Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Bermasalah Selama 22 Tahun Jadi Ibu Kota Baru, Persoalan di Sofifi Mau Diselesaikan!

Bermasalah Selama 22 Tahun Jadi Ibu Kota Baru, Persoalan di Sofifi Mau Diselesaikan!

  • calendar_month Kamis, 24 Jun 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pemerintah tengah berupaya mengurai persoalan Ibu Kota Maluku Utara yang telah tertunda selama 22 tahun. Beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil; Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian; dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengadakan rakor dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan di Ibu Kota Provinsi Maluku Utara yaitu Sofifi yang berada di Kota Tidore Kepulauan pada Selasa (22/06/2021).

Rakor yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Maluku Utara ini difokuskan pada pembahasan pengembangan Kota Sofifi. Sofifi sendiri ditetapkan sebagai Ibu Kota Maluku Utara sejak tahun 1999 berdasarkan Undang-Undang Nomor 46 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Sayangnya, Sofifi menghadapi permasalahan sebagai ibu kota provinsi karena tidak adanya kepastian administrasi pemerintahan dan tidak lengkapnya sarana dan prasarana di Ibu Kota Sofifi. Apalagi, setelah bertahun-tahun, ibu kota tak pernah pindah ke Sofifi. Pembangunan sejumlah infrastruktur pun pernah dilakukan, seperti pembangunan kantor, kantor gubernur, pengadilan, korem, hingga perumahan, namun akhirnya terbengkalai. Tak hanya itu, para ASN pun kurang optimal dalam melaksanakan tugasnya karena masih menetap di Ternate dan Tidore.

“Hari ini kita akan membahas tentang pengembangan Kota Baru Sofifi sebagai major project amanat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, juga pembangunan infrastruktur di daerah sekitarnya,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan sesuai keterangan pers yang diterima oleh redaksi industriproperti.com

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meastikan bahwa regulasi Peraturan Pemerintah tentang kawasan khusus Sofifi saat ini tengah dimantapkan.

“Regulasinya sudah kita susun dalam bentuk draf peraturan pemerintah, PP-nya sudah kita sampaikan, dirapatkan antar K/L, ada 2 memang yang harus dikerjakan setelah ada kesepakatan itu, yang pertama adalah membuat regulasi tentang kawasan khusus, yang kedua mempercepat pembangunan kawasan khusus itu, supaya sesuai arahan Bapak Presiden bisa operasional betul,” jelas Tito.

Menteri ATR/Kepala BPN dalam arahannya menyampaikan kepada seluruh Kepala Daerah di Maluku Utara untuk mempercepat proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) maupun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). “Tata ruang kalau lihat di sini tata ruang provinsi terakhir 2013 harus direvisi, tata ruang Halmahera Barat itu tahun 2012 juga Kota Ternate, proses revisi ini harus kita percepat. Kemudian RTRW Tidore Kepulauan juga tahun 2013 jadi sudah 8 tahun proses revisi. Yang paling harus disiapkan untuk mendukung pengembangan Sofifi ini adalah bagaimana tata ruang provinsi dan RTRW Tidore Kepulauan. Jadi ini barangkali harus kita prioritaskan,” ujar Sofyan A. Djalil.

Lebih lanjut, Sofyan A. Djalil mengatakan untuk mengimplementasikan lebih dekat kepada tujuannya, maka tata ruang harus diselesaikan sesegera mungkin. Namun, saat ini masalah lainnya adalah sulit untuk mengumpulkan datanya.

“Sekarang ini dengan Merdeka Belajar kita bisa kerahkan mahasiswa dari sekolah perencanaan atau fakultas teknik yang ada di Ternate untuk pengumpulan data dalam rangka penyusunan tata ruang, kalau data sudah bagus, maka penyusunannya akan mudah. Oleh sebab itu barangkali harus dijadikan prioritas juga terutama yang menyangkut RTRW provinsi dan RTRW di Tidore Kepulauan,” pungkas Sofyan.

“RTRW ini merupakan kewajiban kita bersama, kami akan fasilitasi. Kalau bisa tahun ini sudah kumpul data, sehingga tahun depan bisa tunjuk konsultan, dengan data yang sudah terkumpul itu akan selesai lebih cepat. Kita akan memberikan prioritas percepatan untuk mendukung pengembangan Ibu Kota Sofifi,” tambah Sofyan A. Djalil.

