Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kemenperin: TKDN Industri Panel Surya 90% Tahun 2025

Kemenperin: TKDN Industri Panel Surya 90% Tahun 2025

  • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pengembangan industri panel surya yang menggunakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 90 persen pada tahun 2025. Hal ini sejalan dengan peta jalan (roadmap) pengembangan industri panel surya nasional yang telah disusun hingga tahun 2025 mendatang.

“Upaya ini tentunya akan memberikan efek berganda bagi perekonomian Indonesia. Baik dari sisi kemampuan industri maupun dari transfer teknologi yang sejalan dengan tekad pemerintah dalam mendorong ekonomi hijau,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa, 14 September 2021.

Menperin menjelaskan, guna mendukung pengembangan industri panel surya nasional, Kemenperin telah menyusun peta jalan (roadmap) dengan didukung berbagai kebijakan strategis. “Di dalam roadmap-nya sudah mencakup pemetaan untuk mengukur kemampuan industri penunjang ketenagalistrikan,” tuturnya.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi menyampaikan, peta jalan tersebut telah dimulai dari tahap pertama periode tahun 2016 – 2018, yaitu pemenuhan target TKDN sebesar 40 persen yang mencakup pembuatan wafer, solar cell, dan solar module. Saat ini, terdapat 10 pabrikan modul surya di Indonesia.

Pada periode tahun 2019 – 2020, ditargetkan nilai TKDN meningkat menjadi 76 persen yang didukung dengan adanya ingot factory. Kemudian periode tahun 2020 – 2022, diharapkan mencapai target TKDN sebesar 85 persen dengan adanya solar grade silicon factory. “Tahap terakhir pada periode tahun 2023 – 2025, pencapaian nilai TKDN minimal sebesar 90 persen dengan adanya metallurgical grade silicon factory,” ucap Doddy.

Menurut Doddy, pihaknya juga telah melakukan pemetaan untuk mengukur kemampuan industri penunjang ketenagalistrikan. Dari hasil pemetaan tersebut, diketahui bahwa nilai TKDN industri panel surya adalah sebesar 40 persen hingga 47 persen. “Angka ini diharapkan akan terus bertambah dengan dukungan kebijakan dari seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kemampuan industri panel surya nasional guna mencapai target bauran EBT nasional sebesar 23 persen pada tahun 2025,” paparnya.

Guna mendukung peningkatan TKDN industri panel surya nasional, Kemenperin telah menyusun  Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 54 Tahun 2012 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri Untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

Sementara itu, khusus untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), telah dilakukan perubahan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 05 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 54/M-IND/PER/3/2012 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri Untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan. “Adapun nilai TKDN gabungan untuk Solar Home System adalah 53,07 persen dan untuk PLTS terpusat atau komunal adalah sebesar 43,85 persen,” lanjutnya.

Doddy menuturkan, melalui dukungan berbagai kebijakan yang dikeluarkan dan upaya yang telah dilakukan untuk industri panel surya, Kemenperin menargetkan nilai TKDN untuk PLTS melebihi target capaian TKDN pembangkit listrik yang telah ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Serapan Pasar

Doddy menambahkan, energi surya di Indonesia saat ini memiliki potensi sebesar 532,6 GWp per tahun. Namun hingga saat ini kapasitas produksi nasional yang terpasang sebesar 515 MWp dan total kapasitas PLTS di Indonesia sebesar 25 MWp. “Hal ini menunjukkan serapan pasar masih sangat kecil dari kapasitas produksi nasional, diharapkan serapan tersebut dapat terus meningkat guna mendukung bauran EBT nasional,” kata Doddy.

Menurut Doddy, benchmarking pembangkit EBT menurut International Renewable Energy Agency pada tahun 2019, Indonesia berada di posisi ke tiga di antara negara-negara asia tenggara dengan total Kapasitas EBT terpasang sebesar 9.861 MW. “Dari data tersebut menunjukkan bahwa kapasitas terpasang dan investasi pada pembangkit tenaga listrik EBT masih rendah, namun melalui berbagai kebijakan dan upaya yang telah dilakukan tantangan tersebut dapat teratasi,” ungkapnya.

Doddy mengutip kajian Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, permasalahan terkait investasi teknologi ramah lingkungan saat ini adalah biaya yang sangat mahal dan butuh waktu lama yaitu dua hingga tiga tahun.

