Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » BPKN Terima 6 Ribu Pengaduan, Perumahan Masih Teratas

BPKN Terima 6 Ribu Pengaduan, Perumahan Masih Teratas

  • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) telah menerima sebanyak 6.045 pengaduan selama tahun 2017 hingga 28 April 2021. Bidang perumahan, yakni sebanyak 2.663 pengaduan, menempati urutan teratas yang dikeluhkan konsumen.

“Masalah perumahan masih menempati posisi pengaduan masyarakat yang tertinggi. Urutan kedua teratas keluhan konsumen adalah pada sektor jasa keuangan sebanyak 2.170 pengaduan. Transaksi e-commerce menempati urutan ketiga yakni 652 pengaduan,” ungkap Komisioner Komisi Advokasi BPKN Charles Sagala, dalam Ngabuburit Consumer Talk; “Cara Aman Beli Rumah/Apartemen” yang disiarkan melalui kanal YouTube, Jumat, 30 April 2021.

Konsumen tidak hanya mengadukan nasibnya ke BPKN, ternyata masyarakat juga mengeluhkan persoalan perumahan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Seperti penuturan Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Haryo Bekti Martoyoedo, selama empat tahun terakhir, tercatat tidak kurang dari 1.484 pengaduan yang masuk.

“Kami mencatat, sepanjang tahun 2019, persoalan terbanyak adalah Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) yakni sebanyak 200 pengaduan. Berikutnya, sebanyak 150 pengaduan terkait masalah developer. Persoalan kualitas rumah bersubsidi menempati urutan keempat terbanyak sepanjang 2019 yakni 32 pengaduan,” ungkap Haryo.

Peta pengaduan perumahan terbagi dalam tiga kelompok, yakni pra transaksi atau sebelum pembangunan, saat transaksi, dan pasca transaksi atau setelah pembangunan.

Keluhan konsumen terkait pra transaksi antara lain pembelian dan pembangunan unit tidak sesuai perjanjian, pembatalan pembelian unit, serta permintaan refund dan booking fee.

“Sedangkan permasalahan saat pembangunan seputar developer ingkar janji terkait proses pembangunan, dan konsumen yang tidak menyelesaikan cicilan. Tidak hanya itu, ada konsumen yang sudah melunasi pembayaran namun pembangunan mangkrak,” imbuh Charles.

Adapun persoalan pasca transaksi yakni pembangunan tidak sesuai spesifikasi, dan konsumen sudah melunasi tapi sertipikat masih atas nama pengembang. “Belum terbentuknya Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS), dan belum adanya fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum/fasos) di unit hunian juga menjadi topik aduan,” kata Charles.

Haryo menambahkan, untuk menjamin terpenuhinya hak-hak konsumen perumahan, pihaknya sudah menerbitkan beragam aturan. “Kami berharap dengan aturan main yang ketat, maka konsumen tidak akan mengalami kerugian ketika membeli rumah. Selain regulasi, Kementerian PUPR juga melakukan pengawasan di lapangan guna memutus rantai permasalahan terkait pemenuhan hak-hak konsumen bidang perumahan,” ujarnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bappenas Tunjuk REI Garap Proyek IKN

    Bappenas Tunjuk REI Garap Proyek IKN

    • calendar_month Sabtu, 19 Jun 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) ditunjuk untuk ikut mengembangkan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Provinsi Kalimantan Timur. Untuk itu, REI segera membentuk kelompok kerja (pokja) guna merealisasikan program pembangunan IKN. “Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa telah menunjuk REI untuk ikut serta mendukung pembangunan IKN baru. Kementerian PPN/Bappenas […]

  • Didukung BTN, Jakarta International Marathon 2024 Berlangsung Sukses

    Didukung BTN, Jakarta International Marathon 2024 Berlangsung Sukses

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerjasama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sukses menggelar ajang BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2024 yang berlangsung Minggu, 23 Juni 2024. Event internasional ini diikuti oleh setidaknya 15.000 pelari yang terbagi dalam tiga kategori, yakni1.000 orang untuk Marathon (42K), 4.000 orang untuk Half Marathon (21K), […]

  • Presiden Joko Widodo Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Presiden Joko Widodo Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2023
    • 0Komentar

    Bandung – Presiden RI Joko Widodo melakukan uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), Rabu, 13 September 2023. Kepala Negara berharap moda transportasi tersebut dapat menarik minat masyarakat untuk berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. “Nyaman, dan pada kecepatan tadi 350 (km/jam) tidak terasa sama sekali, baik saat duduk maupun saat berjalan. Sehingga inilah peradaban, kecepatan,” […]

  • emisi karbon

    Pengurangan Emisi Karbon Menjadi PR Bersama Perencana Kota

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Perencana kota menghadapi tantangan besar terkait pengurangan emisi karbon. Dunia saat ini sedang menghadapi kondisi kota yang semakin panas karena tingginya emisi karbon yang berasal dari transportasi, industri dan juga bangunan-gedung atau sektor properti. “Persoalan kebijakan iklim ataupun juga pengurangan emisi karbon ini terkadang menjadi satu PR bagi kita di praktisi perencana kota,” […]

  • Menteri PKP Maruarar Sirait Lantik 8 Pejabat Tinggi Madya

    Menteri PKP Maruarar Sirait Lantik 8 Pejabat Tinggi Madya

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) resmi melantik delapan orang Pejabat Tinggi Madya di lingkungan Kementerian PKP hari ini, di  Jakarta, Senin 20 Januari 2025. “Saya Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan ini secara resmi melantik saudara-saudari dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Saya percaya […]

  • Ketentuan LVC Jangan Tambah Beban Pengembang

    Ketentuan LVC Jangan Tambah Beban Pengembang

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pelaku usaha berharap rancangan ketentuan terkait Land Value Capture (LVC) tidak menambah beban pengembang properti. Apabila skema baru untuk pendanaan infrastruktur itu dikenakan pada awal pembangunan proyek, tentu saja akan mengerek harga jual unit properti. “LVC ini sangat penting dalam mendukung pembiayaan penyediaan infrastruktur di Indonesia. Idealnya, kebijakan LVC hanya berlaku untuk pembangunan […]

Translate »
expand_less