Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Sektor Properti Bangkit di 2025, Ini Faktor Pendorongnya!

Sektor Properti Bangkit di 2025, Ini Faktor Pendorongnya!

  • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANGERANG – Industri properti terutama di sektor perumahan akan semakin membaik di era pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Sinyal-sinyal melesatnya sektor properti sangat terasa, didukung berbagai indikator yang mendukung booming properti di tahun 2025 sampai 2029 mendatang.

Pengamat Properti Nasional, Panangian Simanungkalit mengatakan sejumlah indikator yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023, 2024 hingga nanti terlihat sangat positif. Kekhawatiran Pemilu pada awal tahun kemarin akan terjadi rusuh pun tidak terbukti.

“Hal ini didukung lagi dengan program luar biasa dari Prabowo-Gibran sebagai pasangan pemenang Pemilu 2024, dimana mereka akan menghadirkan program 3 juta rumah. Ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kegairahan industri properti secara umum,” ungkapnya pada Elevee Media Talk bertajuk “Meneropong Pasar Properti di Era Pemerintahan Baru” di Marketing Office Alam Sutera, Tangerang, Selasa (25/6) lalu.

Hebatnya lagi, pemerintah mendatang cukup jeli mencari celah guna membangkitkan perekonomian rakyat. Menurut Panangian, bagaimana membuat ekonomi nasional ini semakin membaik, memang diperlukan sebuah sektor yang bisa menciptakan kesejahteraan rakyat, sekaligus menciptakan pemerataan sosial, serta dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

“Itu yang menjadi filosofi dari Prabowo – Gibran. Nah, kemaren telah disetujui Rp71 triliun anggaran untuk makanan bergizi gratis. Ini sebuah terobosan yang belum pernah ada sebelumnya. Dan saya dengar akan ada 50 ribu titik pembagian yang akan dimulai ini. Bisa kita bayangkan berapa besar penciptaan ekonomi dari salah satu program andalan Prabowo- Gibran ini,” ujar Panangian.

Dia menyebutkan, dengan adanya program pembangunan 3 juta rumah ini juga akan membangkitkan semangat dan memberikan dampak psikologis yang positif terutama bagi para pebgembang yang tergabung dalam asosiasi-asosiasi perumahan seperti Realestat Indonesia (REI), Apersi, Himperra, dan lainnya.

“Bagi pengusaha properti, program ini memberi sinyal bahwa industri properti akan bangkit di era pemerintahan yang akan datang,” ucap Panangian.

Tidak hanya itu, ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 sebesar 5,11% (year on year/yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy). Ke depan, sebut Panangian, pertumbuhan ekonomi 2024 diperkirakan tetap kuat dalam kisaran 4,7-5,5% (yoy) didukung oleh permintaan domestik, terutama dari berlanjutnya pertumbuhan konsumsi dan investasi bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sejalan dengan itu, pemerintah juga sangat fokus memenuhi kebutuhan rumah agar pada tahun 2045 tercapai zero backlog. Pada 2023, backlog rumah masih di kisaran 10 juta unit, sehingga jika pemerintah membangun 500 ribu saja per tahun, artinya baru 20 tahun ke depan dapat selesai.

“Jumlah itu belum ditambah dengan kebutuhan hunian untuk keluarga baru yang mencapai 750 ribu hingga 800 ribu per tahun. Jadi, pemerintah perlu membangun 500 ribu ditambah 750 ribu unit rumah atau 1,25 juta unit per tahunnya. Untuk mewujudkan itu sangat dibutuhkan kolaborasi dan peran aktif pengembang swasta,” tegasnya.

Panangian menambahkan sektor properti adalah penggerak perekonomian dan juga memberikan kontribusi dalam pembangunan. Untuk itu, menurutnya, pemerintahan mendatang harus bisa melihat ini sebagai peluang yang lebih besar untuk menggerakkan perekonomian.

“Dan satu hal yang perlu dicatat, peran dan kontribusi pengembang swasta dalam merealisasikan visi pemerintah tadi sangat besar sekali. Hal ini bisa kita lihat di sekitar Jabodetabek, dimana jumlah properti dalam skala besar seperti Alam Sutera ini telah jadi penggerak perekonomian kawasan,” paparnya.

Efek Berantai

Chief Marketing Officer (CMO) Elevee Condominium Alvin Andronicus mengungkapkan bahwa penguatan ekonomi dalam pemerintahan mendatang sudah terlihat dengan adanya program 3 juta rumah. Menurutnya, ini akan menggerakkan perekonomian dimana dalam sebuah proyek properti yang dikembangkan yang diikuti dengan multiplier effect kepada 180 sektor lainnya.

“Kami melihat, pemerintahan ke depan beorientasi pada perekonomian, dan tentunya sektor bisnis properti adalah salah satunya yang akan didorong karena memberikan efek berantai untuk menggerakkan berbagai industri lainnya,” ungkap Alvin.

Terkait kondisi saat ini dimana nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin tertekan dan sudah berada di level Rp16.391 per dolar AS, Alvin mengaku tidak khawatir karena produk material yang digunakan hampir 100 persen konten lokal. Untuk itu Elevee Condominium terus menggerakkan pasar, karena menurut Alvin, properti adalah produk investasi.