Untuk pengembangan Ibu Kota Sofifi, Menteri ATR/Kepala BPN juga melihat bahwa titik terangnya sudah ada, tapi menurutnya sangat tergantung bagaimana pelaksanakan dari pemerintah. “Oleh sebab itu harus ada kombinasi antara pemda, pemkot dan pemerintah pusat. Dukungan dari pemda juga sangat penting, dalam hal ini misalnya penyediaan anggaran untuk melakukan penyusunan tata ruang. Kalau kita ingin membangun kota ini, mulai dari tata ruang sudah bagus, pengaturan kawasan sudah oke, lalu kita tentukan prioritas pertama untuk segera dilaksanakan,” pungkas Sofyan A. Djalil. (ADH)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • cluster Baltic

    Synthesis Development Mulai Pembangunan Cluster Baltic, Termurah Dibanderol Rp2,5 M

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Mengusung konsep Skandinavia, Synthesis Development melalui Synthesis Huis kembali meluncurkan pembangunan tahap keduanya yaitu, cluster Baltic yang berlokasi di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. Kehadiran cluster Baltic akan menjadi wajah baru di Synthesis Huis. “Cluster Baltic menjadi sebuah inovasi terbaru kami dengan hadirnya double-living room atau dua ruang tamu yang tersedia di lantai 1 […]

  • Karyawan Kontrak Kini Bisa Punya Rumah Melalui BTN

    Karyawan Kontrak Kini Bisa Punya Rumah Melalui BTN

    • calendar_month Rabu, 21 Apr 2021
    • 0Komentar

    JAKARTA- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. kembali menjalin kemitraan untuk penyaluran pembiayaan perumahan dengan menggandeng Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI), sebuah perkumpulan yang beranggotakan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang outsourcing atau karyawan kontrak. Melalui kemitraan tersebut, sekitar satu juta pekerja alih daya akan dapat memiliki rumah dengan skema kredit yang murah dan mudah. […]

  • pertumbuhan ekonomi

    Ini Upaya PUPR Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Usai Lebaran, seluruh jajaran Kementerian PUPR diharapkan tetap menjaga ritme kerja dan mempercepat belanja infrastruktur untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi. Harapannya, belanja anggaran Kementerian PUPR  juga dapat berkontribusi langsung pada percepatan pemulihan kondisi sosial ekonomi, dengan menyerap tenaga kerja dan menjaga daya beli masyarakat. “Tolong dipercepat, nanti akhir Mei 2022 kita lakukan Midterm Review. […]

  • Diskusi Media 100 Hari Kinerja Kementerian PKP

    100 Hari Kerja Kementerian PKP, Asosiasi Perumahan Tidak Puas

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Pimpinan sejumlah asosiasi perumahan merasa tidak puas atas capaian kinerja 100 hari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Alih-alih membuat gebrakan untuk program perumahan rakyat, kementerian yang baru muncul setelah absen 10 tahun terakhir ini justru memicu sejumlah kegaduhan. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto menegaskan, pengembang merupakan pelaku industri […]

  • sewa pergudangan

    2022, Sewa Pergudangan di Asia Pasifik Diprediksi Tumbuh 5%

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Konsultan properti, Knight and Frank merilis bahwa tingkat sewa pergudangan di 17 kota utama di regional Asia Pasifik hingga akhir 2021 meningkat 0,5% daripada tahun 2020 (year on year/yoy). Sementara di 2022, Knight and Frank memprediksi tingkat sewa pergudangan akan terus bertumbuh dikisaran 3%-5% dan pasar logistik di kawasan ini akan semakin menguat. […]

  • Akhir Tahun, Kunjungan Wisatawan ke Bali Diprediksi Kembali Normal

    Akhir Tahun, Kunjungan Wisatawan ke Bali Diprediksi Kembali Normal

    • calendar_month Senin, 13 Jun 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan saat ini pergerakan kunjungan wisatawan nusantara ke Bali sudah mencapai 70% dan wisatawan mancanegara sekitar 30%. “Ini yang kita akan genjot di akhir tahun ini mudah-mudahan wisatawan nusantara sudah kembali normal 100% seperti sebelum pandemi bisa mencapai 50%-70% […]

Translate »
expand_less