Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » RI – Singapura Sepakati Kerjasama Pengembangan Energi Hijau

RI – Singapura Sepakati Kerjasama Pengembangan Energi Hijau

  • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Singapura menyepakati pengembangan energi hijau di tanah air. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan, Selasa, 13 Juli 2021.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara bersepakat bahwa Indonesia sebagai pusat energi hijau bukan hanya untuk Singapura, melainkan untuk seluruh kawasan ASEAN. “UU Cipta Kerja yang telah dikeluarkan Pemerintah Indonesia memberikan kepastian tentang arah pengembangan investasi. Termasuk di antaranya untuk pengembangan energi baru dan terbarukan,” ucap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Sejumlah perusahaan asal Singapura telah berkomitmen mengembangkan energi tenaga surya di Indonesia, seperti SembCorp dan Sunseap. Saat ini, SembCorp diyakini semakin efisien mengembangkan energi tenaga surya dimana sebelumnya dibutuhkan lahan 1 hektare untuk menghasilkan listrik berkapasitas 1 MW. Saat ini di Singapura lahan seluas 0,72 ha sudah dapat menghasilkan 1 MW listrik.

Menlu Singapura Vivian Balakhrisnan mengatakan, pengembangan energi hijau termasuk tenaga surya, menjadi semakin feasibl. “Hal ini seiring dengan sejumlah kemajuan teknologi yang sudah membuat energi ini semakin efisien,” ujarnya.

Kedua Menteri sepakat untuk melakukan pembahasan lanjutan terkait model bisnis ini, terutama karena Indonesia memiliki banyak sumber energi listrik yang bisa dikembangkan mulai dari hidro, angin, panas bumi, hingga sinar matahari dan ke depan akan dibutuhkan negara agar bisa memberikan kontribusi bagi upaya pengendalian perubahan iklim (climate change).

Sekadar catatan, Indonesia memiliki dua target besar dalam program transisi energi yaitu target bauran energi sebesar 23 persen pada tahun 2025 dan target penurunan emisi sebesar 29 persen dari baseline tahun 2030 sesuai Paris Agreement.

Data bauran energi nasional saat ini tercatat berada pada angka 11,5 persen dari target sebesar 23 persen. Indonesia membutuhkan total investasi sektor energi ramah lingkungan sekitar 167 miliar dolar AS untuk 56 GigaWatt (GW) tambahan pembangkit energi hijau untuk memangkas emisi, sehingga bisa mewujudkan komitmen Paris Agreement.

Paris Agreement (Perjanjian Paris) tentang Perubahan Iklim adalah kesepakatan global yang ditandatangani pada 22 April 2016. Perjanjian Paris merupakan kesepakatan monumental negara-negara di dunia dalam menyikapi perubahan iklim.

Komitmen negara-negara itu dinyatakan melalui Nationally Determined Contribution (NDC) untuk periode 2020-2030, ditambah aksi pra-2020. Perjanjian Paris didukung 195 negara, berbeda dengan periode pra-2015, yang ditandai absennya negara-negara kunci seperti AS dan Australia. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hunian vertikal di Escala-Central Living District Alam Sutera

    Potensi Pasar Hunian Vertikal di Kawasan Aglomerasi Jakarta

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Kawasan aglomerasi atau greater Jakarta diyakini masih menjadi lokasi favorit para pencari hunian vertikal di pinggiran wilayah tersebut. Rumah jangkung diminati karena harga dan fasilitas yang ditawarkan lebih atraktif ketimbang rumah tapak. Pengamat perkotaan Yayat Supriatna menjelaskan, saat ini terjadi fenomena migrasi warga Jakarta ke wilayah pinggir kota karena kenyamanan hunian yang ditawarkan […]

  • BTN Bidik Pembiayaan untuk 150 Ribu Rumah Rendah Emisi

    BTN Bidik Pembiayaan untuk 150 Ribu Rumah Rendah Emisi

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • 0Komentar

    BEKASI – Mendukung komitmen Pemerintah untuk mengakselerasi jumlah pasokan rumah layak huni, sehat, dan ramah lingkungan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memacu ketersediaan Rumah Rendah Emisi. Pada 2029, BTN membidik akan membiayai 150.000 Rumah Rendah Emisi. Ketua Satgas Perumahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Hashim S. Djojohadikusumo mengatakan pihaknya mendukung penuh inisiatif BTN dalam […]

  • Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) dengan Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti (Foto: Istimewa) Pengelolaan SDA

    IAP Serahkan Konsep Pengelolaan SDA ke DPD RI

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) secara resmi mengusulkan perlunya Rancangan Undang – Undang (RUU) Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan, tangguh, dan berkeadilan. Sekretaris Jendral Pengurus Nasional IAP, Adriadi Dimastanto bersama dengan Koordiantor Kelompok Kerja IAP, Son Diamar, Pengurus Daerah IAP Jawa Barat, Eko Budi dan Heshti Rahardja, secara resmi […]

  • Psst! BTN Relaksasi Aturan KPR Subsidi untuk Pegawai Kontrak

    Psst! BTN Relaksasi Aturan KPR Subsidi untuk Pegawai Kontrak

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk merelaksasi aturan kebijakan akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi untuk calon debitur berstatus pekerja kontrak. Pelonggaran aturan berupa penghapusan ketentuan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bertujuan menggenjot penyaluran KPR Bersubsidi dari bank pelat merah. “Informasi yang kami terima, Bank BTN memberikan pelonggaran aturan relaksasi akad KPR Bersubsidi untuk […]

  • perlambatan tampak pada permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)/Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

    Kebijakan Kredit Diperketat, Penyaluran KPR Melambat

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR)/Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) mengalami perlambatan pada triwulan I 2025. Pada periode yang sama, penyaluran kredit perbankan keseluruhan menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Berdasarkan Survei Perbankan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru triwulan II 2025 sebesar 85,22%, lebih tinggi dari 55,07% pada triwulan I 2025. “Kredit Konsumsi yang […]

  • industri keramik nasional

    Dilema Peningkatan Utilitas Industri Keramik Nasional

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • 0Komentar

    JAKARTA – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mengungkapkan tingkat utilisasi industri keramik nasional pada kuartal I-2025 menunjukkan perbaikan, yakni meningkat ke level 75% dibanding rata-rata tahun 2024 sebesar 65%. Namun, gangguan suplai gas membuat peningkatan utilitas industri keramik menjadi dilematis. “Di awal tahun ini Asaki memproyeksi tingkat utilisasi produksi keramik nasional bisa mencapai level […]

Translate »
expand_less