“Kita harus akui bahwa pandemi Covid-19 pada tiga tahun lalu memberikan dampak luar biasa pada industri properti. Meski demikian, setelah pandemi berlalu sektor properti mampu bergerak dan kembali menjadi motor penggerak perekonomian. Dan Elevee sendiri tetap bisa berjalan dengan baik hingga saat ini, baik dari sisi penjualan unitnya maupun pembangunan fisiknya,” jelas Alvin.

Hanya saja, katanya, pemerintah harus lebih banyak memberikan stimulus yang bekelanjutan untuk menggerakkan pasar. Seperti program PPN DTP yang sudah diterapkan beberapa waktu belakangan ini dan perizinan yang cepat dan mudah perlu terus dilanjutkan.

Terkait dengan progres pembangunan Elevee Condominum di Alam Sutera, Alvin menegaskan hingga saat ini masih sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Elevee Condominium juga secara berkala memberikan informasi terkini terkait progres pembangunan dari dua tower yang saat ini sedang dibangun.

“Kami yakin, target kami untuk jadwal serah terima Elevee pada April tahun 2025 akan bisa terealisasi. Elevee memiliki kekuatan dan karakter yang berbeda karena dikembangkan oleh Alam Sutera di dalam satu kawasan skala kota yang sudah berkembang,” ujar Alvin. (MRI)

  • Penulis: Muhammad Rinaldi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPR

    Bank Syariah di Aceh Mulai Gencar Salurkan KPR

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bisnis properti terutama perumahan di Provinsi Aceh sempat terjun bebas sejak awal 2020. Selain faktor pandemi, pemberlakuan Qanun Aceh No. 11 Tahun 2018 tentang lembaga Keuangan Syariah yang diterapkan sejak awal 2019 turut menganggu penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di Bumi Serambi Mekkah karena bank melakukan konsolidasi. Namun kini, geliat penyaluran KPR sudah […]

  • BSI, BP Tapera dan UIN Kolaborasi Optimalkan Penyaluran KPR Syariah

    BSI, BP Tapera dan UIN Kolaborasi Optimalkan Penyaluran KPR Syariah

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA- Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) serta 15 Universitas Islam Negeri (UIN) se-Indonesia melaksanakan seremonial Penandatanganan Kerja Sama Tripartit yang diselenggarakan di Gedung Pendidikan Profesi Guru UIN Sunan Gunung Djati, Bandung yang disaksikan oleh Pegawai di lingkungan UIN secara online maupun offline, Jumat (17/2). Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama […]

  • Proficiat! Lima Proyek Properti Ini Menang FIABCI Award

    Proficiat! Lima Proyek Properti Ini Menang FIABCI Award

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Produk properti besutan pengembang nasional kembali mendapat pengakuan internasional. Sebanyak lima proyek properti raih FIABCI Prix d’Excellence Award 2022 di acara 72nd FIABCI World Congress di Paris, Prancis. “Pada penyelenggaraan FIABCI Prix d’Excellence Award tahun ini, proyek properti nasional memperoleh lima penghargaan yang sangat membanggakan. Semoga pada tahun-tahun mendatang kita dapat meningkatkan prestasi ini […]

  • Proyek LRT City Ciracas-Urban Signature Dipastikan Sesuai Jadwal

    Proyek LRT City Ciracas-Urban Signature Dipastikan Sesuai Jadwal

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) berkomitmen untuk tepat waktu mengembangkan proyek transit oriented development (TOD) LRT City Ciracas-Urban Signature. Proyek seluas 6,2 hektare yang dilengkapi lima tower Azzure, Beige, Cerise, Denim dan Emerald ini akan memiliki 3.668 unit apartemen. Pembangunan tower Azzure telah memasuki proses penutupan atap (topping off) pada 28 November lalu. “Topping […]

  • pasar properti

    Pengembang dan Perbankan Tetap Optimistis Pasar Properti Tumbuh di 2023

    • calendar_month Rabu, 30 Nov 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pengembang properti dan perbankan nasional optimistis pasar properti tahun 2023 mendatang tetap bertumbuh walapun tekanan terhadap pasar properti sangat besar, antara lain tingginya tingkat inflasi, naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI-7 Day (Reverse) Repo Rate (BI7DRR), ancaman resesi tahun 2023, dan memasuki tahun politik. Potensi dan peluang pasar properti yang bisa […]

  • rumah subsidi dengan kredit program perumahan

    Menkeu Purbaya: Pembangunan dan Renovasi Perumahan Capai Rp20 Triliun

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – Pagu anggaran infrastruktur pada 2026 mencapai Rp434,8 triliun yang diarahkan antara lain untuk konektivitas, ketahanan pangan, energi, dan layanan dasar sebagai bagian dari pelaksanaan APBN tahun berjalan. Selain penguatan infrastruktur, pemerintah juga menyampaikan program pembangunan dan renovasi perumahan (komersil, rumah subsidi dan bantuan renovasi (BSPS) 190 ribu unit yang dananya dari APBN dan […]

Translate »
expand_less