Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » UUCK Diharapkan Ubah Kerumitan dalam Perizinan

UUCK Diharapkan Ubah Kerumitan dalam Perizinan

  • calendar_month Senin, 4 Okt 2021
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta –Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UUCK) memberikan amanat bahwa tata ruang merupakan dasar dalam semua proses pembangunan di antaranya terkait perizinan lokasi untuk kegiatan usaha berusaha. Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Abdul Kamarzuki menegaskan hal tersebut dalam Webinar Policy Talks II ini diselenggarakan oleh Policy Space, pada hari Sabtu 2 Oktober 2021.

Webinar Policy Talks II ini sendiri terselenggara dengan tujuan untuk memperkenalkan kebijakan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR) dan persetujuan lingkungan dalam rangka mendukung kemudahan berusaha yang berkelanjutan. Policy Space sendiri ialah sebuah platform yang menyediakan informasi edukasi dan koneksi yang berkaitan dengan kebijakan kebijakan kemudahan Berusaha.

“Memang dalam pembahasan undang-undang Cipta Kerja ini saya sampaikan di badan legislatif, kenapa tata ruang itu penting dan perlu menjadi menjadi acuan, karena untuk membangun apapun, kegiatan ekonomi dan sosial budaya, masyarakat membutuhkan ruang. Maka kita harus membuat suatu aturan sebagai acuan yang mengatur kita memenuhi kebutuhan dalam ruang yang sangat terbatas ini,” ungkap Abdul Kamarzuki, sesuai dengan keterangan persnya.

Pada kesempatan tersebut, jelas Plt. Direktur Jenderal Tata Ruang, pada ruang yang ada, terdapat kawasan-kawasan rawan bencana, dan resapan air. Kemudian, kawasan dengan satwa mendapat perlindungan, flora dan fauna. Sementara itu di ruang yang terbatas ini, kehidupan manusia memerlukan aktifitas sosal juga ekonomi. Hanya seperempat wilayah Indonesia yang merupakan daratan. Dari wilayah daratan tersebut, pengelolaannya hanya bisa mencakup sebagian saja.

“Saat penyusunan Undang-Undang Cipta Kerja di badan legislatif, disepakati bahwa tata ruang digunakan sebagai single reference. Dalam pembahasan UUCK, ada satu hal yang melatar belakangi penyusunan UU tersebut, yaitu, kemudahan berusaha. Jadi UUCK juga bertujuan untuk memudahkan pengsuaha melakuan aktifitasnya dengan tetap mengenali keterbatasan-keterbatasan ruang yang ada” jelas Kamarzuki.

Kerumitan Perizinan

Kamarzuki mengungkapkan bahwa hal yang ingin diubah melalui UUCK adalah kerumitan dalam proses perizinan. “Setelah izinnya keluar pun banyak terjadi tumpang tindih di lapangan. Masyarakat pun bingung terhadap proses perizinannya dan dokumen mana yang menjadi acuan. Kemudian banyak keterlanjuran terjadi di lapangan karena mungkin ketidaktahuan atau ketidaksabaran bagi para pelaku usaha dalam melakukan kegiatan usahanya, termasuk masyarakat dalam melakukan kegiatan sosial dan ekonomi,” papar Kamarzuki.

Hal-hal tersebut turut melatarbelakangi terbitnya UUCK dan peraturan turunannya, Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2021 tentang penyelenggaraan penataan ruang. Harapannya adalah dengan adanya landasan hukum ini kemudahan dalam proses perzinan dapat terwujud. Pemerintah memberikan jaminan bahwa usaha yang keluar tidak tumpang tindih dengan izin-izin usaha lain.

“Pemanfaatan ruang yang selama ini tumpang tindih dilapangan perlu dirapikan. Salah satu upaya merapikan tersebut adalah dengan mendaftarkannya dengan single refrence,” sambung lulusan Teknik Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.