Berdasarkan data Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (Apamsi), saat ini terdapat 10 industri panel surya di Indonesia dengan total 515 MWp. Salah satu industri panel surya dengan kapasitas produksi tertinggi adalah yakni PT. Len Industri dengan kapasitas 71 MWp.

“Diharapkan, penggunaan panel surya baik di rumah tangga dan sektor industri tentunya dapat terus meningkat ke depannya, dan PT. Len Industri tentunya harus terus berinovasi agar tingkat penggunaan panel surya dapat terus bertambah,” sebutnya. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • PR untuk Pilkada 2020, Reformasi Birokrasi Pelayanan Publik

    PR untuk Pilkada 2020, Reformasi Birokrasi Pelayanan Publik

    • calendar_month Rabu, 9 Des 2020
    • 0Komentar

    Pilkada langsung serentak 9 Desember 2020 diharapkan dapat menghasilkan eksekutif yang pro terhadap pertumbuhan ekonomi. Demikian isu yang diangkat pada artikel pertama dari dua tulisan bersambung yang dapat disimak pada link: www.industriproperti.com/headline/begini-harapan-rei-dalam-pilkada-2020/. Tulisan di bawah ini adalah sambungan dari artikel tersebut. Jakarta – Reformasi birokrasi serta upaya perbaikan kualitas pelayanan publik menjadi sekelumit harapan dunia […]

  • Jual 1.000 Rumah Sehari, Pesona Kahuripan Group Raih Rekor MURI

    Jual 1.000 Rumah Sehari, Pesona Kahuripan Group Raih Rekor MURI

    • calendar_month Senin, 28 Agt 2023
    • 0Komentar

    BOGOR– Perusahaan properti, Pesona Kahuripan Group meluncurkan proyek residensial terbarunya yaitu Pesona Kahuripan 9 di Cileungsi, Bogor, Minggu (27/8). Hanya dalam waktu satu hari saat launching tersebut, sebanyak 1.000 unit rumah telah terjual. Prestasi ini sekaligus memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). “Kami berhasil mencatatkan rekor MURI untuk penjualan 1.000 unit rumah dalam satu hari. […]

  • IAP Jawa Tengah saat audiensi ke Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah

    Temui Kadis Pusdataru, IAP Jateng Siap Kolaborasi

    • calendar_month Jumat, 25 Jun 2021
    • 0Komentar

    Semarang – Pengurus Daerah Ikatan Ahli Perencanaan Jawa Tengah (IAP Jawa Tengah) menyatakan kesiapan organisasinya untuk menjadi mitra Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam Forum Penataan Ruang. Hal ini disampaikan oleh Ketua IAP Jateng, Agung Pangarso dalam kunjungannya ke Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah, pada hari Jumat, 18 Juni […]

  • BSI Perkuat Target Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Global

    BSI Perkuat Target Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Global

    • calendar_month Sabtu, 27 Feb 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Bank Syariah Indonesia (BSI) yang resmi beroperasi pada 1 Februari 2021 menjadi langkah awal dari upaya pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah di tingkat global. Apalagi, Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, adalah potensi pasar yang besar untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah serta produk halal dunia. […]

  • IKN Pindah, Bogor Jadi Sentra Pertumbuhan Residensial

    IKN Pindah, Bogor Jadi Sentra Pertumbuhan Residensial

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur diyakini bakal mendorong pertumbuhan wilayah penyangga Jakarta. Apabila wilayah barat dan timur Jakarta jadi pusat perekonomian, sisi selatan yakni Bogor, menjadi pusat pertumbuhan properti residensial. “Di sisi barat Jakarta seperti wilayah Serpong, Tangerang, sudah lebih dulu menjadi pusat properti residensial. Belakangan mulai berkembang menjadi kawasan […]

  • Fokus Pembeli Milenial, Damai Putra Group Gandeng Perbankan

    Fokus Pembeli Milenial, Damai Putra Group Gandeng Perbankan

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kebijakan pemerintah untuk memberikan stimulus fiskal berupa pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian rumah dengan harga hingga Rp5 miliar diyakini membawa dampak positif terhadap sektor properti di 2024. Selain itu, kebutuhan hunian di Indonesia masih cukup besar dan mayoritas didominasi kebutuhan untuk generasi milenial. Alim Gunadi, Chief Executive Officer (CEO) Damai Putra […]

Translate »
expand_less