pengembang, perbankan, sektor swasta dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Program Sejuta Rumah. “Baznas merupakan mitra kerja dalam kegiatan pembangunan perumahan bagi masyarakat. Lembaga ini juga […]

  • Majalah REI Edisi Desember 2020

    Majalah REI Edisi Desember 2020

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • 0Komentar

    Berlomba-Lomba Melakukan Kebaikan Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua Rapat Kerja Nasional Realestat Indonesia (Rakernas-REI) 2020 usai sudah digelar secara hybrid selama dua hari dari 2-3 Desember 2020. Sejumlah pokok pikiran pun sudah dirumuskan menjadi program kerja organisasi untuk satu tahun mendatang. Tema rakernas yang diangkat pada tahun ini adalah “Strategi Bisnis Properti […]

  • Pembukaan REI Expo 2025

    REI Expo 2025 Digelar, Waktunya Warga Kalsel Berburu Rumah Layak

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia Kalimantan Selatan (REI Kalsel) kembali menggelar REI Expo 2025 karena memudahkan akses masyarakat untuk memiliki hunian yang layak dan terjangkau. Pameran yang diselenggarakan pada 27-31 Agustus 2025 menawarkan rumah subsidi dan komersial dengan harga khusus, promosi menarik hingga kemudahan pembiayaan dari sejumlah bank penyalur. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) […]

  • pajak properti

    INTAC: Pajak Properti Banyak dan Rumit

    • calendar_month Sabtu, 9 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Indonesian Tax Care (INTAC) mengungkap bahwa pajak terkait properti di Tanah Air jumlahnya sangat banyak dan rumit. Sedikitnya ada 13 pajak properti yang berlaku, antara lain PPh Badan Final (2,5%), BPHTB (5%) hingga PPh Bangun Guna Serah (5%). “Sistem pajak untuk properti ini cukup rumit dan cukup banyak pihak-pihak yang terkait. Di investasi […]

  • harga residensial rumah

    Harga Rumah Dunia Cetak Rekor Tertinggi

    • calendar_month Minggu, 1 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Knight Frank Global baru saja merilis Global Residential Cities Index untuk periode Q4 2021 yang mencatat pertumbuhan harga residensial (rumah) di berbagai perkotaan dunia. Indeks tersebut menyebutkan bahwa rerata pertumbuhan harga tahunan di sejumlah 150 kota di dunia pada kuartal ke-4 tahun 021 tercatat tumbuh sebesar 11 persen. “Angka tersebut bahkan tercatat sebagai […]

Translate »
expand_less