Adapun sesuai dengan amanat dari UUCK dan PP Penyelenggaraan Penataan Ruang, untuk semua pemanfaatan ruang harus melalui KKPR. Para pelaku usaha dapat langsung melakukan kegiatan berusahanya apabila telah mendapatkan konfirmasi KKPR di sistem Online Single Submission (OSS). Konfirmasi KKPR akan otomatis terbit apabila daerah tersebut sudah memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Namun demikian, Kamarzuki mengakui bahwa hingga saat ini, masih banyak daerah yang belum memiliki RDTR yang memenuhi kualifikasi sistem OSS. Dengan masih banyak daerah yang belum mempunyai RDTR maka pemerintah membuka mekanisme Persetujuan KKPR. Penerbitannya berdasarkan penilaian dari seluruh rencana tata ruang yang ada. (ADH)

Penulis

Ayah dari dua putra dan satu putri ini memulai karier di dunia jurnalistik dari sebagai sirkulasi di Majalah Realestat. Tapi semangat dan ketertarikannya di dunia jurnalistik membawa pria yang gemar membaca dan traveling ini menjadi salah satu wartawan industriproperti.com. Lelaki berkulit hitam yang pernah mengenyam Pendidikan di Teknik Informatika STTI ini akan banyak menuliskan berbagai isu utama industri properti. Sahabat IP bisa jumpai Adi melalui Instagram @adoen_22

Rekomendasi Untuk Anda

  • Riset IPW: Tren Pasar Perumahan di 2021 Membaik

    Riset IPW: Tren Pasar Perumahan di 2021 Membaik

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kinerja pasar perumahan sepanjang tahun 2021 relatif lebih baik dibandingkan tahun 2020 dengan kenaikan unit terjual 27,3% dan kenaikan nilai penjualan 69,0%. Meski hingga kuartal III-2021 pasar perumahan terkonsentrasi di segmen menengah-atas, namun di kuartal IV-2021 pasar mulai bergeser ke segmen yang lebih rendah. “Seperti yang diprediksi sebelumnya, kemungkinan pasar akan kembali ke […]

  • DPD REI Kompak Sukseskan Program Penanaman Sejuta Pohon

    DPD REI Kompak Sukseskan Program Penanaman Sejuta Pohon

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) se-Indonesia bertekad untuk menyukseskan dan merealisasikan program Penanaman Sejuta Pohon REI yang digagas Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto. Hal itu diwujudkan dengan penandatanganan komitmen bersama DPP dan DPD REI se-Indonesia. “Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup, maka kami DPP REI dan DPD REI […]

  • Sektor Properti - Webinar Indonesia's Property Market Outlook & Real Estate Trends 2022

    Stimulus Pemerintah Masih Jadi Penentu Sektor Properti

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • 0Komentar

    Jakarta – Stimulus pemerintah masih menjadi penentu berputarnya roda sektor properti Tanah Air. Indikatornya adalah kenaikan harga properti pada kuartal dua dan ketiga tahun ini serta kenaikan pencarian properti secara tahunan. “Stimulus pemerintah itu masih akan menjadi faktor penentu pasar properti di Indonesia di 2022,” ucap Country Manager Rumah.com, Marine Novita dalam Webinar Indonesia’s Property […]

  • tata ruang

    Pengembang di 12 Provinsi Ini Bakal Kena Aturan LSD

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) segera menjalankan aturan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di 12 provinsi. Beleid ini menyusul aturan serupa yang sudah berjalan sebelumnya di delapan daerah. “Kementerian ATR/BPN sedang mengumpulkan data dan melakukan kajian untuk penerapan kebijakan LSD tahap dua,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat […]

  • fwng shui ruang keluarga

    5 Aturan Feng Shui Universal untuk Ruang Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 16 Jul 2022
    • 0Komentar

    Jakarta – Ruang keluarga merupakan salah satu area terpenting di rumah tempat berkumpul dan bersosialisasi bersama anggota keluarga. Feng shui ruang keluarga yang tepat dapat memperhitungkan berbagai faktor, seperti layout, sudut ruangan, ukuran dan lokasi pintu depan. Penerapan feng shui yang tepat bisa berbeda untuk setiap rumah. Tetapi, ada aturan feng shui untuk ruang tamu yang […]

  • Menteri PUPR: Pembangunan Infrastruktur IKN Capai 14%

    Menteri PUPR: Pembangunan Infrastruktur IKN Capai 14%

    • calendar_month Senin, 6 Feb 2023
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau progres pembangunan infrastruktur dasar pendukung Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, termasuk bangunan pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Hingga saat ini sudah 31 paket dikerjakan oleh kontraktor, konsultan manajemen konstruksi dan supervisi, antara lain pekerjaan land development, hunian pekerja, jalan […]

Translate »
expand_less