Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » REI Kalbar Minta Aturan PSU Direvisi

REI Kalbar Minta Aturan PSU Direvisi

  • calendar_month Jumat, 30 Apr 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Pengembang hunian bersubsidi di Provinsi Kalimantan Barat meminta revisi bantuan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) yang tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 03/PRT/M/2018. Usulan revisi aturan itu sebagai bentuk kompensasi bagi pengembang yang telah memberikan kemudahan aksesibilitas penyediaan hunian bagi MBR di sektor informal.

“Developer memberikan beragam kemudahan. Antara lain gratis Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), gratis biaya Akta Jual Beli (AJB), dan gratis biaya jaminan angsuran. Bantuan dari developer untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sektor informal mencapai Rp 18 juta hingga Rp 20 juta per calon konsumen,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Kalimantan Barat (Kalbar), Muhammad Isnaini, saat dihubungi industriproperti.com, Jumat, 30 April 2021.

Bantuan PSU ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 03/PRT/M/2018 tentang Perubahan Atas Permen PUPR Nomor 38/PRT/M/2015 tentang Bantuan PSU untuk Perumahan Umum.

Adapun usulan terkait revisi Permen PUPR Nomor 03/PRT/M/2018, pertama, yakni agar rumah yang telah realisasi kredit pemilikan rumah (KPR) tahun 2018 bisa mendapat bantuan PSU. Peniadaan bantuan PSU tahun 2020 menyebabkan rumah tahun 2018 tidak mendapat bantuan PSU. Kebijakan ini terkait dengan Pasal 11 ayat 1 huruf g Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 03/PRT/M/2018 tentang Perubahan Atas Permen PUPR Nomor 38/PRT/M/2015 tentang Bantuan PSU untuk Perumahan Umum,” ujarnya.

Usulan kedua, imbuh Isnaini, jumlah daya tampung kawasan sebanyak 100 unit rumah seperti tertuang dalam Pasal 11 ayat 1 huruf d Permen PUPR Nomor 03/2018, dapat diubah menjadi minimal 50 unit rumah.

“Usulan ini mengingat kapasitas pengembang rumah bersubsidi di Provinsi Kalbar mayoritas berskala kecil yang hanya mampu membebaskan lahan sekitar 1 hektare saja. Praktis, daya tampung unit rumah di kawasan seluas 1 hektare sekitar 60 unit hingga 80 unit rumah saja. Setelah proyeknya rampung, pengembang baru bisa bebaskan lahan di sebelah proyek yang lama,” ucap Isnaini.

Ketiga, agar jumlah rumah yang memperoleh bantuan PSU paling sedikit 50 unit rumah dan paling banyak 30% dari daya tampung rumah umum dalam perumahan umum (Pasal 4A ayat 3 Permen PUPR 03/2018) agar bisa ditingkatkan menjadi lebih dari 50%. Bahkan kalau bisa menjadi 100%,” tegasnya.

Usulan revisi Permen PUPR ini, kata Isnaini, dia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Bantuan PSU Tahun 2021 di Provinsi Kalbar. Hadir dalam rakor ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid.

“Respons Dirjen Perumahan sangat baik, dan berjanji akan menindaklanjuti usulan dari REI Kalbar tentang revisi Permen PUPR 03/2018. Menurut Dirjen Perumahan, bisa saja ada revisi Permen PUPR karena ini sesuai fakta atau kondisi di lapangan. Dirjen Perumahan juga menyampaikan bahwa bisa saja ada aturan yang berlaku khusus bagi Kalbar,” ungkap Isnaini mengutip pernyataan Khalawi pada Rakor tersebut. (BRN)

Penulis

Editor di industriproperti.com ini punya secuil pengalaman menulis di beberapa perusahaan media, baik cetak maupun online. Ayah dua anak yang hobi berburu kuliner lokal saat traveling ini sudah cukup lama bersentuhan dengan dunia properti. Bagi sahabat IP yang ingin kenal lebih jauh Sarjana Biologi Universitas Lampung bisa follow Instagram @oki_baren

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Pangan Picu Deflasi, Bagaimana Sektor Konstruksi?

    Harga Pangan Picu Deflasi, Bagaimana Sektor Konstruksi?

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Dalam kondisi melambungnya permintaan dan harga komoditas di pasar global, laju inflasi sepanjang Februari 2022 tercatat terkendali sebesar 2,06 persen (year on year/yoy) atau turun ketimbang Januari 2022 sebesar 2,18 persen. Penyumbang deflasi utama adalah turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti minyak goreng seiring dengan implementasi program minyak goreng satu harga. “Minyak goreng […]

  • Diamondland

    Segera Gelar RUPST, Diamondland Bagikan Dividen Tahun Ini

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    DEPOK – PT Diamond Citra Propertindo Tbk (kode emiten; DADA) atau Diamondland Development berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang cukup impresif sepanjang tahun buku 2025. Emiten properti ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp3,51 miliar, melonjak 216,70% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya. Peningkatan laba menjadi sinyal kuat semakin kokohnya fundamental bisnis perseroan di tengah dinamika industri […]

  • Natal dan Tahun Baru 2025

    Pemerintah Bersiap Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru 2025

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah menjalankan sejumlah strategi dalam upaya kesiapan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Persiapan itu antara lain untuk memperlancar pergerakan 110,67 juta orang terkait aktivitas mudik libur Nataru. “Kelancaran arus mudik Nataru dilakukan melalui penambahan panjang jalan non-tol dan jalan tol, peningkatan kemantapan jalan (termasuk zero pothole dan rehabilitasi jalan), peningkatan […]

  • Konsep TOD Sekitaran MRT Buka Peluang Investasi

    Konsep TOD Sekitaran MRT Buka Peluang Investasi

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    Jakarta – Lembaga Konsultan Properti Cushman & Wakefield Indonesia menilai pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD) di sepanjang jalur MRT mampu meningkatkan konektivitas, kualitas hidup, sekaligus membuka peluang investasi baru di kawasan perkotaan. “Dengan sinergi antara pembangunan transportasi massal dan tata ruang kota, Cushman & Wakefield percaya bahwa koridor MRT akan menjadi katalis utama dalam […]

  • RUPS Tahunan Summarecon

    Penjualan Summarecon Tahun 2025 Tembus Rp5,5 Triliun

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp5,53 triliun sepanjang tahun 2025, naik 27% dari total target yang ditetapkan sebesar Rp5 triliun. Di tengah ketidakpastian kondisi makro, perseroan tetap mencatatkan pertumbuhan karena adanya permintaan pasar, terutama di segmen menengah dan menengah atas. “Dalam situasi ekonomi yang cukup berat, Summarecon tetap berkomitmen […]

  • Pulihkan Minat Pasar, Pengembang Apartemen Perlu Jaga Komitmen

    Pulihkan Minat Pasar, Pengembang Apartemen Perlu Jaga Komitmen

    • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Saat ini terjadi pergeseran tren pembelian apartemen. Konsumen cenderung membeli unit apartemen di proyek eksisting (yang sudah konstruksi) daripada proyek yang baru sebatas diluncurkan. Rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat itu tidak terlepas dari ramainya isu pemberitaan mengenai proyek apartemen mangkrak. Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Ikang Fawzi mengatakan rendahnya minat masyarakat untuk […]

Translate »
expand_less