Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pelaku Usaha Belum Lihat Bedanya OSS Baru

Pelaku Usaha Belum Lihat Bedanya OSS Baru

  • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Koordinator Wilayah Kalimantan Properti Indonesia (PIN), Hariyanto mengatakan bahwa adanya Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) yang baru Pemerintah luncurkan pasca terbitnya Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, justru melahirkan regulasi yang semakin menyulitkan.

“Saya pikir dengan adanya OSS awalnya membantu pengusaha agau perusahaan tidak perlu memperpanjang izin – izin yang dikeluarkan oleh Pemda (red: Pemerintah Daerah), namun kenyataannya lahirnya UU Cipta Kerja malah melahirkan regulasi yang membuat semakin ribet, untuk satu soal OSS saja berubah-ubah,” kaya Hariyanto kepada redaksi industriproperti.com

Pendiri dan Ketua Koordinator Teknik Permukiman Prasana Wilayah Pengurus Pusat Properti Indonesia (PIN) ini juga menceritakan tentang versi dari OSS yang berubah – ubah. “Awalnya baik, namun belakangan membuat ribet. Soalnya selalu berubah-ubah versi, dari OSS 1.0, versi 1.1, sekarang versi Berusaha Berisiko. Padahak manfaatnya juga tak ada, namun menghambat di Dinas masing – masing Kabupaten/Kota yang memerlukan komitmen perizinan,” kata Hariyanto.

Hariyanto juga mengaku bahwa ia telah mengurus migrasi data tersebut. Namun menurut dia hal ini hanya mengubah nomenklatur atau sebutan Nomor Induk Berusaha (NIB) saja.

“Kalau begini caranya, bagusnya kembali ke sistem lama izin – izin HO, SIUP, TDP  IUJK Manual yang diterbitkan Pemda, toh hanya HO saja yang bayar Rp. 10.000,- x Luas bangunan kantor. Tidak ribet, cukup 5 tahun memperpanjang,” kata Hariyanto.

Reformasi Perizinan

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa OSS berbasis risiko ini merupakan reformasi yang sangat signifikan dalam perizinan. Desain sistem tersebut sendiri adalah sebagai layanan perizinan secara daring yang terintegrasi, terpadu, dengan paradigma perizinan berbasis risiko. Dalam aplikasi tersebut, jenis perizinan akan ada penyesuaian dengan tingkat risikonya.

“Perizinan antara UMKM dengan usaha besar tidak sama. Risiko tinggi perizinan berusaha berupa izin, risiko menengah perizinan berusaha berupa sertifikat standar. Dan risiko rendah perizinan berusaha cukup berupa pendaftaran atau Nomor Induk Berusaha (NIB) dari OSS. Hal ini akan membuat iklim kemudahan berusaha di Indonesia semakin baik,” jelas Presiden Joko Widodo saat acara peluncuran OSS RBA di Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada Senin, 9 Agustus 2021.

Kepala Negara pada kesempatan tersebut juga memerintahkan kepada para menteri, kepala lembaga, serta para kepala daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk disiplin mengikuti kemudahan dalam OSS ini. Presiden menegaskan pihaknya akan mengecek dan mengawasi langsung implementasi OSS di lapangan. (ADH)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jepang Diminta Tingkatkan Partisipasi Pendanaan Infrastruktur Hijau

    Jepang Diminta Tingkatkan Partisipasi Pendanaan Infrastruktur Hijau

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Jepang diajak meningkatkan kontribusi pendanaan pembangunan infrastruktur di kawasan ASEAN. Utamanya pendanaan infrastruktur konektivitas dan infrastruktur hijau. “ASEAN membutuhkan investasi infrastruktur senilai USD184 miliar per tahun. Pemerintah Jepang diharapkan dapat meningkatkan kontribusinya pada ASEAN Infrastructure Fund dan ASEAN Catalytic Green Finance Facility untuk mendukung konektivitas dan infrastruktur hijau,” kata Presiden RI Joko Widodo […]

  • darurat sampah

    Darurat Sampah Banjarmasin, REI Kalsel Serahkan 4 Amrol

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • 0Komentar

    Banjarmasin – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia Kalimantan Selatan (REI Kalsel) memberikan bantuan empat unit bak sampah (amrol) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin untuk penanganan darurat sampah. Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian REI Kalsel terhadap krisis sampah yang terjadi di Kota Banjarmasin. “Banyak hal yang menjadi fokus perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin agar perekonomian masyarakat semakin maju. […]

  • Pembangunan Infrastruktur Pacu Pengembangan Kawasan Alam Sutera

    Pembangunan Infrastruktur Pacu Pengembangan Kawasan Alam Sutera

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
    • 0Komentar

    TANGERANG – Pembangunan infrastruktur terutama jalan tol yang sangat masif telah berdampak positif terhadap pengembangan kawasan properti khususnya hunian, sehingga membawa kontribusi nyatanya dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Alvin Andronicus, Chief Marketing Officer Elevee Condominum menyebutkan bergeraknya perekonomian di satu kawasan yang dikembangkan developer salah satunya dipicu pesatnya pembangunan infrastruktur di sekitarnya. Seperti di Alam Sutera, […]

  • Properti Komersial Diuntungkan DP 0% dan Bebas PPN

    Properti Komersial Diuntungkan DP 0% dan Bebas PPN

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kebijakan Pemerintah dalam melakukan relaksasi di sektor industri properti telah membuahkan hasil. Adanya pertumbuhan peminat membuat sejumlah pengembang kini mulai melirik proyek hunian segmen komersial di rentang harga Rp 200 juta hingga Rp 500 juta. “Di Kota Palembang saat ini rumah yang banyak dicari mulai dari harga Rp 200 juta sampai dengan Rp […]

  • Intiland Poins

    Intiland Perkuat Posisi Poins sebagai Transit Mall Berbasis TOD

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA- Pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland;DILD) menjalin kerjasama dengan menghadirkan Diamond Supermarket di pusat perbelanjaan Poins Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Melalui kerjasama ini supermarket tersebut menjadi penyewa utama atau anchor tenant di pusat perbelanjaan yang dulu bernama Poin Square tersebut. Direktur Pengembangan Bisnis PT Intiland Development Tbk Permadi Indra Yoga memberikan apresiasi atas […]

  • Sinergitas Pengembang Jepang-Indonesia Bangun Apartemen Gaya Resor Bali di Jakarta

    Sinergitas Pengembang Jepang-Indonesia Bangun Apartemen Gaya Resor Bali di Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Jakarta Indah Makmur, sinergitas pengembang Nishitetsu Group dan Pulauintan melakukan pemasangan tiang pancang (groundbreaking) proyek apartemen The Veranda di koridor strategis Lebak Bulus – Pondok Indah. Direktur PT Jakarta Indah Makmur, Tomoaki Kinoshita mengatakan groundbreaking The Veranda yang berdiri di atas lahan seluas 2.3 hektar ini merupakan tahapan penting dalam memenuhi kepercayaan […]

Translate »
expand_less