Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Ombudsman Nilai OSS-RBA Belum Siap

Ombudsman Nilai OSS-RBA Belum Siap

  • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Portal perizinan investasi satu pintu Online Single Submission Risk Based Management (OSS-RBA) atau OSS Berbasis Risiko, meskipun telah resmi meluncul di bulan Agustus 2021, namun hingga kini masih ada sejumlah keluhan, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah yang belum siap dalam penerapan OSS-RBA ini.

Padahal, berdasarkan penelusuran redaksi industriproperti.com, Presiden Joko Widodo pada saat peluncuran OSS-RBA telah mengatakan bahwa OSS berbasis risiko ini merupakan reformasi yang sangat signifikan dalam perizinan. Desain OSS sendiri adalah sebagai layanan perizinan secara daring yang terintegrasi, terpadu, dengan paradigma perizinan berbasis risiko.

Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto mengatakan pihaknya menerima sejumlah keluhan di tingkat daerah terkait sistem perizinan berusaha berbasis risiko ini.

“Masalah yang dikeluhkan di antaranya belum terintegrasinya sistem yang terdapat pada suatu Kementerian yang merupakan rangkaian proses perizinan. Dan ternyata juga tidak dapat diakses oleh pemerintah daerah,” ungkap Hery, sesuai dengan keterangan pers yang diterima oleh redaksi industriproperti.com

Konsep awal Sistem OSS-RBA menggunakan sistem SSO (Single Sign On). Sistem tersebut adalah semua aplikasi pada Kementerian yang terkait dengan perizinan akan terintegrasikan pada Sistem OSS. Alhasil, pengguna layanan cukup mengakses menggunakan satu hak akses.

Namun demikian, pada kenyataannya sistem yang berada ke beberapa kementerian terkait belum terintegrasi dengan OSS-RBA. Kondisi tersebut menyulitkan pemerintah daerah untuk mengaksesnya.

“Ketidaksiapan OSS-RBA mengindikasikan ketidakpastian urusan perizinan di Indonesia yang bisa merugikan investasi nasional,” tegas Hery.

Langkah Antisipasi

Untuk itu, Hery menyampaikan perlunya langkah antisipasi akibat penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terus berlangsung. Padahal, masih di tengah kondisi peraturan pelaksanaan yang belum jelas di lapangan.

Menurut Hery, hal ini cenderung bisa terjadi pengabaian kepatuhan terhadap ketentuan ketertiban, keamanan lingkungan dan konsumen. Padahal sejak Agustus hingga September 2021, penerbitan NIB sudah sekitar 300 ribu.

Harapan bahwa OSS RBA menjadi solusi masalah perijinan berusaha jangan sampai menjadi sinyal darurat bagi pelaku investasi. “OSS RBA yang diharapkan menjadi solusi atas masalah perijinan berusaha jika terus didera ketidakpastian dalam implementasinya, jangan-jangan bisa beralih menjadi SOS (Save Our Souls) sinyal sandi darurat bagi pelaku investasi di Indonesia,” tutupnya. (ADH)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • pln

    PLN dan Pindad Sinergi Pengembangan Energi Bersih

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – PT PLN (Persero) bersama PT Pindad (Persero) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan pembangkit listrik energi bersih di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), di Bandung, Senin (10 Maret 2025. Fokus utama kerja sama tersebut untuk mendukung elektrifikasi dan transisi energi di Indonesia. Penandatanganan MoU ini dilakukan antara Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, […]

  • Belanja 2023 Kawal Ekonomi dari Ancaman Resesi Global

    Belanja 2023 Kawal Ekonomi dari Ancaman Resesi Global

    • calendar_month Selasa, 17 Jan 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah optimistis bahwa perekonomian Indonesia akan bergerak semakin cepat sehingga belanja tahun 2023 diharapkan dapat mencegah ancaman resesi global. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa Pemerintah akan menghadapi tantangan perekonomian tahun 2023 dengan optimisme dan penuh kewaspadaan. “Optimis karena pencapaian kita luar biasa di 2022. Waspada karena tahun 2023, sepertiga dari dunia atau […]

  • BPKN Rilis Daftar Pengembang Bermasalah

    BPKN Rilis Daftar Pengembang Bermasalah

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) berencana merilis daftar pantauan prioritas (priority watch list) yang berisi data perusahaan pengembang bermasalah. Hal ini seiring makin tingginya jumlah pengaduan dari konsumen perumahan selama empat tahun terakhir. “BPKN bakal menerbitkan priority watch list. Data itu berisi daftar pengembang yang tidak benar atau bermasalah. Pengembang yang banyak pengaduan […]

  • Kunjungan Wisman Tahun 2023 Diprediksi Tembus 7 Juta Orang

    Kunjungan Wisman Tahun 2023 Diprediksi Tembus 7 Juta Orang

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Proyeksi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air pada tahun 2023 mencapai 3,5 juta hingga 7 juta pelancong. Optimisme ini seiring perkembangan sektor pariwisata yang menunjukkan kurva peningkatan yang signifikan. “Dengan meningkatnya kualitas dan jumlah realisasi kunjungan wisman pada 2021 sebesar 1,65 juta pengunjung dan (proyeksi) 2022 sebesar 1,8 hingga 3,6 juta kunjungan. Maka […]

  • Kota Kembang

    Ini Area Prospektif di Kota Kembang

    • calendar_month Minggu, 3 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Salah satu wilayah di area Bandung yang prospektif sektor propertinya adalah Cileunyi. Lokasinya yang sudah berada di luar kota Bandung sehingga harganya relatif jauh di bawah daerah Bandung yang lain sepanjang jalur Jalan Tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi). Sementara itu area Pasteur yang selama ini popular sebagai gerbang keluar masuk kota Bandung sepertinya mulai mengalami […]

  • Ramadan, Bisnis Pasar Hunian Sewa Melempem, Ini Alasannya

    Ramadan, Bisnis Pasar Hunian Sewa Melempem, Ini Alasannya

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Selama periode Ramadan, bisnis pasar hunian sewa alias bisnis kost atau co-living mengalami performa terendah. Keperluan perayaan maupun mudik telah mendorong masyarakat untuk menunda pengeluaran yang tergolong komitmen finansial besar, termasuk sewa kost. “Setiap tahunnya, Cove melihat pola yang relatif konsisten di mana Ramadan menjadi periode dengan transaksi terendah dalam satu tahun,” kata […]

Translate »
expand_less