Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Pengembang Minta Bank Konvensional Beroperasi Lagi di Aceh

Pengembang Minta Bank Konvensional Beroperasi Lagi di Aceh

  • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pelaku usaha properti berharap perbankan konvensional dapat beroperasi kembali di Provinsi Aceh.  Bank syariah dinilai belum optimal mendukung pembiayaan bisnis pembangunan perumahan bersubsidi khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Serambi Mekkah.

“Nasib pengembang di Aceh tidak seberuntung pelaku usaha di daerah lain karena tidak adanya dukungan pembiayaan dari bank pelaksana selain perbankan syariah. Hanya ada bank syariah yang melayani pembiayaan rumah bersubsidi di Aceh,” ungkap Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Aceh, Zulkifli HM Juned, dalam keterangannya, Senin, 22 Juli 2024.

Tidak beroperasinya bank konvensional memicu developer di Aceh terkendala dalam memperoleh pembiayaan untuk pengembangan hunian bersubsidi. “Tidak hanya itu, masyarakat di Aceh juga kesulitan dalam mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi,” tukas Zulkifli.

Menurut Zulkifli, pengembang tidak kehilangan akal menyiasati keterbatasan daya dukung lembaga perbankan. Anggota REI Aceh mulai mengalihkan pengajuan pembiayaan kredit modal kerja ke bank konvensional yang beroperasi di Sumatera Utara. “Saat ini dari 150 perusahaan anggota REI Aceh, ada puluhan developer yang sudah mengurus pembiayaan kredit modal kerja dari bank konvensional yang beroperasi di Medan. Hal ini karena perbankan syariah di Aceh belum bisa melayani pendanaan kredit usaha yang diajukan developer,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, pengembang rumah bersubsidi yang membangun di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar terpaksa mengajukan permohonan kredit modal kerja ke kantor cabang bank konvensional di Medan. Sebab bank syariah di Aceh tidak dapat meloloskan pengajuan kredit khusus rumah subsidi akibat kendala regulasi dan limitasi.

“Saat ini ada tiga bank syariah yang melayani kredit untuk properti, yakni Bank BTN Syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Bank Aceh Syariah. Tidak ada satu pun kredit disetujui di ketiga bank syariah itu apabila dirasa belum memiliki performa yang baik. Bank syariah di Aceh sangat selektif dalam memilih calon debitur sehingga tidak banyak pelaku usaha yang mendapat dukungan pembiayaan kredit,” ujarnya.

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri ATR: HUD Institute Punya SDM Andal

    Menteri ATR: HUD Institute Punya SDM Andal

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2021
    • 0Komentar

    Tangerang Selatan – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil mengapresiasi Lembaga Pengkajian Perumahan dan Pengembangan dan Perkotaan Indonesia (LP P3I) atau lebih dikenal dengan The Housing and Urban Development Institute (The HUD Institute) yang merupakan wadah berhimpun dan rumah besar pemangku kepentingan perumahan, infrastruktur dasar, permukiman dan perkotaan. “Banyak […]

  • Awal 2021, Bank NTB Syariah Tancap Gas Biayai KPR Subsidi

    Awal 2021, Bank NTB Syariah Tancap Gas Biayai KPR Subsidi

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • 0Komentar

    Lombok – Bank NTB Syariah siap melayani pengajuan akad kredit pemilikan rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Bahkan, pada awal tahun 2021, Bank NTB Syariah diperkirakan bakal menyalurkan hingga 1.000 unit rumah bersubsidi. “Alhamdulillah Bank NTB Syariah menjadi salah satu bank penyalur KPR subsidi yang sudah menandatangani Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan Pusat Pengelolaan […]

  • intiland

    Begini Strategi Intiland Perkuat Struktur Keuangan

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Intiland Development Tbk atau Intiland mencatatkan pencapaian positif dalam upaya memperkuat kinerja dan fundamental finansial. Keberhasilan ini salah satunya tercermin dari langkah perseroan yang secara konsisten terus memperkuat neraca keuangan melalui strategi deleveraging selama tiga tahun terakhir. Direktur Utama Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan bahwa strategi deleveraging menjadi strategi prioritas yang dijalankan […]

  • jakarta garden city

    Jakarta Garden City Konsisten Bangun Kota Berkelanjutan

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Di tengah tantangan krisis iklim dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup ramah lingkungan, Jakarta Garden City, proyek skala kota (township) yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak usaha PT Modernland Realty Tbk, menjadi pelopor pengembangan kawasan hunian berkelanjutan di timur Jakarta. Sami Miettinen, Residential & Commercial Director PT Modernland Realty Tbk, menyampaikan […]

  • metland cibitung

    Metland Cibitung Tambah Fasilitas Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • 0Komentar

    BEKASI – PT Metropolitan Land Tbk atau Metland terus berkomitmen menghadirkan fasilitas unggulan bagi penghuni dan masyarakat sekitar. Kali ini, Metland Cibitung mengumumkan penambahan fasilitas pendidikan dengan pembangunan Sekolah Al-Azhar BSD yang dibangun di area seluas dua hektar. Kegiatan ini ditandai dengan acara penandatanganan perjanjian pembelian lahan Sekolah Al-Azhar BSD@Cibitung yang digelar di Hotel Horison […]

  • kawasan industri

    Didukung Sektor Teknologi, Begini Prospek Pertumbuhan Kawasan Industri

    • calendar_month Kamis, 8 Jun 2023
    • 0Komentar

    Jakarta – Sektor kawasan industri mengalami pertumbuhan pada Q1-2023 dan akan terus memanfaatkan momentum positif ini, terutama bila didukung oleh ekspansi ekonomi yang baik. Hal tersebut didasarkan pada observasi yang dilakukan oleh Colliers Indonesia. “Melihat kondisi kedepan, sektor industrial akan terus mendapatkan dukungan dari sektor teknologi yang berkembang pesat, terutama dari segmen otomotif berteknologi tinggi […]

Translate »
expand_less