Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Penyelesaian Konflik Agraria Melalui Pendekatan GTRA

Penyelesaian Konflik Agraria Melalui Pendekatan GTRA

  • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus melakukan penguatan regulasi dan percepatan penyelesaian konflik agraria. Upaya percepatan penyelesaian konflik agraria salah satunya ditangani oeh Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

“Di GTRA kita melakukan terus menerus dialog dan diskusi dengan semua pihak untuk berkoordinasi, mengumpulkan data informasi, bernegosiasi, dan mediasi. Sehingga, aspirasi dan tantangan dari berbagai pihak dapat terserap untuk menemukan solusi dan rekomendasi kebijakan yang sistemik dan berkelanjutan,” ungkap Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra, dalam Rapat Kerja Petani bertema “Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan penguatan Kebijakan Reforma Agraria, yang diselenggarakan Serikat Petani Indonesia (SPI) secara daring, Selasa, 21 September 2021.

Reforma Agraria menjadi kebutuhan semua pihak sehingga dalam implementasinya memerlukan kolaborasi bersama antar pemangku kepentingan. Ia menuturkan, sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo dalam pelaksanaan Reforma Agraria dan penyelesaian konflik agraria harus mempertimbangkan kondisi masyarakat. “Ketika mengambil kebijakan itu harus sejalan dengan kondisi atau berangkat dari kebutuhan masyarakat. Dalam konteks itu, kita bisa bayangkan hasil indikator keberhasilan dari kerja-kerja kita sekarang dan mulai terbayang identifikasi, inventarisasi, verifikasi dan pemetaannya,” tutur Surya Tjandra.

Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendroyono mengatakan untuk menyelesaikan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang masuk dalam kawasan hutan, KLHK tetap bersinergi dengan Kementerian ATR/BPN. Melalui terobosan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK) diharapkan dapat memperkuat sinergi dan mempercepat penyelesaian tersebut.

“Dalam kaitannya ketentuan hak atas tanah dari kawasan hutan kami tetap bersinergi dengan ATR/BPN. Tapi kami tidak mau jadi hambatan bagi masyarakat yang punya hak di kawasan hutan dan di luar kawasan hutan, ini menjadi poin kita di UUCK. Kami tetap menghormati kerja bersama ini agar TORA bisa ditemukan pendekatan kerjanya,” kata Sekjen KLHK, Bambang Hendroyono. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPN DTP Perumahan Terbit, Ini Ketentuannya

    PPN DTP Perumahan Terbit, Ini Ketentuannya

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah melanjutkan insentif fiskal berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sektor perumahan dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 6/PMK.010/2022 tentang PPN atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2022. “Insentif ini diharapkan efektif meningkatkan daya beli masyarakat dan mendukung sektor perumahan dengan efek pengganda yang […]

  • Backlog Rumah Sulit Diatasi Tanpa Dukungan Lahan dan Pembiayaan

    Backlog Rumah Sulit Diatasi Tanpa Dukungan Lahan dan Pembiayaan

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77, pemenuhan kebutuhan tempat tinggal masih menjadi salah satu masalah utama di negeri ini. Situasi ini diperparah dengan mahalnya harga rumah akibat lahan yang semakin terbatas dan masih belum optimalnya dukungan pembiayaan perumahan terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Riset dari Katadata Insight Center mengungkapkan harga tanah menjadi […]

  • Giantara Serpong City Percepat Jadwal Serah Terima Rumah

    Giantara Serpong City Percepat Jadwal Serah Terima Rumah

    • calendar_month Senin, 15 Jan 2024
    • 0Komentar

    SERPONG – Giantara Group, pengembang Giantara Serpong City memulai pembangunan unit rumah di Cluster Nerin tahap 1 yang sudah terjual habis sebanyak 122 unit. Cluster Nerin merupakan cluster pertama di proyek tersebut yang mulai dipasarkan sejak tahun 2023 lalu. Giantara Serpong City dikembangkan di atas lahan seluas 109 hektar di kawasan Cisauk, Serpong. Zico Machriebie […]

  • Pemerintah Turunkan Tarif PPh bagi Investor Domestik

    Pemerintah Turunkan Tarif PPh bagi Investor Domestik

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah menurunkan tarif PPh Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) atas penghasilan bunga obligasi bagi investor domestik dari semula sebesar 15 persen menjadi 10 persen. Penurunan tarif PPh bagi wajib pajak dalam negeri (WPDN) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 91 Tahun 2021. Kebijakan fiskal ini sejalan dengan komitmen […]

  • Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima berpose dengan latar belakang Danau Toba dan pulau Samosir di kejauhan

    Tol akan Permudah Akses ke Danau Toba

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • 0Komentar

    Jakarta –  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tengah menyelesaikan  pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat sepanjang 143,25 km. Kehadiran tol ini akan meningkatkan konektivitas di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) serta mempermudah akses wisatawan, khususnya dari Kota Medan menuju Destinasti Pariwisata Super Prioritas (DPSP) […]

  • REI DKI Dukung Upaya Wujudkan Jakarta Hijau

    REI DKI Dukung Upaya Wujudkan Jakarta Hijau

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengupayakan berbagai langkah untuk mengatasi permasalahan polusi udara. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan langkah sistemik dan menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan. “Upaya mengatasi polusi udara di Jakarta harus melalui kebijakan sistemik dan menyeluruh dari seluruh stakeholder. Tidak cukup pemerintah saja, atau dengan solusi skala warga. Harus ada […]

Translate »
expand_less