Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Duh, Realisasi KPR Subsidi Terhambat Lagi, Ini Penyebabnya!

Duh, Realisasi KPR Subsidi Terhambat Lagi, Ini Penyebabnya!

  • calendar_month Jumat, 22 Jan 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyesalkan tidak adanya kepastian dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi pada 2021.

Yang terkini, banyak masyarakat yang tidak dapat akad melakukan akad kredit KPR subsidi akibat belum siapnya Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida mengatakan seperti berulang di setiap tahun, selalu saja ada kebijakan baru yang ujung-ujungnya menghambat realisasi akad kredit. Situasi ini tidak kondusif karena menyebabkan ketidakpastian bagi semua pihak terlebih masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), padahal Program Sejuta Rumah (PSR) adalah program kerakyatan yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Saat ini misalnya, ungkap Totok, meski sudah memperoleh Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K) KPR subsidi, namun ternyata MBR belum bisa melakukan realisasi akad kredit dengan alasan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM)-nya belum siap.

“Informasinya begitu (tidak bisa akad kredit). Katanya SBUM-nya belum siap. Padahal, SBUM itu kan bukan urusan pengembang, tetapi domain Kementerian PUPR. Jadi mereka yang belum siap, dan kemudian aturan itu dikeluarkan. Dampaknya tentu ke masyarakat karena terhambat lagi untuk akad kredit,” kata Totok yang dihubungi Industriproperti.com, Jumat (22/1/2021).

REI mengaku sangat keberatan dengan kebijakan PUPR tersebut karena sangat mendadak dan apalagi diberlakukan pada awal tahun. Totok berharap akad kredit bagi MBR yang sudah mendapatkan SP3K segera dapat direalisasikan dulu meski pun tanpa SBUM. Hal itu untuk memberikan kepastian bagi masyarakat yang sudah ingin menghuni rumahnya.

Sumber Industriproperti.com di Kementerian PUPR menyebutkan sesuai Permen No 20 tahun 2019, KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) atau KPR SSB (Subsidi Selisih Bunga) untuk pemilikan rumah tapak memang mendapatkan SBUM.

“Memang pada prinsipnya bentuk subsidi bunga dan subsidi uang muka itu adalah satu kesatuan di dalam KPR bersubsidi. Namun di tahun 2020 ternyata terdapat lebih dari 50% penerima KPR FLPP atau KPR SSB tidak diajukan SBUM-nya kepada pemerintah,” ungkap dia.

Ditambahkan, hal itu merugikan MBR sebagai penerima manfaat KPR bersubsidi, meski pun ada banyak kemungkinan penyebabnya. Menurut dia, bisa jadi MBR memang tidak mengajukan SBUM, atau MBR tidak difasilitasi SBUM-nya.

Merujuk Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 20/PRT/M/2019 Tahun 2019 tentang Kemudahan dan Bantuan Pemilikan Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah disebutkan pengajuan permintaan pembayaran SBUM diajukan oleh bank pelaksana KPR bersubsidi kepada pemerintah dengan melengkapi syarat dokumen yang dibutuhkan. (MRI)

  • Penulis: Telaga Anandari

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi dan Menteri PUPR saat melakukan peninjauan lokasi terdampak bencana di NTT pada April 2021 (Foto: Laily Rachev)

    Seribu Rumah Bagi Korban Bencana NTT Selesai September 2021

    • calendar_month Senin, 17 Mei 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan bahwa pembangunan hunian tetap (huntap) dalam rangka relokasi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditargetkan selesai akhir September 2021. Sesuai dengan Instruksi Presiden, bantuan rumah tahan gempa dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan tipe 36 […]

  • Tanah IKN

    Wamen ATR/BPN: Transaksi Tanah di IKN Tidak akan Diakui!

    • calendar_month Kamis, 20 Apr 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah menggodok aturan mengenai tanah di kawasan Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara tidak bisa diperjualbelikan. “Kami nanti akan menerbitkan sebuah edaran baru yang menyatakan bahwa transaksi yang terjadi setelah IKN di-launching, tidak akan diakui sebagai alas hak,” kata Wamen ATR/Waka BPN Raja Juli Antoni dalam […]

  • Kendati Diancam Krisis, Indonesia Masih Jadi Incaran Investasi

    Kendati Diancam Krisis, Indonesia Masih Jadi Incaran Investasi

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kendati menghadapi ancaman krisis yang melanda dunia, Indonesia masih menjadi incaran investasi dari sejumlah perusahaan raksasa global. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik PT Wavin Manufacturing Indonesia di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Senin, 3 Oktober 2022. “Meskipun dunia pada posisi krisis finansial, […]

  • 2023, Tingkat Hunian Ruang Kantor di Jakarta Diproyeksi Turun

    2023, Tingkat Hunian Ruang Kantor di Jakarta Diproyeksi Turun

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Tingkat hunian ruang perkantoran di Jakarta diperkirakan akan kembali turun pada 2023. Hal tersebut disebabkan tingginya jumlah pasokan baru ruang kantor pada tahun ini yang diperkirakan mencapai 330.000 meter persegi di kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta dan 12.000 meter persegi di luar CBD. Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers Indonesia menyebutkan permintaan kantor […]

  • Dijamin Cuan, Pengembangan Hunian di Kawasan Matang

    Dijamin Cuan, Pengembangan Hunian di Kawasan Matang

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Tren pengembangan perumahan yang menghasilkan cuan berlokasi di area megapolitan Jakarta berada di kawasan yang sudah matang. Pasalnya, kawasan tersebut sudah lengkap dengan infrastruktur yang memadai. “Proyek perumahan yang bertumbuh saat ini berlokasi di kawasan matang dengan fasilitas yang lengkap. Misalnya, di sisi timur seperti Serpong ada BSD City, dan Summarecon di area […]

  • Bikin Gebrakan, Arrayan Group Gelar Booking Massal 1.000 Unit Rumah

    Bikin Gebrakan, Arrayan Group Gelar Booking Massal 1.000 Unit Rumah

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2023
    • 0Komentar

    CIKARANG – Memasuki semester ke-2 tahun 2023, Grand Cikarang City 2 melakukan gebrakan dengan menggelar acara bertajuk “GCC2 Funtastis Booking 1.000 Unit Bareng Kang Sule” di Cikarang, Bekasi, Sabtu (23/9). Grand Cikarang City 2 atau GCC2 adalah salah satu perumahan yang dikembangkan PT Alexandra Citra Pertiwi, anak perusahaan Arrayan Group, sebuah grup pengembang yang paling […]

Translate »
expand_less